Kiat Agar Istiqomah Menjalankan Sholat Malam

Kiat Agar Istiqomah Menjalankan Sholat Malam

Dari Ibu Zahra. Bagaimana supaya semangat sholat malam secara istiqomah?

Jawaban: Kita mengetahui bahwa tidak mudah bisa konsisten bangun untuk melakukan shalat tahajud karena berbagai sebab. Mungkin, terkadang kita tidur terlalu larut malam, keletihan, atau bisa jadi sedang sakit, dan sebagainya. Oleh karena itu, untuk mengatasi hal-hal semacam itu, berikut beberapa kiat yang dapat anda coba agar bisa bangun malam untuk melaksanakan shalat Tahajud dan istiqomah di dalam melaksanakannya.

Pertama, beribadahlah secara ikhlas hanya karena mengharap ridha Allah, sebagaimana Dia telah memerintahkan dalam firman-Nya: “Padahal, mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (hal menjalankan) agama yang lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al-Bayyinah: 5).

Kedua, meyakini bahwa Allah-lah yang memerintahkan hamba untuk menegakkan shalat malam. Jika seorang hamba menyadari bahwa Rabb-nya, yang Mahakaya lagi tidak memerlukan sesuatu apa pun dari hamba, telah memerintahnya untuk mengerjakan shalat malam, maka ia pasti akan mengerti betapa pentingnya ibadah itu bagi dirinya.

Ketiga, memahami keutamaan qiyamul lail dan kedudukan orang-orang yang mengerjakan ibadah tersebut di sisi Allah.

Orang yang terbiasa qiyamul lail bisa dikategorikan sebagai orang bertakwa. Salah satu kriteria orang bertakwa terdapat dalam firman Allah, “Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan pada waktu pagi sebelum fajar.” (QS. Adz-Dzariyat: 17-18).

Keempat, berusahalah semaksimal mungkin meninggalkan dosa dan maksiat karena dosa dan maksiat dapat memalingkan hamba dari kebaikan.

Al-Fudhail bin ‘Iyadh berkata, “Apabila tidak mampu mengerjakan shalat malam dan puasa pada siang hari, engkau adalah orang yang terhalang dari kebaikan lagi terbelenggu. Dosa-dosamu telah membelenggumu.”

Kelima, berusaha semaksimal mungkin meniru perilaku kaum Salaf dan orang-orang saleh terdahulu dari kalangan sahabat, tabiin, dan sesudahnya tentang keseriusan mereka dalam hal mengejar pahala shalat malam.

Abu Dzar Al-Ghifari pernah berkata, “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya aku adalah penasihat untuk kalian dan orang yang sangat mengasihi kalian, kerjakanlah shalat oleh kalian pada kegelapan malam guna bekal ke alam kubur, berpuasalah di dunia untuk terik panas hari kebangkitan, dan bersedekahlah sebagai rasa takut terhadap hari yang penuh dengan kesulitan.”

Keenam, memendekkan angan-angan dan banyak mengingat kematian. Hal ini penting karena dapat memicu semangat seorang hamba dalam melaksanakan ketaatan dan menghilangkan rasa malas. Dari Ibnu Umar, beliau berkata, Rasulullah memegang bahuku seraya berkata, “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau pengembara yang sekadar berlalu.”

Ketujuh, mengingat nikmat kesehatan dan waktu luang guna bersegera melaksanakan shalat malam. Hal ini sebagaimana diriwayatkan Ibnu ‘Abbas bahwasanya Rasulullah menasihati seorang lelaki seraya bersabda, “Dua nikmat yang banyak manusia melalaikannya: kesehatan dan waktu luang.”

Kedelapan, segeralah tidur pada awal malam. Dalam hadist Abi Barzakh h, beliau berkata, “Rasulullah membenci tidur sebelum mengerjakan shalat Isya dan berbincang-bincang setelah mengerjakan shalat Isya tersebut.”

Kesembilan, menjaga adab tidur yang dituntunkan oleh Rasulullah, seperti tidur dalam keadaan berwudhu, membaca surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, ayat kursi, dua ayat terakhir dari Surah Al-Baqarah, zikir-zikir yang disyariatkan untuk dibaca ketika tidur, serta tidur dengan bertumpu di atas rusuk kanan.

Kesepuluh, menghindari berbagai sebab yang melalaikan seorang hamba terhadap shalat malamnya. Para ulama menyebutkan bahwa di antara sebab tersebut adalah terlalu banyak makan dan minum, terlalu meletihkan diri pada siang hari dengan berbagai amalan tidak bermanfaat, tidak melakukan qailulah atau tidur siang dan selainnya.

Demikianlah, beberapa kiat yang bisa anda coba praktikkan agar mudah mengerjakan shalat malam dan istiqomah dalam menjalankannya. Wallahu a`lam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *