Mana Yang Lebih Utama Menjadi Imam atau Muadzin?

Mana Yang Lebih Utama Menjadi Imam atau Muadzin?

Dalam hal ini minimal ada 2 pendapat ulama;

Pertama: Pendapat Madzhab Hanafi di kitab mu’tamad atau yang dijadikan sandaran, pendapat yang dikenal di madzhab Malikiyah, pendapat sebagian sahabat Syafi’i dan riwayat dalam madzhab Ahmad mengatakan bahwa menjadi imam lebih utama dibandingkan dengan adzan.

Argumennya adalah bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam dan khulafaur rosyidin melakukannya sendiri yaitu menjadi imam sementara mereka tidak mengumandangkan adzan. Mereka tidaklah memilih melainkan yang terbaik. Begitu juga menjadi imam dipilih orang yang lebih sempurna dan lebih baik jati dirinya.

Kedua: Pendapat yang lebih kuat dalam madzhab Syafi’i dan Hambali, begitu juga pendapat madzhab Hanafi dan Maliki bahwa adzan lebih utama dibandingkan menjadi imam. Dan ini yang kuatkan oleh Syaikh Muhammad Ibn Sholeh al-Utsaimin rahimahullah.

Argumennya adalah;

1. Firman Allah:

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata, “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri” (QS. Fushilat: 33)

Kata Imam Ibnu Katsir rahimahullah: Menurut pendapat sebagian ulama yang dimaksud adalah para juru adzan yang shaleh.

Aisyah radhiyallahu anha berkata:” ayat ini turun berkaitan dengan dengan orang-orang yang adzan”.

2. Berdasarkan hadits “Orang-orang yang adzan lebih panjang lehernya nanti di hari kiamat” (HR. Muslim).

Maksud lebih panjang lehernya ulama memaknainya sebagai berikut: paling banyak mendapat rahmat, tidak tenggelam dengan air keringat di hari mahsyar, banyak pengikutnya, banyak pahalanya atau banyak amalnya.

3. Juga sabda beliau shallallahu alaihi wasallam : “Seorang Imam adalah penjamin dan orang yang adzan yang dipercaya. Ya Allah beri petunjuk kepada para imam dan ampunilah orang-orang yang adzan”. (HR.Tirmidzi)

3. Juga berdasarkan hadits: “Kalau sekiranya orang mengetahui keutamaan adzan dan shaf pertama dalam shalat kemudian mereka tidak mendapatkan melainkan dengan mengundi, pasti mereka akan mengundinya” (HR. Muslim)

Dan hadits-hadits lain yang menunjukkan keutamaan muadzin.

Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *