KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…

HUKUM ADZAN PADA BAYI YANG BARU LAHIR
Jika kita membaca kitab-kitab para ulama baik klasik maupun kontemporer maka kita akan mendapati bahwa mayoritas ulama menganjurkan adzan pada bayi yang baru lahir, terutama dalam kitab-kitab ulama syafii.
Bisa disimpulkan bahwa mayoritas ulama menganjurkan adzan pada bayi yang baru lahir. Kami telah mengumpulkan sejumlah keterangan dan pemaparan ulama dalam masalah ini. Berikut keterangan dan pemaparan ulama tentang hukum adzan pada bayi yang baru lahir:
Al-Imam An-Nawawi Asy-Syafii rahimahullah dalam kitab Al-Adzkar mengatakan:
روينا في سنن أبي داود والترمذي وغيرهما، عن أبي رافع رضي اللّه عنه مولى رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم قال؛ رأيتُ رسولَ اللّه صلى اللّه عليه وسلم أذّن في أُذن الحسن بن عليّ حينَ ولدتهُ فاطمةُ. قال الترمذي: حديث حسن صحيح
Diriwayatkan dalam sunan Abu Dawud, At-Tirmidzi dan yang lainnya dari Abi Rafi radhiyallahu anhu – budak yang dibebaskan- Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ia berkata: Aku melihat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengadzani Hasan bin Ali di kupingnya saat Fatimah melahirkannya. (At-Tirmidzi berkata: hadis Hasan Sahih)
قال جماعة من أصحابنا: يُستحبّ أن يؤذّن في أُذنه اليمنى ويُقيم الصلاة في أُذنه اليسرى
Sekumpulan sahabat kami (ulama syafii) mengatakan, dianjurkan adzan di kuping kanan bayi dan iqomat di kuping kiri.
وقد روينا في كتاب ابن السني، عن الحسين بن عليّ رضي اللّه عنهما قال: قال رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم: مَنْ وُلِدَ لَهُ مَوْلُودٌ فأذَّنَ في أُذُنِهِ اليُمْنَى، وأقامَ في أُذُنِهِ اليُسْرَى لَمْ تَضُرّهُ أُمُّ الصّبْيانِ
Diriwayatkan dalam kitab Ibnu Sunni dari Husain bin Ali radhiyallahu anhuma ia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Barang siapa dikaruniai anak yang baru lahir kemudian adzan di kuping kanannya dan iqamat di kuping kirinya niscaya ummu shibyan (yaitu salah satu nama jin) tidak akan bisa membahayakannya”.
Imam Taqiyuddin Al-Hishni Asy-Syafii rahimahullah berkata:
“Dianjurkan adzan di kuping kanan bayi dan iqamat di kuping kirinya. Diriwayatkan dari sahabat radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adzan di kuping Husain ketika Fatimah melahirkannya, hadis riwayat Ahmad, At-Tirmidzi dan ia mensahihkannya, dan sepertinya juga (di kuping) Hasan. Umar bin Abdul Aziz adzan di kuping kanan dan iqamat di kuping kiri pada kelahiran anak-anaknya, hadis diriwayatkan Ibnul Mundzir. Dalam kitab Al-Bahr dan kitab Al-Ibanah disebutkan agar membaca surat Ali-Imran ayat 36. ” (Lihat Kitab Kifayatul Akhyar)
Imam Ibnu An-Naqib Asy-Syafii rahimahullah dalam kitabnya umdatus salik wa uddatun nasik berkata:
“Dianjurkan adzan di kuping kanan bayi dan iqamat di kuping kirinya. ”
Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah dalam kitabnya Tuhfatul Maulud membuat bab khusus, yaitu bab sunnahnya adzan pada bayi yang baru lahir.
Syaikh Jamal Abdurrahman hafidzahullah dalam kitabnya Athfalul Muslimin Kaifa Rabbaahumun Nabiyyun memilih pendapat yang mensunnahkan adzan pada bayi yang baru lahir.
Syaikh Muhammad bin Saleh Al-Utsaimin rahimahullah dalam ceramah singkatnya berkata: Hadis tentang iqomat pada bayi adalah dhoif, adapun hadis tentang adzan lebih kuat sehingga dianjurkan untuk mengadzani anak ketika lahir di kuping kanan. ( http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=112593)
Dalam salah satu situs Islam yang dibina oleh Syaikh Soleh Al-Munajjid hafidzahullah dikatakan:
فالأذان في أذن المولود اليمنى والإقامة في أذنه اليسرى كلاهما مستحب عند بعض أهل العلم، وهذا قول الشافعية والحنابلة والحنفية أيضا
“Adapun adzan di kuping kanan bayi dan iqamat di kuping kiri, keduanya adalah sunnah menurut sebagian ahli ilmu, dan ini pendapat Syafiiyyah, Hanabilah, dan juga Hanafiyah.” (http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=112593)
Syaikh bin Baz rahimahullah berkata:
هذا مشروع عند جمع من أهل العلم، وقد ورد فيه بعض الأحاديث، وفي سندها مقال، فإذا فعله المؤمن حسن؛ لأنه من باب السنن ومن باب التطوعات. ………… ولكن إذا فعل ذلك المؤمن للأحاديث التي أشرنا إليها فلا باس، لأنه يشد بعضها بعضاً، فالأمر في هذا واسع، إن فعله حسن لما جاء في الأحاديث التي يشد بعضها بعضاً، وإن تركه فلا بأس
“Ini disyariatkan menurut sejumlah ahli ilmu, dan telah terdapat beberapa hadis, dalam sanadnya terdapat catatan (atas kesahihannya), apabila (amalan ini) dilakukan orang mukmin maka hal itu adalah baik, karena masuk kategori sunnah dan amalan tambahan yang dianjurkan………….akan tetapi apabila orang mukmin melakukannya atas dasar hadis-hadis yang kami isyaratkan tadi maka tidak mengapa, karena hadis saling menguatkan, perkara ini masuk dalam masalah yang ditoleransi (boleh memilih pendapat), apabila dilakukan maka hal itu baik berdasarkan hadis yang saling menguatkan, apabila ditinggalkan juga tidak mengapa. ”
Syaikh Kamil Muhammad dalam kitabnya Al-Jami’ fii Fiqhi An-Nisa’ menganjurkan adzan pada bayi yang baru lahir.
Inilah sejumlah keterangan dan pemaparan ulama klasik dan kontemporer seputar hukum adzan pada bayi yang baru lahir. Wallahu A’lam
Oleh: Abul Fata Miftah Murod, S. Ud, Lc
Bogor, 12 Agustus 2017
Artikel:
www.inilahfikih.com
www.alghurobasite.wordpress.com