untukmu yang sudah mengaji/taklim/di ma’had/kajian/halaqah/usroh/tarbiyah/dauroh syar’iyah

Kalau sudah mengaji/taklim/kajian/halaqah/usroh/tarbiyah/dauroh syar’iyah dan mendalami sunnah-sunnah Nabi (terlebih yang sudah belajar di pesantren/ma’had/kampus Islami);

-Tidak lagi menampakkan kemesraan bersama istri di khalayak ramai (menampakkan wajah istrinya) tanpa ada kebutuhan yang urgen.

-Meninggalkan segala bentuk musik (tidak menyengaja mendengarkan, sekalipun dibalut dengan nasyid-nasyid apalagi dilantunkan para wanita, tidak membuat status, reels, story, konten yang mengandung musik)

-Tidak berpakaian pendek (menampakkan paha -terlepas ada khilaf bagi lelaki- namun tidak dijumpai menjadi kebiasaan orang shaleh terdahulu)

-Tidak joged-joged bersama pasangan/kawan, sekalipun itu mengikuti tren demi konten kekinian

-Tidak meremehkan shalat fardhu dan ia berusaha konsisten shalat berjamaah (bagi laki-laki)

-Meninggalkan segala bentuk makanan/minuman/asap yang merusak tubuh dan tak berfaedah

-Tidak bermudah-mudah berkomunikasi, bercanda, bermesraan dengan lawan jenis (apalagi sampai berzina na’dzubillah mindzalik)

-Selektif dalam berbisnis/mencari uang (agar tidak mudah tergiur bisnis/investasi yang mengandung riba, tidak jelas, penipuan)

-Tidak meremehkan sunnah-sunnah dan adab (seperti dalam makan, minum, bicara, bergaul) dan menjaga penampilan dan syi’ar Islami

-Di manapun berada menjadi teladan kebaikan bagi yang lain, berusaha ikut andil memperbaiki keadaan, menebar pesan dan nasehat Islami kepada orang yang ia jumpai dan yang ia kenal

Poin-poin inilah yang kadang dilupakan bahkan diremehkan ikhwan yang sudah mengaji/taklim/kajian/halaqah/usroh/tarbiyah/dauroh syar’iyah, sudah banyak berbaur dengan ikhwan atau komunitas yang konsisten pada sunnah Nabi bahkan sudah pernah di pesantren/ma’had/kampus Islami.

Poin-poin ini jika diurai (disebutkan sebab, akibat, alasan, argumen, dalil qur’an/sunnah, qaul-qaul ulama dalam kitab fikih, adab, atau hadis) terlalu panjang lebar. Wallahu A’lam

Semoga Allah senantiasa membimbing kita dan mengistiqomahkan di atas sunnah-sunnah Rasul dan akidah/manhaj yang lurus.

@Abul Fata Murod

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *