Menjaga Sholat Lima Waktu

Menjaga Sholat Lima Waktu

Setelah syahadat, sholat merupakan konsekwensi pertama dari persaksian keislaman seseorang, bahkan zakat, puasa  dan  ibadah haji tidak akan diterima bila seseorang meninggalkan sholat.  Karena para ulama, baik  salaf maupun kholaf telah berijma’ (sepakat) bahwa tidak ada suatu pekerjaan (ibadah) yang bila meninggalkannya dihukumi kafir selain sholat.

Dari Jabir  bahwa, Rasulullah  bersabda “Sesungguhnya (batasan) antara seseorang dengan kemusyrikan dan kekufuran adalah meninggalkan sholat.” (HR. Muslim )

Inilah pendapat yang rojih yang dipegang oleh Ahlus Sunnah, sementara mereka yang membedakan antara iman dan amal (seperti golongan murji’ah) tetap menyatakan bahwa mening-galkan sholat tidak kafir selama dia tidak mengingkari kewajibannya. Padahal orang yang meninggalkan sholat berarti dia telah me-ngingkari Islam dengan perbuatannya.

Permasalahan yang timbul adalah bagaimana orang yang meninggalkan sholat sebagiannya saja (kadang-kadang luput mengerjakan sholat wajib tertentu seperti Subuh atau lainnya), selama ia tidak mengingkari kewajibannya, Pendapat yang kuat adalah ia berdosa besar, melebihi dosa berzina, mencuri dan dosa besar lainnya selain syirik kepada Alloh .

Sebagai orang yang mengaku beriman, sholat maktubah (sholat fardhu) merupakan hal lazim dilakukan bahkan ia sudah menjadi kebutuhan, karena sholat maktubah tidak boleh ditinggalkan, di mana-pun dan dalam kondisi apapun.

Keutamaan Sholat 5 Waktu

  1. Pembeda antara iman dan kufur

Dari Buraidah bin al-Hushoib  berkata, Rosululloh  bersabda:

“Perjanjian antara kami dengan mereka adalah sholat, barang-siapa meninggalkannya maka dia kafir.” (HR. Ahmad, at-Tirmidzi dan an-Nasa`i dishohihkan al-albani dalam Shohih at-Targhib wa at-Tarhib, 1/226)

  1. Penghapus dosa

Rosululloh  bersabda:

“Menurut kalian seandainya ada sungai di depan pintu rumah salah seorang dari kalian di mana dia mandi di dalamnya setiap hari lima kali, apakah masih ada kotorannya yang tersisa sedikitpun?” Mereka menjawab,”Tidak ada kotoran yang tersisa sedikit pun. ”Rosulullah  bersabda,  “Begitulah perumpamaan sholat lima waktu, dengannya Alloh menghapus kesalahan-kesalahan.” (HR. al-Bukhori dan Muslim)

  1. Amal yang pertama kali dihisab

Rosulullah  bersabda: “Sesung-guhnya perkara pertama yang dihisab atas seorang hamba adalah sholatnya…”. jika dia menyempur-nakannya, dan jika tidak maka dilihat apakah dia mempunyai sholat sun-nah, jika dia memiliki sholat sunnah maka sholat wajibnya disempurnakan dari sholat sunnahnya kemudian amal-amal lainnya diangkat di atas itu.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah  dishohihkan al-Albani)

Kiat menjaga Sholat 5 Waktu

  1. Berilmu/ Mengetahui hakikat Sholat 5 Waktu

Ilmu merupakan dasar dari perkataan dan perbuatan seorang hamba, orang yang tidak mengetahui bahwa setiap ucapan dan perbuatan akan dicatat dan diperhitungkan di hari akhirat, akan berkata dan berbuat semaunya, perkataannya tidak mengandung manfaat dan perbuat-annya hanya mengikuti hawa nafsu. Begitu pula bila seseorang tidak menge-tahui hakikat sholat, ia akan meremehkan bahkan meninggalkan sholat 5 waktu. Untuk itu kita perlu mengilmui sholat 5 waktu, hakikat dan tata caranya. Banyak sekali  motivasi dan tuntunan sholat, baik dari buku atau sumber informasi lainnya. Yang perlu ditekankan adalah bagaimana sholat seperti sholatnya Rosululloh , karena seperti  beliaulah kita diperintahkan mengerjakan sholat.

  1. Melaksanakan sholat 5 waktu dengan berjama’ah di masjid

Pendapat yang kuat adalah yang menya-takan bahwa sholat ( 5 waktu) berjamaah di masjid adalah hukumnya wajib bagi pria mu-kallaf. Walaupun pada kenyataannya sebagian besar  dari kita menyepelekannya. Banyak dalil dan indikasi yang menyatakan kewajiban sholat berjamaah di antaranya:

Sabda Rosululloh :

“Barangsiapa mendengar panggilan (adzan), lalu tidak memenuhinya, maka sama sekali tiada sholat baginya, kecuali orang-orang yang berud-zur.” (HR. Ibnu Majah, al-Hakim dan al-Baihaqi)

  1. Selalu berpakaian suci dan bersih

Sering sekali kita dapati ( terutama mereka yang bekerja di luar ruangan) beralasan paka-ian kotor atau ada najis ketika kita ajak untuk sholat, walaupun bisa saja alasan itu karena keengganannya, namun menjaga diri dalam keadaan suci dan bersih adalah sunnah Rosululloh  yang harus kita terapkan karena mempunyai banyak hikmah, diantaranya selalu siap untuk melaksanakan sholat.

  1. Menyempurnakan wudhu

Sholat tanpa wudhu, bila wudhu kita tidak sempurna dalam syarat dan rukunnya maka sholat kitapun tidak akan bernilai, untuk itu kita perlu meneliti kembali apakah wudhu kita sudah sesuai dengan tuntunan Rosululloh .

  1. Bersiap menjelang adzan dan bersegera menuju masjid

Sebagai makhluk sosial kita banyak mela-kukan aktifitas di dalam maupun di luar rua-ngan, agar tidak tertinggal sholat berjama’ah kita memerlukan waktu jeda antara aktifitas kita dan waktu sholat,  setidaknya 5 menit sebelum masuk waktu sholat selayaknya kita sudah dalam keadaan bersiap melaksanakan sholat sehingga tidak ada lagi istilah tanggung, pakaian kotor, masih berkeringat atau sebab lainnya ketika adzan dikumandang-kan, apalagi pada umumnya di masyarakat kita antara adzan dan iqomah tidak di-berikan waktu yang cukup untuk bersiap-siap.

  1. Mengiringi sholat fardhu dengan sunnah rowatib dan nawafil

Rosululloh  bersabda:

“Sesungguhnya perkara pertama yang dihisab atas seorang hamba adalah sholatnya, jika dia menyem-purnkan- nya, dan jika tidak maka dilihat apakah dia mempunyai sholat sunnah, jika dia memiliki sholat sunnah maka sholat wajibnya di-sempurnakan dari sholat sunnahnya kemudian amal-amal lainnya diang-kat diatas itu.”  (HR. Ahmad dan Ibnu Majah dishohihkan al-Al-bani)

Sholat seseorang tidak akan pernah sampai dalam kesempurnaan, baik kualitas maupun kuantitasnya, oleh karena itu untuk menyempurnakan kekurangan ter-sebut kita sangat dianjurkan untuk menutupinya dengan sunnah rowatib (qobliyah dan ba’diyah) dan nawafil (seperti tahajud dhuha dll.) selain itu bila sese-orang dalam kondisi sehat dan normal malas mengerjakan sholat sunnah, maka disaat sakit dan kondisi yang tidak normal sangat mungkin akan mening-galkan sholat yang wajib.

  1. Menjauhi maksiat dan perbuatan sia-sia

Sebagaimana amal sholeh dapat men-cegah dan menghapus kesalahan, maka kemaksiatan  dapat menghalangi kita dari ketaatan, agar seseorang ringan dalam melaksanakan sholat 5 waktu maka hal yang perlu dihindari adalah maksiat dan perbuatan sia- sia.

Diantara sunnah Rosululloh  adalah segera tidur setelah shalat isya bila tidak ada hal bermanfaat yang dikerjakan, namun kita dapati saat ini manusia menonton acara televisi hingga akhir malam, bahkan hingga dini hari masih menyaksikan pertandingan sepakbola sehingga lalai melaksanakan sholat subuh, Syaikh ‘Utsaimin  ketika ditanya tentang kondisi tersebut mengatakan” Sholat Subuh yang di undur sampai habis waktunya, sedang-kan dia mampu untuk mengerjakan tepat pada waktunya, maka sholatnya tidak diterima, karena dia bisa tidur lebih awal. Jika seseorang menunda Sholat hingga habis waktunya tanpa ada sebab (yang dibenarkan)  kemudian dia mengerjakannya maka sholatnya tidak dite-rima.” Di era teknologi informasi kita dapati (terutama dari kaum muda) duduk didepan layar monitor untuk chatting, browsing  atau-pun asyik ber game online dan facebook an tanpa kenal waktu hingga melalaikan sholat maktubah.

Sumber:

(Disalin dari Buletin As-Silmi Bogor)

Artikel:

www.inilahfikih.com

Store:

www.toko.inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *