KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
DELAPAN AMALAN YANG DAPAT MENDATANGKAN RIZKY
Assalamualaikum, dari Tono, apa ada amalan untuk kelancaran rizki?
Jawaban:
Walaikumussalam. Syaikh Dr. Fadhl Ilahi dalam bukunya “Mafaatiihu ar-Rizqi Fii Dhau-i al-Kitab wa as-Sunnah” menyebutkan kunci-kunci rezeki di antaranya adalah sebagai berikut;
Di antara sebab terpenting diturunkannya rezeki adalah istighfar atau memohon ampun dan taubat kepada Alloh Yang Maha Pengampun dan Maha Menutupi kesalahan. Alloh menyebutkan tentang Nuh yang berkata kepada kaumnya, “Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan pula di dalamnya untukmu sungai-sungai.’” (QS. Nuh: 10-12)
Dalam sebuah hadits Rosululloh bersabda,
مَنْ أَكْثَرَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ
“Barangsiapa memperbanyak istighfar atau mohon ampun kepada Alloh, niscaya Alloh menjadikan baginya pada setiap kesedihannya jalan keluar dan pada setiap kesempitan ada kelapangan dan Alloh akan memberinya rezeki yang halal dari arah yang tiada disangka-sangka.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)
Di antara nash yang menunjukkan bahwa takwa termasuk di antara sebab turunnya rezeki adalah, firman Alloh , yang artinya, “Barangsiapa bertakwa kepada Alloh niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Alloh niscaya Alloh akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Alloh melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Alloh telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. ath-Thalaq: 2-3)
Tawakkal menurut Imam al-Ghazali adalah, ‘Penyandaran hati hanya kepada wakil atau yang ditawakkali semata.’ Termasuk di antara sebab diturunkannya rezeki adalah bertawakkal kepada Alloh. Rosululloh bersabda, “Sungguh, seandainya kalian bertawakkal kepada Alloh sebenar-benar tawakkal, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana rezeki burung-burung. Mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR. Ahmad, di dalam al-Musnad, no. 205)
Di antara kunci-kunci rezeki adalah beribadah kepada Alloh sepenuhnya. Yakni, hendaklah seorang hamba beribadah dengan hati dan jasadnya, khusyu’ dan merendahkan diri di hadapan Alloh Yang Maha Esa, menghadirkan dalam hati betapa besar keagungan Alloh , benar-benar merasakan kedekatan ketika sedang bermunajat kepada Alloh Yang Maha Menguasai dan Maha Menentukan. Yakni, beribadah sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadits, “Hendaklah, kamu beribadah kepada Alloh seakan-akan kamu melihat-Nya. Jika kamu tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu.” (HR. Muslim).
Rosululloh bersabda, “Tuhan kalian berfirman, ‘Wahai anak Adam, beribadahlah kepada-Ku sepenuhnya, niscaya Aku penuhi hatimu dengan kekayaan dan Aku penuhi kedua tanganmu dengan rezeki. Wahai anak Adam!, jangan jauhi Aku sehingga Aku penuhi hatimu dengan kefakiran dan Aku penuhi kedua tanganmu dengan kesibukan.” (HR. al-Hakim)
Di antara pintu-pintu rezeki adalah silaturrahim. Rosululloh bersabda, “Siapa yang senang untuk dilapangkan rezekinya dan diakhirkan ajalnya atau dipanjangkan umurnya maka hendaklah ia menyambung tali silaturrahim.” (HR. al-Bukhari, no. 5985)
Alloh berfirman, artinya, “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Alloh akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’ : 39)
Rosululloh bersabda, “Alloh berfirman, “Wahai anak adam, berinfaklah, niscaya Aku berinfak atau memberi rezeki kepadamu.” (HR. Muslim)
Termasuk kunci-kunci rezeki adalah memberi nafkah kepada orang yang sepenuhnya menuntut ilmu syariat atu agama. Anas bin Malik mengatakan, “Dahulu ada dua orang saudara pada masa Rosululloh . Salah seorang darinya mendatangi Nabi yakni untuk mencari ilmu dan pengetahuan dan saudaranya yang lain bekerja. Lalu, saudaranya yang bekerja itu mengadu kepada Nabi maka beliau bersabda, “boleh jadi engkau diberi rezeki dengan sebab dia.” (HR. at-Tirmidzi, no.2448)
Termasuk di antara kunci-kunci rezeki adalah berbuat baik kepada orang-orang miskin. Rosululloh bersabda, “Bukankah kalian ditolong dan diberi rezeki lantaran orang-orang lemah di antara kalian?” (HR. al-Bukhari, no.108).
Wallahu a`lam