Membaca Al-Fatihah Termasuk Rukun Dalam Shalat Atau Tidak?

Membaca Al-Fatihah Termasuk Rukun Dalam Shalat Atau Tidak?

Ada dua pendapat ulama dalam masalah ini;

Pertama: Membaca al-Fatihah dalam shalat dianjurkan, namun boleh membaca ayat atau surat lain selain al-Fatihah, jadi al-Fatihah bukun rukun dalam shalat. Ini adalah pendapat Imam Abu Hanifah rahimahullah.

Dalilnya adalah firman Allah;

فَاقۡرَءُوۡا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الۡقُرۡاٰنِ‌ؕ

“Bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur’an. ” (QS. Al-Muzammil Ayat 20)

Juga sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tentang cerita orang yang buruk dalam shalatnya;

ثم اقرأْ ما تيسّرَ من القرآن

“Kemudian bacalah apa yang mudah dan kamu hafal dari ayat-ayat Al-Quran”.

Kedua: Membaca al-Fatihah dalam shalat termasuk rukun dalam shalat, jika ditinggalkan shalatnya tidak sah. Ini adalah pendapat mayoritas ulama. Dalil mereka di antaranya;

وَعَنْ عُبَادَةَ بْنِ اَلصَّامِتِ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم (لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِأُمِّ اَلْقُرْآنِ)  مُتَّفَقٌ عَلَيْه

Dari Ubadah Ibnu al-Shomit bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Tidak sah sholat bagi orang yang tidak membaca Ummul Qur’an yaitu al-fatihah.”  (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

وَفِي رِوَايَةٍ  لِابْنِ حِبَّانَ وَاَلدَّارَقُطْنِيِّ : (لَا تَجْزِي صَلَاةٌ لَا يُقْرَأُ فِيهَا بِفَاتِحَةِ اَلْكِتَابِ)

Dalam suatu riwayat Ibnu Hibban dan Daruquthni: “Tidak sah sholat yang tidak dibacakan al-fatihah di dalamnya.”

Dalam hadits pula disebutkan;

كلُّ صلاةٍ لا يُقرَأُ فيها بأمِّ الكتابِ ، فَهيَ خِداجٌ ، فَهيَ خِداجٌ

“Setiap shalat yang di dalamnya tidak dibaca Faatihatul Kitaab, yakni al-Fatihah maka ia cacat, maka ia cacat” (HR. Ibnu Majah)

Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *