KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
FIKIH MANDI WAJIB
Mandi ada yang bersifat sunnah dan ada yang bersifat wajib. Mandi yang bersifat wajib atau biasa disebut mandi besar telah diajarkan Nabi shallallahu alaihi wasallam sebagaimana didalam hadis sahih. Sebagai pengikutnya kita berusaha mencontoh dan mempraktekkan sebagaimana yang dipraktekkan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam.
Ini juga menjadi bukti tentang kesempurnaan Islam. Dalam masalah mandipun diajarkan sedemikian rupa dan juga masalah-masalah lainnya mulai dari tidur hingga tidur lagi.
A. Hal-Hal Yang Mewajibkan Mandi
Ada beberapa hal yang mewajibkan mandi yaitu:
1. Keluar mani
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya mandi dengan air hanyalah karena mengeluarkan air mani.” (HR. Muslim)
2. Berhubungan intim yaitu masuknya kepala kemaluan laki-laki seluruhnya atau sebagian ke dalam kemaluan wanita sekalipun tidak terjadi keluarnya mani.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Bila suami duduk di antara empat cabang istri dan kemaluannya telah menyentuh kemaluan istrinya, maka mandi telah wajib baginya.” (HR. Muslim)
3. Orang kafir masuk islam, walaupun dia kafir yang murtad
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memerintahkan Qais bin ‘Ashim agar mandi saat masuk Islam.
4. Berhentinya darah haid dan nifas
Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda kepada Fatimah binti Abi Hubaisy radhiyallahu anha, “Bila haid datang maka tinggalkanlah salat dan bila ia berlalu (berhenti) maka mandilah dan salatlah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
5. Meninggal dunia
Berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam kepada kaum wanita yang memandikan Zainab putri beliau saat wafat, “Mandikanlah dia.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
B. Tata Cara Mandi Besar
Tata cara mandi besar sebagai berikut:
1. Mencuci kedua tangan kemudian menuangkan air dengan tangan kanan ke atas tangan kirinya lalu mencuci kemaluannya (dengan tangan kiri saat menyentuhnya)
2. Berwudhu sebagaimana wudhu untuk salat
3. Mengambil air dengan tangannya lalu memasukkan jari-jari tangannya ke pangkal rambut hingga kulit kepalanya basah
4. Menuangkan air ke atas kepalanya tiga kali tuangan
5. Menyiram sekujur tubuh
6. Membasuh kedua kakinya
Tata cara ini berdasarkan hadis dari Aisyah radhiyallahu anha, ia berkata: “Jika Nabi shallallahu alaihi wasallam mandi junub, beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya. Kemudian beliau berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Lalu beliau memasukkan jari-jarinya ke dalam air, lalu menggosokkannya ke kulit kepalanya, kemudian menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cidukan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh kulitnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Semoga Bermanfaat
Referensi Utama:
1. Al-Wajiz karya syaikh Abdul ‘Adzim bin Badawi Al-Khalafi
2. Fikih Muyassar oleh perkumpulan ulama Saudi Arabia
Oleh: Abul Fata Miftah Murod, Lc
Bogor, 13 Juli 2017
Artikel:
alghurobasite.wordpress.com
Islamic Book Store:
FP:Toko Al-Ghuroba