KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
Lebar Pintu Surga
Dari Abu Hurairah, dia berkata,
“Sebuah nampan yang berisi tsarid yaitu daging yang diaduk dengan adonan gandum dan daging dihidangkan di hadapan Rasulullah, maka beliau mengambil sebuah paha atau sampil -dan itulah bagian dari domba yang paling beliau sukai-, maka beliau menggigitnya dengan sekali gigitan, dan bersabda, ‘Aku adalah penghulu manusia pada Hari Kiamat.‘ Kemudian beliau menggigitnya sekali gigitan lagi dan bersabda, ‘Aku adalah penghulu manusia pada Hari Kiamat. ‘Manakala beliau melihat para sahabat tidak bertanya kepada beliau, beliau bersabda. ‘Mengapa kalian tidak bertanya bagaimana? ‘Mereka menjawab. ‘Bagaimana itu wahai Rasulullah?’ Beliau bersabda, ‘Manusia bangkit berkumpul di hadapan Tuhan alam semesta. Penyeru memperdengarkan seruan kepada mereka dan pandangan mengenai mereka semua’.
“Lalu Nabi menyebutkan hadist tentang syafa’at yang panjang, di bagian akhirnya disebutkan, “Aku pun bangkit lalu pergi hingga sampai di bawah Arasy, lalu aku bersujud kepada Tuhanku. Lalu Tuhan semesta alam menempatkanku pada satu kedudukan yang tidak pernah diduduki oleh seorang pun sebelumku, dan Allah tidak pernah memberikannya kepada seorang pun sesudahku, lalu aku berkata, ‘Wahai Tuhanku, umatku, umatku. ’Maka Allah berfirman, ‘Wahai Muhammad, masukkanlah dari umatmu orang-orang yang tidak dihisab, melalui pintu kanan dari pintu-pintu surga, dan selain mereka dari umatmu adalah sama dengan manusia lainnya akan masuk lewat pintu-pintu yang lainnya.‘ Kemudian beliau mengatakan, ‘Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di Tangan-Nya, sesungguhnya jarak antara dua daun pintu surga adalah sebagaimana jarak antara Makkah dengan Negeri Hajar, atau sebagaimana jarak antara Negeri Hajar dengan Makkah.” (HR. Bukhori dan Muslim).
Dalam lafaz lain, “Benar-benar sebagaimana jarak antara Makkah dengan Hajar yaitu di Bahrain, atau sebagaimana jarak antara Makkah dengan Bushra yaitu di Syam.”
Dan dari Hakim bin Mu’awiyah, dari bapaknya, bahwa Rasulullah bersabda,
“Kalian setara dengan tujuh puluh umat, kalian yang paling baik dan paling mulia di antara mereka di sisi Allah. Jarak antara dua daun pintu dari pintu-pintu surga adalah perjalanan empat puluh tahun. Dan benar-benar akan datang suatu hari dimana ia penuh sesak. (HR. Ahmad dalam al-Musnad, 5/3)
Sumber: Dikutip dari Buku Kemegahan & Keindahan Surga serta Para Penghuninya. Hlm 9-12. Penulis: Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyah rahimahullah. Diintisarikan oleh : Dr. Ahmad bin Utsman al-Mazyad. Cetakan: Keempat. Penerbit: Darul Haq
www.inilahfikih.com