KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
Mendoakan Masyarakat Islami dan Pembelanya
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. (Q.S al-Dzâriyât: 56)
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
Rosululloh juga pernah bersabda:
عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ – رضي الله عنه – عَنْ النَّبِيِّ – صلى الله عليه وسلم – فِي قَوْلِهِ تعالى: “وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ…” قَالَ: “الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ وَقَرَأَ: “وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي
Dari Nu’man bin Basyir bahwasannya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang firman Allah: “Dan Tuhan kalian berkata berdoalah kalian kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan”. Kemudian beliau bersabda:
Doa adalah ibadah”, kemudian beliau membaca ayat : “Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu”. [Ghafir : 60]. (HR. Abu Dawud, At Tirmidzi, Ibnu Majah))
عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ – رضي الله عنه – عَنْ النَّبِيِّ – صلى الله عليه وسلم – فِي قَوْلِهِ تعالى: “وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ…” قَالَ: “الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ وَقَرَأَ: “وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي
Dari Nu’man bin Basyir bahwasannya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang firman Allah: “Dan Tuhan kalian berkata berdoalah kalian kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan”. Kemudian beliau bersabda:
Doa adalah ibadah”, kemudian beliau membaca ayat : “Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu”. [Ghafir : 60]. (HR. Abu Dawud, At Tirmidzi, Ibnu Majah))
قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الدُّعَاءُ سِلاَحُ الْمُؤْمِنِ ، وَعِمَادُ الدِّينِ ، وَنُورُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ
Rosulullah ` bersabda: doa adalah senjata orang beriman, tiangnya agama dan cahaya bagi langit dan bumi. (HR. Al-Hakim: no. 1812)
Allah berfirman:
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Furqan: 74)
Allah juga berfirman:
وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hasyr: 10)
عن أبي الدرداء رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ أنه سمع رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم يقول: ما من عبد مسلم يدعو لأخيه بظهر الغيب إلا قال الملَك: ولك بمثل ” رواه مُسلِمٌ
Dari Abu Darda semoga Allah meridhoinya; bahwa ia mendengar Rosulullah ` bersabda: tidaklah seorang muslim yang mendoakan (kebaikan) untuk saudaranya ketika tidak dihadapannya melainkan seorang malaikat berkata: “dan untukmu yang semisal dengannya.” (HR.Muslim)
عن أبي هريرة قال : أبخل الناس الذي يبخل بالسلام وإن أعجز الناس من عجز بالدعاء
قال الشيخ الألباني : صحيح الإسناد موقوفا وصح مرفوعا
“Orang yang paling bakhil adalah orang yang bakhil terhadap salam “Orang yang lemah adalah orang yang meninggalkan berdoa dan. [HR. Al-Bukhari dalam al-adab al-mufrad; no. 1042 Sanadnya Jayyid (bagus) dan dishahihkan Al-Albani, As-Silsilah Ash-Shahihah 2/152-153 No. 601].
Imam Munawi berkata bahwa yang dimaksud dengan ‘Ajazu al-naasi adalah orang yang paling lemah akalnya dan paling buta penglihatan hatinya, dan yang dimaksud dengan Min ‘ajzin ‘an ad-dua’i adalah lemah memohon kepada Allah terlebih pada saat kesusahan dan demikian itu bisa mendatangkan murka Allah karena dia meninggalkan perintah-Nya padahal berdoa adalah perkerjaan yang sangat ringan.[Faidhul Qadir 1/556].
Oleh karena itu, langkah yang mudah bagi kita semua adalah berdoa kepada supaya terwujudnya masyarakat Islami.
al Imam an-Nasa-i di dalam Sunan-nya (al Mujtaba), Kitab al Jihad, Bab al Istinsharu bidh-Dha’if, nomor hadits (3178), dari jalan Mis’ar, dari Thalhah bin Musharrif, dari Mush’ab bin Sa’ad, bahwa Rosululloh bersabda:
إِنَّمَا يَنْصُرُ اللهُ هَذِهِ الأُمَّةَ بِضَعِيْفِهَا بِدَعْوَتِهِمْ، وَصَلاَتِهِمْ، وَإِخْلاَصِهِمْ
“Sesungguhnya Allah menolong umat ini dengan sebab orang yang lemah dari mereka, yaitu dengan sebab doa mereka, shalat mereka, dan keikhlasan mereka”.
Artikel:
www.inilahfikih.com