KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
KUPAS TUNTAS SEPUTAR DUNIA MISTIK
Hanya Alloh-lah Pencipta alam semesta dan semua yang ada di dalamnya, Pemberi dan Pencegah, Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan, Yang Mengadakan dan Yang Meniadakan. Pengatur dan Penentu segala-galanya, Raja dan Pemilik semuanya. Maha Suci Alloh dari segala sifat kekurangan dan kelemahan.
Alloh mempunyai nama-nama yang mulia dan sifat-sifat yang agung serta sempurna, yang tidak ada padanya suatu kekurangan pun juga kelemahan atau keburukan. Tidak ada suatu makhluk pun yang mempunyai sifat yang sebanding dengan sifat-sifat-Nya.
Kita diperintah untuk beribadah hanya kepada Alloh saja dan dilarang keras beribadah kepada selain-Nya dengan bentuk apapun juga dan sekecil apapun juga. Karena hanya Alloh-lah sebenar-benarnya Tuhan yang harus disembah. Sedangkan sesembahan lainnya adalah Tuhan-Tuhan palsu.
Itulah tauhid…
Alloh berfirman:
“Beribadahlah kepada Alloh dan janganlah kalian memper-sekutukan-Nya dengan sesuatu pun.” (QS. an-Nisa’ [4]: 36)
“Katakanlah, ‘Sesungguhnya aku diperintah untuk hanya menyembah Alloh dan tidak mempersekutukan sesuatupun dengan Dia. Hanya kepada-Nya aku seru (manusia) dan hanya kepada-Nya aku kembali”. (QS. ar-Ro’du [13]: 36)
Katakanlah: “Sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan sesuatupun dengan-Nya”. (QS. al-Jin [72]: 20)
A. Hakikat Syirik
Lawan dari tauhid adalah syirik atau kesyirikan. Arti syirik adalah mempersembahkan peribadatan sekecil apapun juga dan dalam bentuk apapun juga kepada selain Alloh. Demikian juga menyamakan Alloh dengan makhluk-Nya, atau menjadikan suatu dzat sebagai tandingan-Nya dalam hal apapun juga termasuk kesyirikan.
Contoh-contoh kesyirikan:
Menyembah dan berdoa kepada selain Alloh, menyembelih kurban untuk selain Alloh (sebagai tumbal), menyajikan sesajen untuk makhluk gaib, seluruh amal-amal mistik dan lain-lainnya.
Siapa yang memegang tauhid dan tidak berbuat syirik, akan masuk surga.
Rosululloh bersabda:
“Seorang laki-laki dari umatku akan dipanggil di hadapan para makhluk pada hari kiamat. Kemudian ditampakkan kepadanya 99 lembar catatan. Setiap lembarnya sejauh mata me-mandang. Kemudian dikatakan kepadanya: ‘Apakah eng-kau mengingkari ini?’. Ia berkata: ‘Tidak, wahai Robb!’. Lalu dikatakan: ‘Apakah engkau memiliki suatu kebaikan?’. Maka laki-laki itupun tertunduk karena haibah (keagungan Alloh) sambil berkata: ‘Tidak wahai Robb!’. Maka dikatakan: ‘Tidak demikian. Karena engkau masih memiliki kebaikan di sisi Kami, dan kamu tidak akan dizolimi!’. Maka dikeluarkan untuknya sebuah bitoqoh (kartu amal) yang di dalamnya ada kesaksian ‘Asyhadu alla Ilaha illalloh wa Asyhadu anna Muhammadar Rosululloh. Maka orang itu berkata: ‘Wahai Robbku, apakah artinya bitoqoh seperti ini?’. Maka dikatakan: ‘Kamu tidak akan dizolimi.’ Kemudian 99 lembar catatan-catatan diletakkan dalam satu sisi timbangan tersebut dan bitoqoh diletakkan pada sisi lainnya, maka bitoqoh itupun lebih berat.” (HR. Tirmidzi dan Hakim)
Lawan dari tauhid adalah syirik. Syirik akbar adalah per-buatan yang sangat keji, yang tidak akan diampuni oleh Alloh di akhirat nanti, apabila pelakunya tidak bertaubat ketika di dunia sebelum meninggal. Meruntuhkan seluruh amal perbuatan pelakunya, bagaimana pun besar amal perbuatan tersebut, dan menjadikan pelakunya orang musyrik yang kekal di Jahannam walaupun dia mengucapkan dua syahadah dan beramal sholeh yang banyak sekali.
“Sesungguhnya Alloh tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Alloh, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. an-Nisa’ [4]: 48)
“Sungguh telah kafir orang-orang yang berkata: Alloh itu adalah al-Masih Ibnu Maryam, sedangkan al-Masih berkata: Wahai Bani Isra’il beribadahlah kalian pada Alloh Robbku dan Robb kalian, barangsiapa yang mempersekutukan Alloh, sesungguhnya Alloh telah mengharamkan atas mereka surga dan tempat kembali mereka adalah neraka serta tidak ada bagi orang-orang zolim itu penolong.” (QS. Al- Ma’idah [5]: 72)
“Dan tatkala Luqman berkata kepada anaknya sambil memberikan nasihat padanya, (ia berkata:) Wahai anakku janganlah engkau mempersekutukan Alloh, sesungguhnya syirik itu adalah kezoliman yang besar.” (QS. Luqman [31]: 13)
“Sesungguhnya telah diwahyukan padamu dan pada orang-orang sebelummu (yaitu) bila engkau berbuat syirik maka hancurlah amalan-amalan engkau dan engkau termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. az-Zumar [39]: 65)
Hukuman bagi Para Pelaku Syirik
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dari kalangan ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.” (QS. Al-Bayyinah [98]: 6)
“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Alloh, maka Alloh mengharamkan baginya surga dan tempatnya adalah neraka.” (QS. al-Ma’idah [5]: 72)
“Alloh akan menyiksa orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrikin laki-laki dan pe-rempuan; serta Alloh menerima taubat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab [33]: 73)
“Jadilah kalian orang-orang yang hanif demi Alloh, tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun juga. Barang-siapa mempersekutukan sesuatu dengan Alloh, maka ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.” (QS. Al-Hajj [22]: 31)
KESIMPULAN:
Kesyirikan (syirik akbar) dalam bentuk apapun juga menjadikan pelakunya seorang musyrik kafir, tidak akan mendapatkan ampunan di akhirat kalau tidak bertaubat di dunia, kekal di neraka Jahannam, walaupun mengerjakan banyak ibadah dan amal sholeh.
B. Hakikat Mistik
Mistik adalah suatu fenomena yang terlahirkan dari alam gaib ke alam nyata hasil dari persekutuan antara manusia dengan setan melalui penyembahan atau peribadatan dengan ritual tertentu yang dilakukan oleh manusia (dukun, paranormal dan yang sejenisnya) untuk setan yang dengan sendirinya pada posisi ini sudah dipertuhankan oleh sang manusia. Disinilah letak kesyirikan dari mistik. Penyembahan atau peribadatan yang dilakukan oleh sang dukun kepada setan tidak terbatas hanya pada sembah sujud atau pem-berian sesajen saja, akan tetapi juga bisa dilakukan dengan melakukan hal-hal lain, seperti penghinaan kepada figur-figur suci Islam, ayat-ayat Al-Qur’an misalnya dengan cara mengotorinya atau menulisnya secara terbalik atau menginjak-injaknya dan lain-lainnya.
Mistik bisa berbentuk:
Macam-Macam Kesyirikan Mistik
Seluruh bentuk mistik tidak mungkin didapatkan tanpa kesyirikan yaitu melakukan peribadatan kepada setan dalam berbagai bentuk.
Di dunia Islam, kebanyakan para tukang sihir memakai kamuflase dengan mempergunakan ayat-ayat al-Qur’an.
Berikut adalah beberapa bentuk mistik dan amal-amal kesyirikan yang dilakukan untuk mendapatkannya.
Dengan mempersembahkan peribadatan tertentu kepada setan, maka seseorang bisa mendapatkan bantuan setan untuk mendapatkan hal-hal tertentu yang diinginkannya. Seperti menceraikan antara sepasang suami istri, menjadikan seorang benci kepada selainnya atau sebaliknya, menjadikan seseorang mencintai orang lain, menyebabkan timbulnya suatu penyakit pada seseorang, mengelabui pemandangan dan lainnya. Tetapi semua itu tidak bisa terwujudkan tanpa izin Alloh.
Ada banyak jenis sihir, di antaranya adalah:
“… at-Tiwalah adalah syirik” (HR. Ahmad, Abu Dawud dengan sanad yang shohih). At-Tiwalah adalah sesuatu yang digunakan seorang wanita agar selalu dicintai suaminya. Perbuatan ini adalah syirik
Susuk adalah jarum emas, intan, dan sebagainya yang dimasukkan ke dalam kulit, bibir, dahi, dan sebagainya disertai mantra agar tampak menjadi cantik, tampan, menarik, manis, dan sebagainya.
Teluh, pelet atau gendam dan susuk termasuk perbuatan syirik.
Rosululloh bersabda:
“Barangsiapa membuat suatu ikatan, kemudian meniupnya, maka dia telah melakukan sihir. Dan barangsiapa yang melakukan sihir, maka telah berbuat syirik.” (HR. Nasa’i No. 4011)
2. Pemujaan
Pemujaan (pesugihan) adalah mempersembahkan sesuatu dalam bentuk apapun juga kepada makhluk gaib (setan) dari bangsa jin untuk mencapai suatu tujuan. Sesuatu yang dimaksud di atas bisa dalam banyak bentuk di antaranya: sesajen, kurban, tumbal, pengkeramatan benda-benda pusaka karena hal-hal gaib dan lain-lainnya.
Hal-hal yang disebutkan di atas adalah suatu kesyirikan nyata yang tidak ada keraguan padanya dan tidak ada perbedaan pendapat di antara kaum muslimin.
Hipnotis merupakan salah satu jenis sihir yang memperguna-kan bantuan jin agar si pelaku hipnotis dapat menguasai seorang korban. Setelah menguasai sang korban maka sang pelaku hipnotis (dukun hipnotis) bisa mengendalikan sang korban menurut keinginannya. Waktu itu, jin (setan) yang membantu sang dukun menjadi dalang dari semua gerak-gerik sang korban bahkan menjadikan dia tidak menyadari apa-apa yang terjadi di sekelilingnya atau tidak berdaya untuk berbuat sesuatu dengan kehendaknya sendiri.
Hipnotis adalah suatu kesyirikan dan amal setan walaupun pada tahun-tahun terakhir diekspos sebagai suatu sarana atau cara dalam banyak hal seperti pengobatan, pendidikan dan lain-lainnya. Pemakaian hipnotis untuk tujuan apapun juga adalah suatu kesyirikan yang mengeluarkan pelaku-nya dari Islam dan menjadi kafir. Jadi seorang dukun hipnotis adalah seorang musyrik kafir walaupun meng–aku beragama Islam, walaupun rajin beribadah.
Banyak permainan-permainan irasional mempergunakan sihir dalam melaksanakannya. Semua permainan-permainan tersebut dihasilkan melalui suatu amal kesyirikan. Diantaranya: kuda lumping, reog, jailangkung, debus, bambu gila dan bola api.
Ruwatan adalah upacara meminta keselamatan dan mem-bebaskan orang dari nasib buruk atau kesialan yang akan menimpa. Ruwatan biasa dilakukan untuk sebuah daerah, seorang manusia atau sekelompok manusia agar mereka terselamatkan dari malapetaka. Ruwatan dilakukan dengan mempersembahkan sesajen kepada makhluk gaib yang biasanya dipercaya sebagai penguasa atas suatu daerah.
Ruwatan merupakan satu praktek kesyirikan yang berasal dari agama Hindu atau Budha.
Kedigdayaan adalah ilmu bela diri yang ditambah dengan ritual tertentu baik yang jelas atau yang samar, seperti meditasi, ‘pengisian’, pembacaan mantra dan lain-lainnya yang sejenis dengan tujuan menambahkan kekuatan gaib ke dalam ilmu beladirinya.
Ada juga kedigdayaan yang didapat tidak dengan melalui pembelajaran ilmu beladiri, tetapi hanya dengan ‘pengisian’ semata. Pada jalur ‘pengisian’ ini seseorang bisa mendapatkan kedigdayaan yang biasanya diterapkan tanpa kesadaran pemiliknya. Yang dimaksud dengan ‘pengisian’ di sini adalah “tersambungnya” kekuatan fisik sang pemilik dengan kekuatan dan kesanggupan pihak gaib (setan jin) sehingga mampu melakukan hal-hal yang biasanya tidak sanggup dilakukan olehnya, seperti menerapkan jurus-jurus beladiri tertentu (tanpa mempelajarinya), tenaga dalam, berjalan di atas air, berjalan di atas api, memakan api, menikam bagian tubuh dengan benda tajam, berlari di dinding dan atap dan lain-lainnya.
Bentuk ketersambungan di atas bisa dengan masuknya setan dari bangsa jin ke tubuh seseorang atau cara gaib lainnya yang tidak kita ketahui.
Semua bentuk kedigdayaan didapat melalui amal-amal kesyirikan yaitu mempersembahkan bentuk peribadatan kepada setan baik dengan cara meditasi (Yoga), persembahan kurban atau sesajen, ritual-ritual tak dikenal dan lain-lain. Terkadang amal-amal kesyirikan itu sangat samar dan terlihat ringan seperti hanya menundukkan kepala kepada simbol-simbol tertentu, memecahkan telur di tempat tertentu, mandi atau minum air yang dimantrakan dengan mantra setan, membayarkan “mahar” kepada mediator (dukun), membacakan atau dibacakan atasnya mantra tertentu secara sukarela. Tidak ada satupun ilmu kedigdayaan yang bisa didapat tanpa melakukan amal kesyirikan yaitu ritual atau persembahan sesuatu untuk setan. Kedigdayaan secara tradisional juga dinamakan kesaktian. Adapun ilmu bela diri murni tidak termasuk kesyirikan. Akan tetapi banyak sekali penipuan dengan penyangkalan akan adanya kemistikan padahal ada kemistikan yang dimasukkan secara samar.
Banyak sekali barang-barang yang termasuk kategori mistik. Di antaranya jimat, wafaq, isim, rajah atau hizb.
Wafaq yaitu tulisan yang terdiri dari angka-angka yang diletakkan dalam kotak-kotak yang diyakini punya khasiat tersendiri. Adapun rajah yaitu kumpulan tulisan huruf Arab yang terpisah-pisah. Sedangkan isim yaitu suatu bentuk kemasan berisi nama yang tidak memiliki makna dalam bahasa Arab yang diyakini sebagai nama-nama khadam dari bangsa jin. Ada pula hizb yaitu sejenis wirid (amalan) atau senjata kecil yang diyakini memiliki khasiat atau manfaat tertentu.
Rosululloh bersabda:
“Barangsiapa yang mengalungkan jimat, dia telah berbuat syirik”. (HR. Ahmad dengan sanad yang sohih)
Bentuk-bentuk di atas terkadang semacam sihir dan terkadang hanya tipuan para pembual. Di kedua bentuk tersebut terdapat kesyirikan yang nyata. Jika itu benar-benar sihir maka sudah kita ketahui kesyirikan sihir yaitu persembahan kepada setan dan jika hanya dagangan para pembual, kesyiri-kannya berada pada keyakinan pengaruh barang-barang tersebut dalam mendapatkan kebaikan dan menghindari keburukan.
Ramalan adalah penggambaran hal-hal yang akan terjadi di masa depan, baik yang bersangkutan dengan perorangan, masyarakat atau alam semesta melalui apa-apa yang diklaim sebagai ilmu penerawangan yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan hukum sebab dan akibat. Hal ini berbeda dengan prediksi apa yang akan terjadi atas dasar sebab dan akibat, seperti apa yang dinamakan prakiraan cuaca dan yang sejenisnya.
Ramalan terbagi dua: ramalan berdasar dan ramalan tanpa dasar.
Ramalan berdasar adalah ramalan yang didasarkan informasi dari setan kepada agen-agennya (dukun, peramal, para-normal dan yang sejenisnya), dimana informasi itu didapat dari pencurian berita yang tersebar di alam malaikat. Karena sangat sedikit sekali informasi yang didapat setan, maka informasi tersebut hanya memberi ramalan yang sangat jauh dari sempurna. Kemudian sang agen mem-bubuhi seratus kedustaan kedalam informasi tersebut untuk menyempurnakannya.
Adapun ramalan tanpa dasar adalah bualan dusta dari sang peramal sendiri atau kedustaan yang didapat dari setan yang dipujanya.
Ramalan tidak pernah membawa wujud yang tepat walaupun sesekali dan jarang sekali, terwujudkan sebagian dari yang diramalkan. Terwujudnya sebagian dari yang diramalkan ini tidak membuktikan kebenaran ramalan, karena sebagian bukanlah keseluruhan. Keduanya mempunyai makna yang berbeda. Hampir semua peramal mengklaim mengetahui ilmu gaib dan itu adalah kebohongan yang besar. Kalau mengetahui ilmu gaib maka mereka sanggup meramal dengan tepat semua kejadian di masa datang, tetapi nyatanya hanya sedikit sekali dari ramalan-ramalan itu yang terjadi yang mempunyai kemiripan dengan kejadian yang sebenarnya. Ilmu gaib hanyalah dimiliki oleh Alloh dan itu adalah sifat ketuhanan yang tak ada yang memilikinya selain Alloh . Barangsiapa yang mengklaim bahwa dia memiliki ilmu gaib atau mengetahui dengan pasti apa yang akan terjadi tanpa wahyu dari Alloh maka orang itu telah mengklaim dirinya sebagai tuhan dan yang mempercayainya telah bersyirik kepada Alloh .
Di antara macam-macam ramalan kesyirikan adalah zodiac (perbintangan), ramalan Kartu Tarot, ilmu falak yang dijadikan dasar kecocokan atau tidaknya antara dua mempelai di suatu perkawinan atau kecocokan lahan usaha dengan pribadi seseorang, Feng Sui, pembacaan garis tangan, ramalan-ramalan umum tentang kejadian alam semesta, dan lain-lain.
Rosululloh bersabda:
“Barangsiapa mempelajari sebagian dari ilmu nujum (perbintangan), sesungguhnya dia telah mempelajari ilmu sihir. Semakin bertambah ilmu yang dia pelajari, semakin bertambah pula dosanya”. (HR. Abu Dawud dengan sanad yang sohih)
Kata hikmah mempunyai dua arti. Arti umumnya adalah ketepatan, menentukan sesuatu dengan tepat, meletakkan sesuatu di tempatnya, memberi kadar yang tepat untuk setiap sesuatu. Arti khususnya yang sering disebutkan di dalam Al-Qur’an adalah hadis-hadis Nabi yang mana hadis-hadis itu adalah wahyu dari Alloh .
Adapun pada realitanya, kata-kata “al-hikmah” banyak dipakai oleh mereka yang memuja setan dengan berkedok sebagai orang sholeh, khususnya sebagai para pemimpin keagamaan untuk membungkus ilmu sihir mereka dengan kata-kata yang syar’i.
Para penipu tersebut menamakan diri mereka ahli hikmah, tetapi pada hakikatnya mereka adalah para tukang sihir yang memuja setan untuk mendapatkan ilmu sihir itu.
Adapun kata sareat berasal dari kata syariat dalam bahasa Arab yang berarti hukum-hukum atau ketentuan-ketentuan, khususnya hukum-hukum Islam. Dengan maksud yang sama, yaitu membungkus kesyirikan sihir yang mereka lakukan, para ahli hikmah tersebut menamakan usaha ikhtiar mereka yang sebenarnya adalah sihir dengan nama sareat.
Banyak sekali bentuk-bentuk sihir yang dibungkus dengan nama ilmu hikmah dan sareat dengan tujuan pengelabuan, di antaranya ilmu kedigdayaan, pengobatan alternatif, pengobatan gaib, ramalan dan lain-lainnya.
Para tukang sihir selalu melahirkan nama-nama baru untuk diri mereka dengan tujuan utama mengelabui umat manusia. Nama-nama itu disesuaikan dengan cara mereka melakukan sihir dan diberikan dasar-dasar logika agar bisa diterima orang banyak tanpa mengetahui bahwa yang sebenarnya mereka lakukan adalah hasil penghambaan kepada setan, karena secara teoritis semua agama menolak bermitra dengan setan. Walaupun pada hakikatnya semua agama selain Islam bermitra dengan setan.
Dalam bahasa Arab tukang sihir disebut as-sahir. Sedangkan para peramal yang juga pada hakikatnya bermitra dengan setan dinamakan al-`arrof, al-kahin, al-munajjim (tukang ramal melalui perbintangan). Mereka semua adalah para penyembah setan yang mendapat bantuan setan dalam melakukan aksinya sebagai imbalan peribadatan mereka dan sebagai usaha setan dalam mencelakakan umat manusia.
Diantara nama-nama tukang sihir di masa kini adalah dukun, orang pintar, ahli hikmah, ahli supranatural, ahli hipnotis, paranormal, mentalis, energi healer, spiritualis, metafisikian, tukang sulap, magician dan istilah-istilah menjebak lainnya.
PERINGATAN… !!
Dalam seluruh pemujaan atau persembahan atau kurban untuk makhluk gaib, maka sebenarnya makhluk gaibnya adalah setan dari bangsa jin dan bukan sama sekali roh leluhur atau malaikat.
Wajib atas kaum muslimin menjauhi semua perbuatan- perbuatan sihir dan mistik serta para pelakunya dan memusuhi mereka.
Untuk membentengi dan mengobati diri dari kejahatan sihir dan mistik, Islam telah mengajarkan umatnya zikir dan doa-doa yang diantaranya :
بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
Masing-masing dibaca 3x
“Mengumpulkan dua telapak tangan. Lalu ditiup dan dibacakan: Qul Huwallohu Ahad (surat al-Ikhlash), Qul A’udzu bi Robbil Falaq (surat al-Falaq) dan Qul A’udzu bi Robbin Nas (surat an-Nas). Kemudian dengan dua telapak tangan mengusap tubuh yang dapat dijangkau dengannya. Dimulai dari kepala, wajah dan tubuh bagian depan sebanyak 3x”
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقَابِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَنْ يَحْضُرُونِ
atau
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ
Jangan lupa pula untuk membacakan isti`adzah (perlindungan) kepada anak kita sebagai berikut:
أُعِيْذُكَ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ
Jika kita terkena sihir, maka ikhtiarlah dengan melakukan hal-hal yang diajarkan Islam, di antaranya:
Persiapan: Siapkan 7 helai daun bidara hijau, dan seember air yang cukup untuk mandi.
Caranya:
Cara seperti ini bisa dilakukan beberapa kali, sampai pengaruh sihirnya hilang.
Caranya:
Baca surat Al-Fatihah, ayat Kursi, dua ayat terakhir surat Al-Baqoroh, surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas dengan mendekatkan kedua telapak tangan ke mulut selagi mem-bacanya. Dibaca sebanyak 3 kali, setiap kalinya ditiupkan ke kedua telapak tangan. Lalu diusapkan ke bagian tubuh yang sakit atau ke seluruh tubuh.
Cara ini adalah metode menghilangkan sihir yang paling mujarab. Hanya saja, cara ini agak sulit dilakukan, karena harus diketahui simpul sihir yang ditanam oleh dukun. Jika simpul sihir ini bisa dihancurkan maka pengaruh sihir akan hilang total. Simpul ini bak pangkalan militer bagi si dukun untuk menyihir obyek sasaran. Jika simpul itu didapatkan maka dibuka ikatannya (diurai) kemudian setelah diurai dimusnahkan (dibakar atau lainnya). Jika tidak bisa ter-musnahkan dengan cara ini maka uraian simpul tersebut direndamkan di dalam air yang sudah dibacakan seperti yang disebutkan di atas.
Sebagaimana terdapat riwayat yang sohih dari Nabi bahwa beliau berdoa kepada Alloh tentang sumber sihir yang menimpa beliau, kemudian Alloh tunjukkan bahwa pangkalnya ada di dalam sumur, dengan rambut dan potongan sisir dibungkus mayang kurma jantan. Ketika benda itu dikeluarkan, pengaruh sihir itu langsung hilang, seolah beliau baru terbebas dari ikatan. Inilah metode yang paling ampuh untuk mengobati orang yang terkena sihir. Seperti halnya menghilangkan sumber penyakit dalam tubuh.
Artikel:
www.inilahfikih.com