KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
Shalat Tahiyatul Masjid Wajib Atau Sunnah?
Imam Al-Qodhi Ibnu Rusyd rahimahullah dalam kitabnya Bidayatul Mujtahid Wa Nihayatul Muqtashid dan Syaikh Abdullah bin Shalih Al-Fauzan hafidzahullah dalam kitabnya Minhatul ‘Allam Syarah Bulughul Maram menyebutkan bahwa shalat tahiyatul masjid hukumnya sunnah menurut jumhur (mayoritas ulama).
Dalilnya adalah hadits dari sahabat Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu anhu yang berbunyi:
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَهْلِ نَجْدٍ ثَائِرَ الرَّأْسِ يُسْمَعُ دَوِيُّ صَوْتِهِ وَلَا يُفْقَهُ مَا يَقُولُ حَتَّى دَنَا فَإِذَا هُوَ يَسْأَلُ عَنْ الْإِسْلَامِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَمْسُ صَلَوَاتٍ فِي الْيَوْمِ وَاللَّيْلَةِ فَقَالَ هَلْ عَلَيَّ غَيْرُهَا قَالَ لَا إِلَّا أَنْ تَطَوَّعَ
“….Seorang dari penduduk Najd mendatangi Rasulullah Shallallahu alaihi wa salllam dalam keadan rambut kusut, terdengar gema suaranya yang tidak jelas dan tidak dimengerti apa yang dikatakannya hingga dekat. Ternyata ia bertanya tentang Islam, maka Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menjawab: “Shalat lima waktu sehari dan semalam,” lalu ia bertanya lagi: “Apakah ada yang lainnya atasku?” Beliau shallallahu alaihi wasallam menjawab,”Tidak, kecuali bila engkau mngerjakan shalat sunnah…. ” (HR. Muslim)
Adapun menurut ulama ahlu dzohir seperti Imam Ibnu Hazm rahimahullah berpendapat bahwa shalat tahiyatul masjid hukumnya wajib.
Dalilnya adalah hadits shahih yang berbunyi:
وَعَنْ أَبِي قَتَادَةَ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ اَلْمَسْجِدَ فَلَا يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Dari Abu Qotadah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Jika seseorang di antara kamu memasuki masjid maka janganlah ia duduk kecuali setelah shalat dua rakaat. (Muttafaq Alaihi)
Dalam hadits tersebut Rasulullah memerintahkan shalat 2 rakaat ketika masuk masjid dan melarang duduk sebelum melaksananan shalat 2 rakaat sedangkan hukum asal perintah adalah wajib dan hukum asal larangan adalah haram. Pendapat ini dikuatkan oleh Imam Daqiq Al-‘Id rahimahullah, Imam Ash-Shon’ani rahimahullah dan Imam Asy-Syaukani rahimahullah sebagaimana dijelaskan Syaikh Abdullah bin Shaleh Al-Fauzan hafidzahullah.
Kemudian beliau (Syaikh Abdullah bin Shaleh Al-Fauzan rahimahullah) menyimpulkan bahwa hukum shalat tahiyatul masjid adalah sunnah muakkadah (ditekankan) yang seharusnya tidak ditinggalkan sebagaimana pendapat jumhur ulama.
Jumhur ulama memaknai perintah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam hadits di atas sebagai perintah yang bersifat sunnah tidak sampai pada level wajib ditambah dengan pernyataan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ketika menjawab pertanyaan orang yang berambut kusut ketika datang kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menanyakan tentang Islam sebagaimana dalam hadits yang tertera di atas.
Wallahu a’lam. Semoga bermanfaat
@Abul Fata Miftah, Lc
Artikel:
www.inilahfikih.com