KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
YANG DISUNNAHKAN KETIKA BERBUKA PUASA
Pak ustadz, menu buka yang disunnahkan apa saja ya? Terima kasih
Jawaban:
Buka puasa adalah kesempatan yang paling ditunggu oleh orang yang berpuasa. Sejujurnya saja, ada secercah bahagia saat waktu berbuka tiba. Itu wajar dan manusiawi. Bahkan syariat kita mengakui. Nabi bersabda,
للصائم فرحتان : فرحة عند فطره ، وفرحة عند لقاء ربه
“Orang yang puasa mendapatkan dua kebahagiaan: bahagia saat berbuka dan bahagia saat bertemu dengan Robb-nya.”. (HR. Bukhari dan Muslim).
Syaikh Abdulkarim Al-Khudhair menerangkan,
فرحة عند فِطْرِهِ يعني في الإنسان جِبِلَّة خِلْقَة إذا قُدِّم الفُطُور ينتظر أذان المغرب، ويبدأ، يفرح هذا موجُود عند النَّاس كُلِّهم
Bahagia saat berbuka, maknanya adalah naluri manusia ketika dihidangkan bukaan, dia menunggu azan, lalu dia mulai menyantap menu buka puasa. Kebahagiaan semacam ini ada pada semua orang..
Kebahagiaan naluri ini akan terasa lebih syahdu, saat dibumbui nilai-nilai iman. Itu bisa kita raih, saat kita menyertakan sunah-sunah Rasulullah saat berbuka. Dalam balutan bahagia itu.
Berbukalah, seperti Rasulullah berbuka. Beliau selalu mengutamakan beberapa menu dalam setiap buka puasa, yaitu 1. Kurma muda atau ruthob, 2. Kurma masak atau tamr, 3. Air putih.
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّىَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ
“Rasulullah biasa berbuka dengan beberapa biji ruthob atau kurma basah sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada ruthob atau kurma basah, maka beliau berbuka dengan beberapa biji tamr atau kurma kering. Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan beberapa teguk air.” (HR. Abu Daud dan Ahmad).
Tidak diragukan bahwa, ada hikmah di balik tiga menu berbuka puasa yang dipilih Rasulullah ini. Para dokter dan ilmuan, baik klasik maupun modern menjadi saksi, bahwa di setiap perintah Rasulullah tersimpan manfaat luar biasa bagi kita, baik secara kejiwaan, sosial maupun kesehatan.
Dalam pemilihan tiga menu andalan di atas misalnya, jasmani sehat dengan nutrisi dan gaya hidup sehat, rohani pun sehat dengan iman dan ketakwaan yang memancar dari menjalankan perintah Rasulullah . Namun yang layak menjadi catatan, tentu bukan sehat yang kita tuju dalam niat-niat ibadah kita, saat menjalankan perintah Rasulullah . Biarlah sehat mengikuti menjadi hasil, dari niat utama kita semata beribadah lillahi ta’ala. Kita mengupas hikmah di balik ini semua, tujuannya untuk semakin mengokokohkan iman kita. Bahwa seluruh yang disampaikan Rasulullah adalah bersumber dari Tuhan semesta alam, yang maha mengetahui setiap seluk beluk makhluk-Nya.
Seorang ulama klasik sekaligus pakar kesehatan di masanya, Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah pernah mengungkapkan, pada kebiasaan berbukanya Nabi dengan kurma muda, kurma masak atau air, terkandung hikmah yang sangat menarik.
Saat puasa, lambung kosong dari makanan. Sehingga hati tidak mendapatkan suplai nutrisi untuk kemudian diedarkan ke seluruh tubuh. Menariknya, makanan manis lebih mudah dicerna oleh hati dan lebih disukai hati. Lebih-lebih jika makanan manis itu berupa kurma muda, maka hati lebih cepat menerima nutrisinya. Sehingga tubuh mendapatkan manfaat berupa suplai energy atau kalori.
Jika kurma muda tidak ada, pilih opsi berikutnya yaitu kurma masak, karena rasanya juga manis dan mengandung nutrisi penting. Jika tidak ada pula, berbukalah dengan meneguk air. Karena air dapat memadamkan dahaga lambung kita dan panasnya puasa. Sehingga lambung siap menerima makanan setelah itu. ” (Lihat Kitab At-Tibbun An-Nabawi, karya Imam Ibnul Qayyim)
Pernyataan Imam Ibnul Qayyim di atas, dibenarkan oleh para ilmuan dokter dan muslim modern. Diantaranya dr. Ahmad Abdurrauf Hasyim, dalam buku beliau “Ramadhan wat Thiib” atau Ramadhan dan ilmu kesehatan beliau menerangkan, “ Yang sangat diperlukan bagi orang yang ingin berbuka puasa adalah jenis-jenis makanan yang mengandung gula, zat cair yang mudah dicerna oleh tubuh dan langsung cepat diserap oleh darah, lambung dan usus serta air sebagai obat untuk menghilangkan dahaga. Zat-zat yang mengandung gula yaitu glukosa dan fruktosa memerlukan 5-10 menit dapat terserap dalam usus manusia ketika dalam keadaan kosong. Dan keadaan tersebut terjadi pada orang yang sedang berpuasa. Jenis makanan yang kaya dengan kategori tersebut yang paling baik adalah kurma khususnya ruthab atau kurma basah karena kaya akan unsur gula, yaitu glukosa dan fruktosa yang mudah dicerna dan diserap oleh tubuh. ” Semoga bermanfaat.
Wallahu a`lam