Tempat Keramat

Keramat berarti barang atau tempat yang bertuah dan memberikan efek mistik serta mampu mempengaruhi sesuatu yang lain. Di antara benda-benda yang dikeramatkan oleh sebagian masyarakat, seperti kuburan, benda pusaka, pohon, candi, goa, pantai, gunung, sumur, danau dan lain sebagainya.

Kuburan yang dikeramatkan biasanya sering diziarai. Para peziarah datang ke kuburan keramat dalam rangka ingin memperoleh kesembuhan dari penyakit, jodoh, keturunan, jabatan, kekayaan dan lain sebagainya. Tidak diragukan lagi bahwa semua perbuatan ini mengandung unsur kesyirikan. Adapun tujuan berziarah kubur yang benar hanya untuk mengingat kematian dan negeri akhirat.

Rosululloh Sholalohu ‘alaihi Wassalam bersabda, “Dulu aku pernah melarang kalian untuk berziarah-kubur. Namun sekarang ketahuilah, hendaknya kalian berziarah kubur. Karena ia dapat melembutkan hati, membuat air mata berlinang, dan mengingatkan kalian akan akhirat namun jangan kalian mengatakan perkataan yang tidak layak, ketika berziarah” (HR. Al Hakim no.1393, shohih)

Benda-benda pusakapun dikeramatkan di negeri ini. Hampir setiap daerah memiliki benda pusaka yang menjadi ciri khas daerah tersebut. Ada keris, kujang, cincin, sabuk, gelang, kalung, aneka peninggalan keraton dan lain-lain. Benda-benda pusaka itu hanyalah benda mati yang tidak bisa membela diri. Jika benda pusaka itu memiliki kemampuan luar bisa, seperti; bisa mengobati penyakit, maka tidak diragukan lagi bahwa pemilik benda pusaka itu bersekutu dengan jin. Ia menyembah jin, minta bantuan kepadanya, dan mengagungkannya sehingga jin ini memenuhi keinginan pemilik benda pusaka tersebut. Oleh karena itu, janganlah meminta sesuatu itu kepada benda pusaka, namun mintalah kepada Alloh.    Rosululloh Sholallohu ‘alaihi Wassalam bersabda, “Jika engkau memohon (meminta), mohonlah kepada Allah, dan jika engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah.” (HR. Tirmidzi)
Adapun situs-situs peninggalan yang dikeramatkan oleh banyak orang di antaranya candi-candi, goa-goa, pantai-pantai, gunung-gunung dan danau. Situs-situs tersebut dikeramatkan berdasarkan mitos-mitos ghoib yang mistis. Banyak sekali orang yang mempercayai bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan, seseorang harus mengunjungi situs-situs tersebut dan melakukan kemungkaran serta kesyirikan yang dipersembahkan untuk setan penguasa situs tersebut. Di antaranya sesajen, menyembelih hewan, bersemedi, berdoa kepada makhluk halus, melakukan hubungan seksual dan lain-lain. Semua perbuatan tersebut adalah mengandung kekafiran dan kesyirikan. Barangsiapa yang melakukannya sedangkan ia belum tertobat kepada Alloh, niscaya ia kekal dalam api neraka jahannam.

Keyakinan dan kepercayaan yang benar di dalam agama Islam adalah hanya Allohlah yang memberikan manfaat dan menolak mara bahaya. Tidaklah seorang sembuh dari penyakitnya, kaya raya, memiliki jabatan tinggi, terhindar dari celaka dan bencana melainkan Allohlah yang menakdirkannya. Benda-benda keramat tidak bisa memberikan manfaat atau menolak bahaya sedikitpun.

Saudaraku…batu yang paling mulia di seluruh dunia adalah hajar aswad. Tapi tidak ada seorangpun dari para sahabat yang menganggap sakti, apalagi minta kesembuhan kepadanya. Bahkan Umar bin Khaottob ketika mencium hajar aswad, ia berkata,”Demi Alloh, aku benar-benar mengetahui bahwa engkau adalah batu yang tidak bisa memberi mudhorot dan manfaat. Kalaulah aku tidak melihat Rosululloh menciummu akupun tidak akan melakukannya. Maka dari itu, jauhilah benda keramat dari kita dan gantungkan tawakal kita hanya kepada Alloh semata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *