KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
MALAM NISHFU SYA’BAN MENURUT ULAMA BESAR MADZHAB SYAFI’I
قال النووي الشافعي رحمه الله: الصلاة المعروفة بصلاة الرغائب وصلاة ليلة نصف شعبان مائة ركعة، وهاتان الصلاتان بدعتان ومنكران قبيحتان، ولا يغتر بذكرهما في كتاب قوت القلوب وإحياء علوم الدين، ولا بالحديث المذكور فيهما فإن كل ذلك باطل. (المجموع شرح المهذب)
Imam An-Nawawi Asy-syafii rahimahullah (ulama besar rujukan madzhab syafii) berkata: “Shalat yang dinamakan dengan shalat roghoib dan shalat malam nishfu sya’ban 100 rakaat, dua shalat ini termasuk bid’ah, mungkar, buruk. Dan jangan terkecoh dengan uraian tentang shalat ini dalam kitab Qutul Qulub (karya Abu Thalib Al-Makki dari Sufi) dan dalam kitab Ihya Ulumuddin (karya Imam Al-Ghozali) dan jangan pula terkecoh dengan penyebutan hadits tentang dua shalat ini, karena statusnya hadits batil”. (Kitab Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab)
Imam as-Suyuthi Asy-Syafii rahimahullah (ulama besar rujukan madzhab Syafii) mengatakan:
“Diantara bentuk perkara baru adalah shalat alfiyah pada malam nishfu sya’ban yaitu shalat yang panjang dan memberatkan, tidak pernah terdapat dalam riwayat hadits dan tidak pula ada atsar (perkataan) dari sahabat Nabi, bagi orang awam bisa menimbulkan fitnah besar, dengan mengharuskan memperbanyak melaksanakannya di setiap-setiap masjid (menjadikan ritual musiman). Di dalamnya terdapat kefasikan, kemaksiatan, bercampur baur lelaki dan perempuan, beragam fitnah dan kemungkaran.”
Diriwayatkan Ibnu Wadhoh dari Zaid bin Aslam ia berkata: ” Aku tidak mendapati satupun dari sahabat-sahabatku, dan tidak pula dari para ahli fikih, menengok (merayakan) malam nishfu sya’ban, dan tidak pula menengok pada riwayat dari Makhul (pembawa hadits keutamaan merayakan malam nushfu sya’ban), dan mereka para sahabat dan ahli fikih tidak berpendapat akan adanya keutamaan khusus menghidupkan malam nishfu sya’ban dari malam-malam lainnya. “ [Lihat Kitab Al-Amru Bil Ittiba’i Wan Nahyi ‘Anil Ibtida’i Karya Imam As-Suyuti Asy-Syafii rahimahullah Bab Shalat Alfiyah]
Lalu mengapa amalan-amalan di malam nishfu sya’ban tersebar? seperti membaca yasin 3x, wirid, shalat khusus dan bacaan doa khusus, dari mana asalnya? dari syaikh-syaikh atau tokoh-tokoh kaum shufi (tasawwuf).
Namun ketika berbicara hukum menghidupkan malam nishfu sya’ban secara umum (dengan amal shaleh yang sudah ada tuntunannya), ada dua pendapat, beberapa tabiin yang di Syam seperti Khalid bin Mi’dan, Makhul, dan Luqman bin Amir serta lainnya membolehkannya, sedangkan mayoritas ulama penduduk Hijaz (daerah sekitar Makkah, Madinah dan Jeddah) mengingkari perbuatan hal ini (menghidupkan dan menggiatkan ibadah secara khusus pada malam nishfu sya’ban), di antara ulama salaf yang berpendapat seperti ini adalah imam ‘Atha dan Ibnu Abi Mulaikah. Abdurrahman bin Zaid bin Aslam meriwayatkan hal ini dari ulama fikih madinah. Ini juga pendapat sahabat Imam Malik dan lainnya.
Semoga Allah senantiasa membimbing kita dalam meniti sunnah Rasulullah dan para sahabatnya.
@inilahfikih.com