Bahaya Meninggalkan Sholat

     Sesungguhnya sholat memiliki kedudukan yang sangat terhormat, agung, mulia dan berharga dalam Islam. Sholat dalam Islam ibarat kepala bagi wujud sebuah jasad. Maka tidak mungkin terbayang dalam benak kita semua, bila ada jasad tanpa kepala. Demikian pula tidak dapat terbayang bila Islam tanpa sholat. Oleh karena itu, tidak heran bila sholat termasuk sebagai rukun kedua dari rangkaian lima rukun Islam. Bahkan menjadi rukun yang paling ditekankan setelah dua kalimat syahadat.

Sholat adalah tiang agama. Barangsiapa yang mendirikannya, berarti ia mendirikan agama. Sebaliknya, siapa yang meninggalkannya, berarti ia telah menghancurkan agama. Sholat juga menjadi amal yang paling utama karena merupakan kontak atau hubungan langsung antara seorang hamba, dengan Alloh. Rosululloh Sholallohu ‘alaihi Wassalam bersabda, “Sesungguhnya salah seorang dari kalian apabila mengerjakan sholat, maka ia sedang berinteraksi (munajat) dengan Robbnya (yaitu Alloh).” (HR. al-Bukhori)

Apakah kita tidak merasa malu saat kita meninggalkan shalat? Mengapa hanya kita yang tidak mau menundukkan kepala sujud di hadapan Alloh, padahal seluruh alam semesta tunduk sujud dan bertasbih kepada-Nya?

Rosululloh Sholallohu ‘alaihi Wassalam dalam banyak hadisnya telah memberikan peringatan yang keras kepada orang-orang yang suka meninggalkan shalat, di antaranya beliau bersabda; “Perjanjian yang memisahkan kita dengan mereka (orang-orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa yang meninggalkan shalat, maka berarti ia telah kafir.” (HR. Ahmad dan at-Tirmidzi)

Ketika kita meninggalkan shalat, apakah kita tidak merasa takut jika kita digiring ke neraka Saqar bersama-sama orang-orang kafir dan kaum pendosa lainnya? Pada hari kiamat nanti para penghuni surga akan bertanya kepada para penghuni neraka:  “Apakah yang memasukkan kalian ke dalam Sa-qar (neraka)?’. Mereka menjawab: ‘Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat.” (QS. al-Muddatstsir : 42-43).  Na’udzu billahi min dzalik!

Tidak ada kehinaan yang lebih besar dibandingkan kita bersanding bersama orang-orang yang dihinakan dan dilaknat Alloh. Dan orang yang meninggalkan shalat akan disandingkan dan dihimpun pada hari kiamat nanti bersama-sama Fir’aun, Qarun dan Haman yang dilaknat dan di-hancurkan oleh Tuhan pencipta alam.

Rosululloh Sholallohu ‘alaihi Wassalam pernah bersabda tentang shalat: “Barangisapa yang menjaga shalat, maka ia menjadi cahaya, bukti dan keselamatan baginya pada hari Kiamat. Dan barangsiapa yang tidak menjaga shalat, maka ia tidak akan mendapatkan cahaya, bukti dan keselamatan, dan pada hari Kiamat ia akan bersama Qarun, Fir’aun, Haman dan Ubay bin Khalaf.” (HR. Ahmad, ath-Thabrani dan Ibnu Hibban dengan sanad jayyid)

   Ibnu Qayyim Al Jauziyah –rahimahullah– mengatakan, ”Kaum muslimin bersepakat bahwa meninggalkan shalat lima waktu dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, berzina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.” (Ash Sholah, hal. 7)

Saudaraku…Kebahagiaan, kesuksesan dan keselamatan –jika kita laksanakan shalat dengan baik– tidak akan diraih kecuali oleh diri kita sendiri yang akan merasakannya. Sedangkan kesengsaraan, kegagalan dan kecelakaan –jika kita abaikan atau tinggalkan shalat– tidak akan menimpa kecuali pada diri kita sendiri juga!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *