BUDAYA PERGAULAN BEBAS

BUDAYA PERGAULAN TIDAK ISLAMI

Agama Islam mengajak kaum muslimin untuk melakukan pergaulan di antara mereka. Karena dengan pergaulan kita akan saling mengenal antara satu dengan yang lain. Kita juga dapat saling tolong menolong dalam perbuatan kebaikan dan ketakwaan. Bergaul dengan manusia dan sabar terhadap gangguan mereka maka hal ini lebih baik dibandingkan menyendiri.

 Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya seorang muslim, jika ia bergaul dengan manusia dan bersabar atas gangguan mereka lebih baik daripada seorang muslim yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak sabar atas gangguan mereka.” (HR. Tirmidzi)

Islam sebagai agama yang sempurna maka Islam mengatur seluruh aspek kehidupan manusia termasuk dalam masalah pergaulan. Di dalam Islam segala pergaulan yang menghantarkan kepada kemaslahatan, baik di dunia dan akhirat pasti pergaulan itu diperintahkan sedangkan segala pergaulan yang menghantarkan kebinasaan bagi pelakunya, baik di dunia maupun di akhirat pasti pergaulan itu dilarang.

     Kita menjumpai pada masyarakat berbagai macam budaya pergaulan islami dan budaya pergaulan tidak islami. Kewajiban kita sebagai seorang muslim adalah menjauhi budaya pergaulan yang tidak Islami dengan sejauh-jauhnya. Di antara budaya pergaulan yang tidak islami adalah sebagai berikut;

Pertama, pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan. Pergaulan bebas ini memiliki dampak negatif, yaitu kehamilan di luar nikah, prestasi di sekolah menurun, kecanduaan narkoba dan miras, menjadi dipandang buruk oleh masyarakat, dan timbul masalah dengan keluarga.

Kedua, membuka aurat. Orang yang membuka atau mengumbar aurat akan mendapatkan laknat dan tidak akan masuk surga, bahkan ia tidak akan mencium aroma surga. Selain itu perbuatan tersebut akan merendahkan harga diri, menghilangkan rasa malu, merusak akhlak, dan berpeluang menjadi korban kejahatan.

Rosululloh Sholallohu ‘alaihi Wassalam bersabda: “Dua golongan penghuni neraka yang belum pernah aku lihat; kaum membawa cambuk seperti ekor sapi, dengannya ia memukuli orang dan wanita-wanita yang berpakaian (tapi) telanjang, mereka berlenggak-lenggok dan condong (dari ketaatan), rambut mereka seperti punuk unta yang miring, mereka tidak masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan sejauh ini dan ini.” (HR. Muslim)

Ketiga, bergadang hingga larut malam. Sebagian pemuda dan pemudi asyik nongkrong di jalanan atau kafe untuk bergadang hingga larut malam. Padahal bagi orang yang sering bergadang itu mudah terkena penyakit sebab tubuh dan otak dipaksa aktif ketika bergadang. Bergadang akan menimbulkan fisik lemah, lelah, dan lesu. Bergadang juga akan mengganggu aktivitas kehidupan. Jika anda sebagai pelajar sedangkan anda sering bergadang, maka anda tidak akan memahami pelajaran yang disampaikan oleh guru. Malah anda bisa jadi akan ngantuk dan ingin tidur.

Keempat, balap liar. Balap liar adalah sebuah bentuk balapan kendaraan bermotor yang digelar di jalan raya. Balap liar ini menimbulkan suara kegaduhan karena suara bising dari kendaraan, menimbulkan kemacetan karena ruas jalan ditutup oleh penyelenggara balapan. Selain itu balap liar juga memicu kecelakaan yang akan menimbulkan korban jiwa.

    Saudaraku…marilah kita tinggalkan budaya pergaulan tidak islami agar kita menjadi orang-orang yang meraih kebahagiaan, baik di dunia maupun akhirat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *