UNTUKMU YANG WISUDA

UNTUKMU YANG WISUDA

1. Allah telah mengamanahkan ilmu kepadamu maka jagalah amanah ini. Allah telah mengenalkan banyak ilmu kepadamu sebelum engkau mengenalnya maka bersyukurlah. Semoga dengan bersyukur Allah akan menambahkannya dengan melimpah.

Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim: 7)

2. Allah telah menganugerahkan ilmu kepadamu melalui perantara para guru. Gurumu telah gigih berjuang mencurahkan segala tenaga dan waktunya untuk membimbingmu hingga tuntas dan engkau menyandang gelar yang memuaskan. Artinya gurumu adalah orang-orang yang telah berbuat kebaikan kepadamu. Gurumu bukan memberimu sepotong roti namun telah memberikan sesuatu yang tidak pernah ternilai dalam rupiah maupun dolar yaitu ilmu warisan para Nabi. Oleh karena itu sudah sepantasnya engkau berbuat baik dan mendoakan selalu untuk mereka.

Orang-orang shaleh terdahulu berucap dalam doanya,

اللهم استر عيب شيخي عني ولا تذهب بركة علمه مني

“Ya Allah tutupilah aib guruku dariku, dan janganlah kau hilangkan keberkahan ilmunya dari ku.”

Mereka juga berkata,

لحوم العلماء مسمومة

“Daging para ulama itu mengandung racun.”

3. Jika suatu saat engkau bisa melangkah ke jenjang yang lebih tinggi melebihi jenjang gurumu saat ini. Tetaplah bersikap tawadhu’. Ingatlah bahwa guru-gurumulah yang telah menunjukkan dan mengajarkan jalan demi jalan menuju jenjang yang lebih tinggi sehingga engkau mencapainya.

Diriwayatkan oleh Al-Imam Baihaqi, Umar bin Khattab mengatakan,

تواضعوا لمن تعلمون منه

“ Tawadhu’lah kalian terhadap orang yang mengajari kalian”.

Pepatah mengatakan;

الفضل للمبتدي وإن أحسن المقتدي

“Keutamaan bagi pendahulumu atau yang mengajarimu meskipun saat ini engkau lebih baik atau lebih unggul”

Jika engkau mendapati hal-hal dirasa kurang mengenakkan hati dari gurumu atau lembagamu, simpan saja di benakmu atau lupakan saja, tidak perlu engkau ungkapkan apalagi engkau beberkan demi memuaskan hatimu. Tetap bersyukur apa yang pernah terjadi dan terhadap posisi atau kondisi saat ini yang ada pada dirimu. Jangan lupa berterima kasih, jangan jumawa, jangan merasa tidak memiliki hutang jasa pada gurumu. Gurumu adalah orang tua kedua setelah orang tua di rumahmu.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

لاَ يَشْكُرُ اللَه مَنْ لاَ يَشْكُرُ النَّاسَ

“Tidak dikatakan bersyukur pada Allah bagi siapa yang tidak tahu berterima kasih pada manusia.” (HR. Abu Daud)

4. Allah akan menanyakan tentang ilmu yang engkau miliki dan engkau pelajari, pergunakanlah sebaik-baiknya.

لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلاه

“Tidaklah bergeser kedua kaki seorang hamba nanti pada hari kiamat, sehingga Allah akan menanyakan tentang (4 perkara:) (Pertama,) tentang umurnya dihabiskan untuk apa. (Kedua,) tentang ilmunya diamalkan atau tidak. (Ketiga,) Tentang hartanya, dari mana dia peroleh dan ke mana dia habiskan. (Keempat,) tentang tubuhnya, capek / lelahnya untuk apa.” (HR Tirmidzi)

Semoga Allah berkahi ilmumu

@Abul Fata Murod, Lc

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *