Apakah Menyentuh Wanita Membatalkan Wudhu?

Apakah Menyentuh Wanita Membatalkan Wudhu?

Berikut pendapat para ulama mengenai masalah ini;

Pendapat pertama: Menyentuh wanita membatalkan wudhu pada setiap kondisi. Baik menyentuh dengan syahwat maupun tidak. Baik hal itu terjadi karena lupa maupun sengaja. Ini pendapat mazhab Imam Syafi’i rahimahullah.

Berdalil dengan firman Allah ta’ala:

وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا

“Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik atsu suci; sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun” .(QS. An-Nisa’: 43)

Makna asal dari kata ‘Lams’ adalah menyentuh dengan tangan. Telah ada hadits penggunaan kata ‘Lams’ dengan arti menyentuh dengan tangan. Sebagaimana sabda Nabi sallallahu alaihi wa sallam;

وَالْيَدُ زِنَاهَا اللَّمْسُ رواه أحمد (8392) وصححه الألباني في السلسلة الصحيحة (8204)

“Tangan zinanya adalah menyentuh.” HR. Ahmad, (8392) dinyatakan shoheh oleh Albani dalam Silsilah Shohehah, (8204).

Syafi’iyyah menjawab hadits-hadits yang menerangkan bahwa Nabi menyentuh istri saat shalat atau mencium istrinya saat hendak shalat dengan mengatakan, “Mungkin beliau menyentuh di atasnya ada penghalang”.

Pendapat kedua: Bahwa  menyentuh wanita tidak membatalkan wudu secara mutlak, baik dengan syahwat atau tanpa syahwat. Ini adalah mazhab Imam Abu Hanifah rahimahullah.

Pendapat ini berdalil dengan beberapa dalil:

1. Asalnya tetapnya suci dan tidak batal sampai adanya dalil shoheh dan tegas yang menunjukkan hal ini sebagai pembatal wudhu. Dan tidak ada dalil akan hal ini. Sementara ayat dalam surat An-Nisa’ ayat 43, kata “Lams” maksudnya adalah jima’ atau bersetubuh bukan sekedar menyentuh.

2. Dari Aisyah radhiallahu anha berkata,

كُنْتُ أَنَامُ بَيْنَ يَدَيْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرِجْلَايَ فِي قِبْلَتِهِ فَإِذَا سَجَدَ غَمَزَنِي فَقَبَضْتُ رِجْلَيَّ فَإِذَا قَامَ بَسَطْتُهُمَا رواه البخاري (382)

“Saya dahulu tidur diantara Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam sementara kakiku di arah kiblatnya. Kalau beliau bersujud, beliau menyentuhku. Sehingga kakiku saya tekuk. Kalau beliau berdiri, saya selonjorkan keduanya.” [HR. Bukhori, (382)]

3. Dan dari Aisyah radhiallahu anha bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam mencium salah seorang istrinya kemudian keluar shalat tanpa berwudu. [HR. Abu Dawud (179)]

Pendapat ketiga: Ada perincian, kalau menyentuh dengan syahwat, maka membatalkan. Kalau tanpa ada syahwat, tidak membatalkan. Ini mazhab Malikiyah dan Hanabilah.

Mereka berusaha menggabungkan diantara nash yaitu dalil Quran dan Hadits.

Ayat:

أَوْ لاَمَسْتُمُ النِّسَاء

“Atau kamu telah menyentuh perempuan.” (QS: An-Nisa’: 43)

Adalah ayat yang dijadikan dalil bagi yang berpendapat membatalkan wudhu dengan menyentuh wanita. Namun yang tepat bahwa maksudnya adalah jimak atau hubungan badan bukan sekedar menyentuh.

Kalaupun bermakna menyentuh saja hal itu batal karena dengan syahwat.

Adapun dalil dari hadits-hadits yang dijadikan dalil bagi pendapat yang tidak membatalkan wudhu, karena menyentuhnya Nabi bukan disertai syahwat sehingga tidak membatalkan wudhu.

Dalam hal ini minimal ada 2 kesimpulan yang paling nampak;

Pertama:

Pendapat terkuat dari pendapat-pendapat ini adalah pendapat kedua. Bahwa menyentuh wanita tidak membatalkan wudu secara umum. Baik dengan syahwat atau tanpa ada syahwat. Dan ini pilihan Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah dan dari kalangan ulama kontemporer adalah Syekh Ibnu Baz, Syekh Ibnu Utsaimin dan para Ulama Lajnah Daimah atau dewan fatwa Arab Saudi.

Kedua:

Sebagian ulama bersikap ihtiyath yaitu dalam rangka kehati-hatian, tetap berwudhu ketika menyentuh wanita baik dengan syahwat maupun tidak.

Wallahu a’lam

@Abul Fata Murod

Inilahfikih.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *