TASYAHUD AWAL WAJIB ATAU SUNNAH?

TASYAHUD AWAL WAJIB ATAU SUNNAH?

Dalam perkara ini ulama berbeda pendapat:

Pertama: Tasyahud awal hukumnya adalah wajib. Ini adalah pendapat Imam Ahmad, Al-Laits, Ishaq, Daud, dan Abu Tsaur

Mereka berdalil dengan hadits yang menerangkan sifat shalat Nabi yang terdapat perintah tasyahud awal dan akhir. Dan dalam hadits tidak dibedakan antara tasyahud awal dan akhir secara hukum. Perbuatan Nabi dalam mencontohkan tasyahud awal dan akhir bersifat wajib. Dalam riwayat disebutkan;

فَإِذَا جَلَسَ فِى الرَّكْعَتَيْنِ جَلَسَ عَلَى رِجْلِهِ الْيُسْرَى وَنَصَبَ الْيُمْنَى ، وَإِذَا جَلَسَ فِى الرَّكْعَةِ الآخِرَةِ قَدَّمَ رِجْلَهُ الْيُسْرَى وَنَصَبَ الأُخْرَى وَقَعَدَ عَلَى مَقْعَدَتِهِ

Jika beliau duduk pada raka’at kedua, maka beliau duduk di atas kaki kirinya dan menegakkan kaki kanan (duduk iftirosy). Jika duduk pada raka’at terakhir, beliau mengedepankan kaki kirinya dan menegakkan kaki yang lain (kaki kanan), dan duduk di atas lantai – bukan di atas kaki kiri- (duduk tawarruk).” (HR. al-Bukhari)

Kedua: Tasyahud awal hukumnya sunnah. Ini adalah pendapat Imam Abu Hanifah, Malik, dan Asy-Syafii.

Mereka berdalil bahwa Nabi pernah meninggalkannya karena lupa, dan tidak mengulanginya. Dan para sahabat Nabi yang menyaksikannya tidak mengingkari hal tersebut bahkan ikut meninggalkannya, dan hanya mengganti dengan sujud sahwi.

Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *