KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
MERETAS RUMAH ISLAMI DI ROMADHON YANG DIBERKAHI
Alloh berfirman: “Maka apakah orang-orang yang men-dirikan masjidnya di atas dasar takwa kepada Alloh dan keridhoan-(Nya) itu yang lebih baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam. Dan Alloh tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zholim.” (QS at-Taubah [9]: 109)
Rumah tangga Islami adalah rumah tangga yang dibangun di atas fondasi ketakwaan kepada Alloh . Tiang-tiangnya adalah ke-takwaan, tali perekatnya adalah amal-amal sholeh, dan pertamanan-nya adalah ketaatan terhadap perintah-Nya.lloh berfirman: “Maka apakah orang-orang yang men-dirikan masjidnya di atas dasar takwa kepada Alloh dan keridhoan-(Nya) itu yang lebih baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam. Dan Alloh tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zholim.” (QS at-Taubah [9]: 109)
Alloh berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, peli-haralah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, yang tidak mendurhakai Alloh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. at-Tahrim [66]: 6)
Rumah tangga adalah amanah, dan beban tanggung jawab yang perlu dimenej dan diatur sedemikian rupa. Apakah anda termasuk pemimpin yang perhatian, dan pengelola yang amanah? Semoga demikian halnya!
Rosululloh bersabda dalam sebuah hadits shohih: “Kalian se-mua adalah pemimpin, dan kalian semua akan dimintai pertanggung-jawaban atas kepemimpinan kalian.” (HR. al-Bukhori dan Muslim)
Bentuk perhatian kita terhadap rumah tangga kita, baik pada bulan Romadhon maupun bulan-bulan yang lain, adalah dengan memerintahkan keluarga untuk mendirikan sholat, di mana Alloh berfirman: “Dan ia menyuruh ahli (keluarga)nya untuk mendirikan sholat dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhoi di sisi Robbnya.” (QS. Maryam [19]: 55)
Sesungguhnya, perkara yang paling diperlukan dalam rumah tangga islami adalah seorang bapak yang lurus (dengan ajaran Islam) dan ibu yang beriman, dimana keduanya akan senantiasa membina seluruh penghuni rumah dengan baik.
Alloh berfirman:“Sesungguhnya Alloh menyuruh kalian untuk menyampai-kan amanah kepada yang berhak meneri-manya.” (QS. an-Nisa’ [4]: 58)
Demikianlah, di antara amanah yang paling agung dalam Islam adalah amanah dalam membina keluarga, serta bagaimana mengarahkannya pada kebaikan.
Rumah tangga Islami senantiasa dipe-nuhi dan diramaikan dengan dzikir, mem-baca al-Qur’an, khusyu’ dalam beribadah dan ketakwaan, khususnya di bulan Roma-dhon. Istilahnya 100% full ibadah.
Rumah tangga Islami akan menum-buhkembangkan Sunnah Rosululloh dalam hal makanan, minuman, saat ma-suk dan keluar rumah, cara bangun dan sebelum tidur. Atau istilahnya 100% full Sunnah.
Rumah tangga Islami akan memuliakan hijab, menaati perintah Alloh , menilainya sebagai kemuliaan dan keagungan bagi wanita, serta mengharapkan pahala dan balasan dari-Nya.
Betapa banyak rumah-rumah yang tertimpa bencana oleh nyanyian, sehingga hati para penghuninya terasa sempit, masa depan mereka sia-sia, dan potensi yang ada dalam dirinya akan semakin mele-mah.
Nyayian dan kesia-siaan telah me-masuki sebagian rumah, maka aktivitas dzikir akan hilang darinya, ketenangan ji-wa, rasa takut, dan ketundukan juga sirna nyaris tak terasakan.
Alloh berfirman:“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergu-nakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Alloh tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Alloh itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh adzab yang menghinakan.” (QS. Luqman [31]: 6)
Maksud dari kalimat ‘ucapan yang sia-sia’ –sebagaimana penafsiran para ula-ma- adalah al-ghina’ (nyanyian). Betapa sering nyanyian itu menelantarkan ni-lai-nilai yang agung, menghinakan prin-sip-prinsip mulia, dan mengacaukan akal pikiran.
Rumah tangga Islami adalah rumah yang dibangun atas landasan dzikrulloh dan tidur pun atas landasan dzikrulloh, jauh dari permainan dan kesia-siaan. Alloh berfirman: “…dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna.” (QS. al-Mu’minun [23]: 3)
Dalam rumah tangga yang Islami akan tumbuh rasa malu kepada Alloh , di mana Rosululloh pernah bersabda dalam hadits shohih: “Wahai manusia, hendaklah kalian malu kepada Alloh dengan sebenar-benarnya malu. Bentuk malu kepada Alloh dengan sebenar-benarnya adalah dengan menjaga kepala dan apa yang diperhatikannya, menjaga perut dan apa yang (masuk) ke dalamnya. Hendaknya engkau memikirkan kematian dan berbagai malapetaka. Dan barang-siapa yang menginginkan akhirat niscaya ia tinggalkan gemerlap dunia.” (HR. at-Tirmidzi dan Ahmad)
Rumah orang-orang sholeh bergemu-ruh dengan aktivitas dzikir kepada Alloh, Robb semesta alam. Di dalamnya terpan-car cahaya hidayah yang membumbung tinggi, seolah pancarannya berasal dari bukit Tursina.
Seandainya rumah-rumah Islami me-masukkan ilmu-ilmu syariat ke setiap su-dutnya, tentu ia akan menjadi taman ampunan Alloh dan kebun-kebun yang membuahkan aneka pengetahuan.
Sesungguhnya, sebuah rumah meng-inginkan beberapa hal yang penting. Di antaranya, yang paling penting adalah menjaga sholat fardhu lima waktu dengan khusyu’, ruku’nya, sujudnya, dan dengan penjiwaannya. Juga mengisinya dengan banyak melantunkan ayat-ayat suci al-Qur’an, baik di siang hari maupun malam, menjaga dzikir kepada Alloh baik di kala pagi maupun sore, dan meng-hidupkan sunnah-sunnah Rosululloh da-lam setiap detik kehidupan. Rumah juga menginginkan agar segala sesuatu yang tidak ada manfaat dan gunanya dikeluar-kan darinya, serta sepi dari senda gurau (yang tidak pantas) dan kedustaan.
Alloh berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Robb kami ialah Alloh’ kemudian mereka me-neguhkan pendirian mereka, maka ma-laikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): ‘Janganlah kalian merasa takut dan janganlah merasa sedih; dan bergembiralah kalian dengan (mempe-roleh) surga yang telah dijanjikan Alloh kepada kalian.” (QS. Fushshilat [41]: 30)
Juga dalam firman-Nya: “Alloh mene-guhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam ke-hidupan di dunia dan di akhirat; dan Alloh menyesatkan orang-orang yang zholim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.” (QS. Ibrohim [14]: 27)
Sungguh bulan Romadhon akan men-curahkan kedamaian dan melimpahkan ke-tenteraman dalam rumah kaum Muslimin. Ia membangunkan penghuninya untuk melaksanakan sholat malam, mengajak berpuasa di siang hari, dan selalu berdzikir kepada Alloh .
Alloh berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Alloh dan mendirikan sholat dan menaf-kahkan sebagian dari rezki yang Kami anu-gerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Alloh menyempurna-kan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Alloh Maha Pengam-pun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir [35]: 29-30)
Allohu a’lam
Sumber:
(Disalin dari Buletin As-Silmi Bogor)
Artikel:
www.inilahfikih.com