KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
Abu Bakr As-Siddiq Kholifah Islam Pertama yang Adil dan Bijaksana
Abu Bakr Ash-Shidiq adalah sahabat Rosululloh yang utama. Beliau adalah sahabat, sekaligus kawan dekat Rosululloh . Beliau adalah salah seorang yang adil dan banyak sekali berjasa untuk Islam.
Sebelum masuk Islam, Abu Bakr telah memiliki kepribadian yang bersih. walaupun beliau lahir dari keluarga bangsawan yang pada saat itu sangat gemar berpesta pora, berjudi, meminum minuman keras, dan berzina. Abu Bakr tidak pernah meniru kebiasaan buruk bangsa Arab pada umumnya saat itu. Abu Bakr merupakan orang yang selalu merindukan kebenaran.
Beliau selalu bergaul dengan orang-orang yang ahli dalam kitab suci, seperti Waraqah bin Naufal, Qus bin sa’idah, dan Zaid bin Naufal. Oleh sebab itu, walaupun agama Islam belum terlahir saat itu, Abu Bakr tidak menyembah berhala seperti yang dilakukan bangsa Arab pada umumnya saat itu.
Sebagai seorang keturunan bangsawan, Abu Bakr terkenal sebagai seorang yang pandai bergaul, ramah, dan suka menolong orang lain. Rumah Abu Bakr senantiasa dikunjungi orang, tidak hanya karena beliau seorang pedagang dan keahliannya dalam ilmu nasab, tetapi karena keramahan dan sopan santunnya serta sifatnya yang suka menolong orang.
Selain sebagai bangsawan, Abu Bakr merupakan seorang pedagang yang sukses. Kesuksesannya dalam berdagang tersebut disebabkan karena beliau terkenal sebagai seorang yang jujur dan disiplin. Banyak rekan-rekan dagangnya yang sangat percaya pada beliau, sehingga mereka tidak takut untuk bekerja sama dengan beliau dalam berdagang.
Sifat kepribadian yang lain yang membuat Abu Bakr disukai orang, terutama rekan-rekan dagangnya, karena beliau terkenal sebagai orang yang selalu menepati janji. Abu Bakr tergolong sebagai orang yang takut jika mengecewakan orang lain. Namun, saat beliau dikecewakan orang lain, Abu Bakr sangat pemaaf dan penyabar.
Setelah Abu Bakr masuk Agama Islam, serta ikut berjuang bersama Nabi Muhammad , dalam menyiarkan agama Islam, sifat dan kepribadian beliau yang mulia tersebut tidak surut atau berkurang, akan tetapi semakin meningkat. Abu Bakr dengan cepat dapat menerima ajaran-ajaran Islam, karena dari awal memang beliau memiliki kepribadian yang bersih dan cerdas. bahkan ia tidak pernah ragu-ragu dalam meyakini apa yang Nabi ajarkan.
Abu Bakr sangat meyakini tanpa keraguan sedikitpun bahwa apa yang dibawa oleh Rosululloh merupakan suatu kebenaran, sehingga muncul dalam diri Abu Bakr sifat rela berkorban yang sangat tinggi. Hampir seluruh harta kekayaannya beliau relakan dan ia korbankan untuk membantu perjuangan Rosululloh dalam menyiarkan agama Islam. Sifat rela berkorban dan sifat kedermawanan yang dimiliki Abu Bakr , membuat beliau tidak segan-segan mengeluarkan hartanya untuk membebaskan para budak yang mengalami penderitaan. Budak-budak yang berhasil ia bebaskan beliau diantaranya : Bilal bin Rabbah, Abu Fukaifah, Amir bin Fahairah, labibah dan lain-lain. Meski seorang bangsawan, beliau tidak pernah lupa untuk memperhatikan kaum yang lemah dan tertindas.
Tidak hanya pada harta bendanya saja, bahkan jiwa dan raganya pun beliau relakan untuk membantu perjuangan Nabi. Oleh sebab itu, Abu Bakr tidak pernah absen dalam berbagai peperangan, mendampingi, membantu dan melindungi Rasulullah .
Selama membantu perjuangan Rosululloh , Abu Bakr terkenal sangat pemberani. Sifatnya tidak hanya menggentarkan dan menciutkan hati kaum kafir, tetapi juga sangat dikagumi oleh sahabat-sahabat Nabi yang lain. bahkan sahabat Ali bin abi Tholib berkata: “Orang yang paling berani diantara kita adalah Abu Bakr, ketika di Hari Badar setelah kami mendirikan sebuah gubuk untuk Nabi, kami tanyakan siapa yang akan menjaga Nabi dalam gubuk ini? Di saat itu tidak ada yang mau menjawab selain Abu Bakr . Setiap musuh yang berusaha mendekati tempat Nabi , Abu Bakr yang menghantam orang itu dengan pedangnya. Selain itu banyak sekali pertolongan yang diberikan Abu Bakr kepada para sahabat Nabi dan hamba sahaya yang teraniaya oleh kafir Quraisy”.
Abu Bakr orang yang selalu merakyat dan sederhana. Sebelum beliau diangkat menjadi kholifah setelah Rosululloh wafat, Abu Bakr sudah terbiasa memerah susu kambing milik orang kampung. Suatu ketika, Abu Bakr mengetuk rumah seorang penduduk yang sering ia datangi untuk memerah susu kambingnya. Anak pemilik rumah itu berteriak; “Ibu…, ini tukang perah susu kambing datang!” ibunya keluar untuk mengetahui yang datang kerumahnya. Begitu mengetahui yang datang itu adalah Kholifah Abu Bakr , ibu itu marah pada anaknya dan menjelaskan bahwa yang datang adalah kholifah mereka. “tak apa, aku suka dengan sebutan tukang perah susu itu” kata Kholifah Abu Bakr pada ibu itu sambil tersenyum.
Sebagai seorang pemimpin Abu Bakr selalu teguh pendirian dan bermental baja. Walaupun Abu Bakr hanya dua tahun menjabat sebagai kholifah, ia mampu menyelesaikan dan meredam berbagai kekacauan yang terjadi sepeninggal Rosululloh . Bahkan Kholifah Abu Bakr as-Siddiq mampu memperluas wilayah kekuasaan Islam keluar Jazirah Arab, yakni sampai Irak dan Suriah.
Sebagai Kholifah, beliau sangat memperhatikan rakyatnya dan tidak segan-segan turun langsung membantu rakyatnya yang mendapat kesulitan. Untuk meningkatkan kesejahteraan umum, beliau membentuk lembaga Baitul Mal, atau semacam lembaga keuangan Negara.
Abu Bakr merupakan orang yang tidak mementingkan dirinya sendiri. Dalam mengakhiri jabatannya sebagai kholifah, Abu Bakr menetapkan calon pengganti dirinya untuk dimusyawarahkan dan dipilih bukan dari anak-anaknya atau para kerabatnya, melainkan orang yang beliau anggap mampu untuk mengemban amanah sebagai kholifah. Mampu meneruskan perjuangan Nabi Muhammad dalam menegakkan agama Islam sebagai agama yang menjadi rahmat bagi seluruh manusia dan alam serta isinya. Wallohu a’lam.
Artikel:
www.inilahfikih.com