INILAH KRITERIA CALON PEMIMPIN YANG LAYAK DIPILIH OLEH UMAT ISLAM

INILAH KRITERIA CALON PEMIMPIN YANG LAYAK DIPILIH OLEH UMAT ISLAM

Makan, minum, mandi atau cebok saja diatur dalam agama Islam, apalagi urusan kepemimpinan, sudah pasti agama Islam telah mengaturnya.

Diantara perkara yang diatur oleh agama Islam dalam bab kepemimpinan adalah tentang bagaimana kriteria calon pemimpin yang layak dipilih oleh umat Islam.

Berikut ini beberapa kriteria calon pemimpin yang layak dipilih oleh umat Islam:

1. Pilih pemimpin dari kalangan orang mukmin

Allah Ta’ala berfirman:

“Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi pelindung (pemimpin) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu). (QS. Ali Imran: 28)

Imam Jalaludin As-Suyuti Asy-Syafii rahimahullah berkata dalam tafsir Al-Jalalain: “(Janganlah orang-orang beriman mengambil orang-orang kafir sebagai pemimpin) yang akan mengendalikan mereka (dengan meninggalkan orang-orang beriman. Barang siapa melakukan demikian) artinya mengambil mereka sebagai pemimpin (maka tidaklah termasuk dalam) agama (Allah sedikit pun kecuali jika menjaga sesuatu yang kamu takuti dari mereka) maksudnya jika ada yang kamu takuti, kamu boleh berhubungan erat dengan mereka, tetapi hanya di mulut dan bukan di hati. Ini hanyalah sebelum kuatnya agama Islam dan berlaku di suatu negeri di mana mereka merupakan golongan minoritas (dan Allah memperingatkanmu terhadap diri-Nya) maksudnya kemarahan-Nya jika kamu mengambil mereka itu sebagai pemimpin (dan hanya kepada Allah tempat kamu kembali) hingga kamu akan beroleh balasan dari-Nya.

2. Pilih pemimpin yang memiliki sikap rendah hati

Allah Ta’ala berfirman: “Dan rendahkanlah sayapmu -yakni bersikap merendahkan hatilah- kepada orang yang mengikutimu dari golongan kaum mu’minin.” (QS. asy-Syu’ara’: 215)

3. Pilih pemimpin yang mampu berbuat adil

Allah Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya Allah menyuruh dengan keadilan, berbuat baik dan memberi sedekah kepada kaum kerabat serta melarang perbuatan keji, kemungkaran dan kedurhakaan. Allah menasihatkan kepadamu semua, supaya engkau semua dapat memperolehi peringatan.” (an-Nahl: 90)

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tujuh golongan yang dinaungi Allah dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: Pemimpin yang adil……, (Al-Hadits)(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

4. Pilih pemimpin yang memiliki jiwa tanggung jawab

Dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma ia berkata: “Saya mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Semua kalian adalah pemimpin dan setiap seorang dari engkau semua itupun akan ditanya perihal kepemimpinannya. Penguasa adalah pemimpin dan akan ditanya perihal kepemimpinannya. Seorang lelaki adalah pemimpin dalam keluarganya dan akan ditanya perihal kepemimpinannya. Seorang wanita adalah pemimpin dalam rumah suaminya dan akan ditanya perihal kepemimpinannya. Buruh adalah pemimpin dalam harta majikannya dan akan ditanya perihal kepemimpinannya. Jadi setiap seorang dari engkau semua itu adalah pemimpin dan tentu akan ditanya perihal penggembalaannya.” (Muttafaq ‘alaih)

5. Pilih pemimpin yang tidak gemar menipu rakyat

Dari Abu Ya’la yaitu Ma’qil bin Yasar radhiyallahu anhu, ia berkata: “Saya mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Tiada seorang hamba pun yang diserahi oleh Allah untuk memimpin suatu wilayah -yakni memimpin sesuatu ummat atau bangsa-, lalu ia mati pada hari kematiannya, sedang di kala itu ia dalam keadaan menipu rakyatnya, melainkan Allah mengharamkan padanya untuk masuk syurga.” (Muttafaq ‘alaih)

6. Pilih pemimpin yang mampu mendatangkan maslahat atau manfaat dan mampu menolak segala marabahaya atau ancaman bagi rakyatnya

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Tiada seorang amir -pemimpin- yang menguasai urusan pemerintahan kaum Muslimin, kemudian ia tidak bersungguh-sungguh memberikan kemanfaatan kepada mereka, juga tidak memberikan nasihat pada mereka -yakni mengusahakan mana-mana yang baik dan menolak mana-mana yang tidak baik, melainkan pemimpin itu tidak akan masuk syurga beserta mereka yang di-pimpinnya itu.” (HR. Muslim)

Dalam riwayat lain disebutkan: “Lalu orang yang diserahi kepemimpinan itu tidak menjaga rakyatnya dengan nasihatnya -yakni mengusahakan apa-apa yang bermanfaat untuk rakyatnya dan menolak apa-apa yang akan membahayakan mereka, maka orang itu tidak akan dapat memperolehi bau syurga.”

7. Pilih pemimpin yang berjiwa kasih sayang dan tidak membuat rakyat sengsara

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, katanya: “Saya mendengar Rasulullah shallahu alaihi wasallam bersabda dalam rumahku: “Ya Allah, barangsiapa yang menguasai sesuatu dari urusan pemerintahan ummatku, kemudian ia membuat kesengsaraan pada mereka, maka berilah kesengsaraan kepada orang itu sendiri, sedang barangsiapa yang menguasai sesuatu dari urusan pemerintahan ummatku, kemudian ia menunjukkan kasih sayang kepada mereka, baik ucapan atau pun perbuatannya, maka kasih-sayangilah orang itu.” (HR. Muslim)

8. Pilih pemimpin yang mampu memberikan hak-hak rakyatnya

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anha ia berkata: “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Kaum Bani Israil itu selalu dipimpin oleh para Nabi, yaitu setiap ada seorang Nabi yang meninggal dunia, maka digantilah oleh Nabi lainnya. Hanya saja sesungguhnya tidak ada Nabi lagi sepeninggalku nanti. Akan datanglah sesudahku beberapa khalifah -para pengganti-, maka banyaklah jumlah mereka itu.” Para sahabat berkata: “Apa yang Rasululllah perintahkan pada kita pada saat itu?” Beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Penuhilah dengan pembai’atan yang pertama -yakni patuh pada pemerintahan itu serta memerangi orang yang menentangnya, kemudian berilah kepada khalifah-khalifah itu akan hak mereka -yang wajib dipenuhi- dan mohonlah kepada Allah apa-apa yang semestinya menjadi hakmu semua -yaitu supaya dikasih sayangi oleh pemerintahan itu serta diusahakan mana-mana yang bermanfaat dan dihindarkan dari bencana, karena sesungguhnya Allah akan menanyakan kepada khalifah-khalifah itu perihal kepemimpinannya mereka kepada ummatnya.” (Muttafaq ‘alaih)

9. Pilih pemimpin yang tidak berkarakter keras hatinya

Dari ‘Aidz bin ‘Amr radhiyallahu anhu bahawasanya ia masuk ke tempat ‘Ubaidullah bin Ziad, lalu ia berkata: “Hai anakku, sesungguhnya saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya seburuk-buruknya pemimpin adalah orang-orang yang keras hati -pada rakyatnya-.” Maka dari itu janganlah engkau termasuk golongan mereka itu.” (Muttafaq ‘alaih)

10. Pilih pemimpin yang mampu mengurus segala keperluan dan kepentingan rakyat

Dari Abu Maryam al-Azdi radhiyallahu anhu bahawasanya ia berkata kepada Mu’awiyah radhiyallahu anhu: “Saya mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang diserahi oleh Allah akan sesuatu kekuasaan dari beberapa urusan pemerintahan kaum Muslimin, kemudian orang itu menutup diri-tidak memperhatikan- perihal hajat (kebutuhan), kepentingan atau kefakiran orang-orang yang di bawah kekuasannya, maka Allah juga akan menutup diri – yakni tidak memperhatikan -perihal hajat, kepentingan atau kefakirannya sendiri pada hari kiamat.”

Sejak saat itu Mu’awiyah lalu mengangkat seseorang untuk mengurus segala macam keperluan orang banyak.”

11. Pilih pemimpin yang mampu menghukumi sebuah perkara dengan keputusan yang benar dan adil

Allah Ta’ala berfirman:

يَادَاوُدُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُمْ بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلا تَتَّبِعِ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ

“Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.” (Qs. Shad: 26)

12. Pilih pemimpin yang amanah

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الأمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha melihat. “(QS. An-Nisaa’: 58)

13. Pilih pemimpin yang mampu menunaikan kewajiban ibadah seperti shalat, zakat dan lainnya

Allah Ta’ala berfirman:

وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا وَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِمْ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَإِقَامَ الصَّلَاةِ وَإِيتَاء الزَّكَاةِ وَكَانُوا لَنَا عَابِدِينَ

“Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada, mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah, (QS. Al-Anbiya :73)

14. Pilih pemimpin dari kaum laki-laki

Abu Bakrah radhiyallahu anhu berkata:

لَمَّا بَلَغَ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَنَّ أَهْلَ فَارِسَ قَدْ مَلَّكُوا عَلَيْهِمْ بِنْتَ كِسْرَى قَالَ: لَنْ يُفْلِحَ قَوْمٌ وَلَّوْا أَمْرَهُمُ امْرَأَةً

“Tatkala ada berita sampai kepada Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bahwa bangsa Persia mengangkat putri Kisro (gelar raja Persia dahulu) menjadi raja, beliau shallallahu ’alaihi wa sallam lantas bersabda, ” Suatu kaum itu tidak akan bahagia apabila mereka menyerahkan kepemimpinan mereka kepada wanita”. ” (HR. Al-Bukhari no. 4425)

Inilah beberapa kriteria para calon pemimpin yang harus dipilih oleh ummat Islam dan semua ini adalah aturan dari Allah dan Rasul-Nya maka setiap diri seseorang yang mengaku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya wajib taat dan tunduk terhadap peraturan ini.

Semoga Allah menganugerahkan pemimpin yang sesuai dengan kriteria di atas.

Dari Kota Hujan, 15-03-2018

@Abul Fata Miftah Murod, Lc ; S. Ud

Artikel:

www.inilahfikih.com

Moslem Store:

www.toko.inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *