PERBEDAAN WAKTU NIAT PUASA WAJIB DENGAN PUASA SUNNAH

PERBEDAAN WAKTU NIAT PUASA WAJIB DENGAN PUASA SUNNAH

Jika ada yang berniat puasa setelah masuk waktu Shalat Shubuh atau waktu fajar -misal sudah jam 8 pagi-, apakah dibolehkan?

Jawaban:

Untuk niat puasa wajib harus diniatkan sebelum masuk waktu subuh, sedangkan niat puasa sunnah diperbolehkan niat setelah masuk waktu subuh asalkan ia belum makan dan minum. Dalam hadits disebutkan,

مَنْ لَمْ يُجْمِعِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلاَ صِيَامَ لَهُ

“Barangsiapa yang tidak berniat sebelum fajar atau Shubuh, maka puasanya tidak sah.” (HR. Abu Daud)

Adapun hadits Aisyah di mana ia berkata, “Pada suatu hari, Nabi  menemuiku dan bertanya, “Apakah kamu mempunyai makanan?” Kami menjawab, “Tidak ada.” Beliau berkata, “Kalau begitu, saya akan berpuasa.” Kemudian beliau datang lagi pada hari yang lain dan kami berkata, “Wahai Rasulullah, kita telah diberi hadiah berupa Hais yaitu makanan yang terbuat dari kurma, samin dan keju.” Maka beliau pun berkata, “Bawalah kemari, sesungguhnya dari tadi pagi tadi aku berpuasa.” (HR. Muslim)

Imam Nawawi  mengatakan, “Dalil di atas adalah dalil bagi mayoritas ulama bahwa boleh berniat di siang hari sebelum waktu zawal (matahari bergeser ke barat) pada puasa sunnah.”(Lihat Syarh Shahih Muslim)

Al-Lajnah Ad-Daimah, Komisi Fatwa Kerajaan Saudi Arabia ditanya, “Apa hukum berniat puasa di pagi hari setelah terbit fajar shubuh dan sebelumnya belum mencicipi makan dan minum sama sekali?” Jawab para ulama Lajnah, “Jika puasanya adalah puasa sunnah, maka sah-sah saja berniat di siang hari. Sedangkan untuk puasa wajib tidaklah sah. Niat untuk puasa wajib haruslah dilakukan sebelum terbit fajar shubuh atau di malam hari. Karena Nabi  bersabda, “Tidak ada puasa bagi yang tidak berniat di malam hari atau sebelum fajar shubuh. (Lihat Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah).

Wallahu’alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *