KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
Membaca Al Qur’an, Sholat dan Berinfak Perniagaan yang Menguntungkan
Sesungguhnya setiap manusia sedang melakukan perniagaan dengan Alloh Ta’ala di dunia yang singkat ini.
Dalam perniagaannya manusia membutuhkan modal, dan modal perniagaannya diberikan langsung oleh Alloh Ta’ala. Dengan modal ini, ada yang mendapatkan keuntungan tanpa batas dan ada juga manusia yang merugi luar biasa. Semuanya dicatat dengan rinci oleh Alloh Ta’ala tanpa ada yang dirugikan sedikitpun.
Ada tiga modal utama perniagaan manusia adalah :
Pertama: Waktu
Setiap manusia diberikan waktu yang sama, manusia yang pandai mengisi waktunya dengan iman dan amal sholih. Manusia yang cerdas tidak melewati waktunya dengan amalan yang sia-sia.
Kedua, harta
Hakikatnya manusia adalah makhluk yang fakir, kepadanya Alloh Ta’ala titipkan amanah harta kekayaan. Dengan harta itu, manusia diperintahkan berinfak, menunaikan zakat, bershodaqoh dan beramal ibadah lainnya.
Ketiga: Jasmani dan rohani
Alloh Ta’ala memberikan jasmani, rohani dan panca indera bagi manusia agar digunakan untuk beribadah kepada-Nya. Diberikan lisan agar manusia membaca Al Qur’an, berdzikir, berdo’a dan bertasbih memuji Alloh Ta’ala. Dikaruniai kepala agar manusia bersujud hanya kepada-Nya, diberikan kedua tangan agar berbuat kebaikan, diberikan agar manusia berjalan di muka bumi membela agama Alloh Ta’ala.
Sungguh beruntung orang beriman. Modal perniagaannya diberikan oleh Alloh, seluruh perniagaannya dibeli oleh-Nya, dan Alloh Ta’ala juga yang memberikan keuntungan yang luar biasa berupa surga nan indah.
Alloh Ta’ala berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Alloh, mendirikan sholat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.” (QS. Fathir: 29)
Keuntungan dari Alloh Ta’ala yang sangat mulia ini hanya pantas didapatkan oleh para “pedagang kelas tinggi”, yaitu mereka yang mencurahkan segenap waktu, jiwa, raga dan harta mereka semata-mata ikhlas hanya karena Alloh Ta’ala bukan untuk yang lainnya.
اللهُمَّ وَفِّقْنَا لِصَالِحِ الأَعْمَالِ
Oleh: Ust Abdurrahim Lili, Lc
www.inilahfikih.com