Apakah memakan makanan yang dipanggang dengan api dan memakan daging onta membatalkan wudhu?

Apakah memakan makanan yang dipanggang dengan api dan memakan daging onta membatalkan wudhu?

Dalam masalah ini ada 3 pendapat ulama yaitu;

Pertama: Mayoritas ulama dari kalangan sahabat seperti Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali dan yang lainnya, dari tabiin dan ulama ahli fikih seperti Imam Malik, Imam Syafii dan Abu Hanifah mengatakan bahwa memakan makanan yang dipanggang dengan api dan memakan daging onta tidak membatalkan wudhu.

Di antara dalilnya:

1. Hukum yang diambil dari hadits tentang batalnya memakan makanan daging onta membatalkan wudhu telah dihapus

Berdasarkan hadits Jabir, bahwa ketetapan terakhir yang Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam putuskan dari dua perkara adalah tidak perlu berwudhu dari makanan) yang terkena api (HR. Abu Daud, no. 192, Nasa’i, no. 185)

2. Ada hadits berbunyi;

الوُضُوءُ مِمَّا يَخْرُجُ لاَ مِمَّا يَدْخُلُ

“Berwudu dari apa yang keluar, bukan dari apa yang masuk.” (HR. al-Baihaqi)

3. Sebagaian dari mereka mengatakan: “Yang dimaksud dengan sabda beliau, “Berwudhulah kamu semua darinya”, adalah membersihkan kedua tangan dan mulut dari daging onta karena kuatnya bau busuk dan lemak yang ada padanya, berbeda  dengan daging kambing.

Kedua: Yang membatalkan wudhu hanya memakan makanan yang dipanggang dengan api. Ini adalah pendapat Umar bin Abdul Aziz, al-Hasan, az-Zuhri, Abu Hurairah, Aisyah dan yang sependapat dengan mereka.

Dalil mereka adalah hadits dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

تَوَضَّؤوا مِمَّا مَسَّتِ النَّارُ

“Berwudhulah jika memakan makanan yang dibakar dengan api” (HR. Muslim no.352).

Ketiga: Yang membatalkan wudhu hanya memakan daging onta. Ini adalah pendapat Imam Ahmad bin Hanbal, Ishaq bin Rahawaeh, Yahya bin Yahya, Abu Bakar bin Al-Mundzir, Ibnu Huzaimah dan pilihan Al-Hafidz Abu Bakar Al-Baihaqi, Zaid bin Tsabit, Ibnu Umar, Abu Musa dan yang sependapat dengan mereka. Dan dari ulama kontemporer adalah Syekh Abdul Aziz bin Baz, Syekh Ibnu Utsaimin dan Syekh Al-Albany.

Di antara dalilnya adalah hadits Bara’, Nabi sallallahu’alaihi wa sallam ditanya tentang daging onta? Beliau menjawab: “Berwudhulah kalian darinya.” Lalu beliau ditanya tentang daging kambing, maka beliau menjawab: “Tidak perlu berwudu.” (HR. Abu Daud, no. 184, Tirmizi, no. 81. Dishahihkan oleh Imam Ahmad, Ishaq bin Rahaweh)

2. Hadits Jabir, Nabi sallallahu’alaihi wa sallam ditanya, “Apakah kami berwudu dari (memakan) daging onta?” Beliau menjawab: “Ya”. Orang itu bertanya (lagi): “Apakah kami berwudu dari (memakan) daging kambing?” Beliau menjawab: “Jika anda mau.” (HR. Muslim, no. 360)

Adapun tuduhan bahwa hadits ini telah dihapus dengan hadits lain adalah tidak benar.

Jadi, pendapat yang lebih mendekati kebenaran in syaAllah adalah pendapat yang mewajibkan wudhu dari memakan daging onta saja, adapun selainnya tidak membatalkan wudhu. Wallahu a’lam

@Abul Fata Murod

Inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *