KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…

Puasa Pada Bulan Dzulhijjah Di Tanggal 1-9 Atau Hanya Di Tanggal 9?
Berdasarkan keumuman hadis sahih bahwa di sepuluh hari pertama bulan dzulhijjah sangat dianjurkan untuk memperbanyak beramal saleh karena pada hari-hari itu amalan saleh lebih dicintai oleh Allah daripada di hari-hari lainnya.
ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ ﺃﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ : ﻣﺎ ﻣﻦ ﺃﻳﺎﻡ ﺍﻟﻌﻤﻞ ﺍﻟﺼﺎﻟﺢ ﻓﻴﻬﺎ ﺃﺣﺐ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﻫﺬﻩ ﺍﻷﻳﺎﻡ – ﻳﻌﻨﻲ ﺃﻳﺎﻡ ﺍﻟﻌﺸﺮ – ﻗﺎﻟﻮﺍ : ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻻ ﺍﻟﺠﻬﺎﺩ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ؟ ﻗﺎﻝ ﻭﻻ ﺍﻟﺠﻬﺎﺩ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻻ ﺭﺟﻞ ﺧﺮﺝ ﺑﻨﻔﺴﻪ ﻭﻣﺎﻟﻪ ﺛﻢ ﻟﻢ ﻳﺮﺟﻊ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﺑﺸﻲﺀ
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah ?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun”. (HR. Al-Bukhari)
ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻋﻤﺮ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ ﻋﻦ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ : ﻣﺎ ﻣﻦ ﺃﻳﺎﻡ ﺃﻋﻈﻢ ﻭﻻ ﺍﺣﺐ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻌﻤﻞ ﻓﻴﻬﻦ ﻣﻦ ﻫﺬﻩ ﺍﻷﻳﺎﻡ ﺍﻟﻌﺸﺮ ﻓﺄﻛﺜﺮﻭﺍ ﻓﻴﻬﻦ ﻣﻦ ﺍﻟﺘﻬﻠﻴﻞ ﻭﺍﻟﺘﻜﺒﻴﺮ ﻭﺍﻟﺘﺤﻤﻴﺪ
Dari Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid. ” (HR. Ahmad)
Imam Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah berkata dalam kitabnya Latoiful Ma’arif pada bab “Amalan-amalan pada bulan dzulhijjah”: “Jika amal ibadah pada sepuluh hari tersebut lebih utama dan lebih Allah cintai daripada amal pada waktu yang lain dalam setahun, maka amalan kecil pada saat itu lebih baik daripada amalan utama di luar waktu tersebut. ”
Diantara amal saleh yang seharusnya dilakukan seorang hamba adalah berpuasa, maka dianjurkan berpuasa pada tanggal 1 hingga tanggal 9 dzulhijjah dan yang paling ditekankan lagi dari 9 hari tersebut adalah di tanggal 9 yaitu hari arafah bagi yang tidak menunaikan ibadah haji.
Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah juga berkata: “Dalam kitab Al-Hikayat Abu Amr An-Naisaburi menyebutkan riwayat dari Humaid bahwa ia mengatakan, Aku mendengar Ibnu Sirin dan Qatadah berkata, Puasa setiap hari dari sepuluh hari pada bulan dzulhijjah setara dengan setahun.” Abdurrazak meriwayatkan dari Ja’far dari Hisyam dan Hasan, ia berkata, Puasa sehari dari sepuluh hari bulan dzulhijjah seperti puasa dua bulan”. (Kitab Latoiful Ma’arif)
Ucapan para ulama yang mengatakan pahala puasa di hari-hari bulan dzulhijjah setara dengan puasa setahun atau setara dengan 2 bulan didasarkan pada hadis-hadis nabi yang menyebutkan pelipat gandaan pahala di hari-hari bulan dzulhijjah namun kebanyakan hadisnya lemah bahkan ada yang palsu sebagaimana dikatakan oleh Imam Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah. Akan tetapi untuk anjuran berpuasa di 9 hari pertama bulan dzulhijjah dilandaskan pada keumuman hadis sahih.
Ibnu Rajab Al-Hambali melanjutkan perkataannya: “Diantara sahabat yang biasa berpuasa pada sepuluh hari bulan dzulhijjah adalah Abdullah bin Amr radhiyallahu anhuma. Sebelumnya juga disebutkan bahwa Hasan, Ibnu Sirrin dan Qatadah menganjurkan untuk berpuasa dan ini adalah perkataan mayoritas ulama. (Kitab Latoiful Ma’arif)
Imam An-Nawawi Asy-Syafii rahimahullah berkata ” …Tidak dimakruhkan puasa sembilan hari pertama dibulan Dzulhijjah bahkan sangat dianjurkan terutama ditanggal sembilannya yaitu hari arafah”. (Syarah Shahih Muslim)
Kekhususan berpuasa pada tanggal 9 dzulhijjah atau disebut dengan hari arafah berdasarkan hadis dari Hunaidah bin Khalid meriwayatkan dari istrinya, dari sebagian istri-istri Nabi shallallau ‘alaihi wasallam yang mengatakan, “Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa pada tanggal sembilan Dzulhijjah, hari asyura, dan tiga hari pada setiap bulannya”. (HR. Ahmad)
Juga hadis dari Abu Qatadah radhiyallahu anhu ia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ditanya tentang puasa hari arafah, beliau menjawab: Menghapus dosa-dosa pada tahun yang berlalu dan yang akan datang.” (HR. Muslim)
Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata: “Hadis ini menunjukkan keutamaan berpuasa pada 10 hari pertama bulan dzulhijjah yaitu 9 hari pertama bulan dzulhijjah, disebutkan “sepuluh hari” karena penggenapan bilangan dengan disertai tanggal 10 dzulhijjah, akan tetapi maksudnya adalah sembilan hari karena dihari raya idul adha (tanggal 10 dzulhijjah) dilarang berpuasa.” (Syarah Riyadhus Salihin Pustaka ibnul Jauzi Kairo)
Kesimpulannya bahwa seseorang bisa melakukan puasa pada tanggal 1-9 dzulhijjah atau bisa juga di tanggal 9 saja atau berpuasa di hari senin dan kamisnya ditambah dengan tanggal 9 dzulhijjah atau bisa juga puasa daud di tanggal 1-9 dzulhijjah, semua itu adalah bagian dari amal saleh yang sangat dicintai oleh Allah Ta’ala. Wallahu A’lam
Oleh: Abul Fata Miftah Murod, S. Ud, Lc
Bogor, 23 Agustus 2017/1 Dzulhijjah 1438 H
Artikel:
www.inilahfikih.com
www.alghurobasite.wordpress.com