KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
INFAK FI SABILILLAH
الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيمان ، والحَمدُ لله تَمْلأُ الميزَانَ ، وَسُبْحَانَ الله والحَمدُ لله تَملآن – أَوْ تَمْلأُ – مَا بَينَ السَّماوات وَالأَرْضِ، والصَّلاةُ نُورٌ ، والصَّدقةُ بُرهَانٌ
“Bersuci adalah separuh dari keimanan, ucapan ‘Alhamdulillah’ akan memenuhi timbangan, ‘subhanallah walhamdulillah’ akan memenuhi ruangan langit dan bumi, shalat adalah cahaya, dan shadaqah itu merupakan bukti.” (HR. Muslim)
Shadaqah disebut sebagai bukti keimanan karena harta adalah perkara yang dicintai oleh jiwa kita. Berat bagi diri kita untuk melepaskannya. Sehingga ketika seseorang merelakan hartanya tersebut di jalan Allah, maka ini adalah bukti yang menunjukkan kecintaannya kepada Allah subhanahu wata’ala. Maka kita lihat sendiri, semakin tinggi keimanan seseorang, semakin banyak pula dia bershadaqah.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling tinggi keimanannya. Beliau tidak pernah tanggung-tanggung dalam bershadaqah. Pernah beliau menyedekahkan kambing dengan sebanyak satu lembah.
مَنْ جَهَّزَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَقَدْ غَزَا وَمَنْ خَلَفَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِخَيْرٍ فَقَدْ غَزَا
“Siapa yang menyiapkan kebutuhan seorang yang berjuang di jalan Allah maka sungguh ia telah ikut berjuang. Dan siapa yang mengurus keluarga orang yang berperang fi sabilillah dengan baik maka sungguh ia telah ikut berperang.” (Muttafaq ‘Alaih)
Hadist di atas menjelaskan keutamaan mendanai para pejuang yang berjuang di jalan Allah, termasuk di dalamnya adalah dakwah. Orang yang menyiapkan sesuatu untuk berjuang di jalan Allah adalah dengan menyiapkan untuknya apa saja yang dibutuhkan berupa sarana dan prasarana. Siapa yang membantu dengan harta, maka dia mendapat pahala seperti orang yang berjuang di jalan Allah walaupun ia tidak ikut serta secara fisik karena ia membantu orang yang sedang berjuang fi sabilillah.
Sesungguhnya Allah Telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang Telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar. (QS. At-Taubah:111)
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ
“Sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR Muslim no.2558)
Rasulullah bersabda :
مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَيَقُولُ الْآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا
“Tidak ada suatu hari pun ketika seorang hamba melewati paginya kecuali akan turun (datang) dua malaikat lalu salah satunya berkata; “Ya Allah berikanlah pengganti bagi siapa yang menafkahkan hartanya”, sedangkan yang satunya lagi berkata; “Ya Allah berikanlah kehancuran (kebinasaan) kepada orang yang menahan hartanya (bakhil) “(HR. al-bukhari dan Muslim)
Orang yang kikir yang tidak mau menginfakkan hartanya di jalan Allah sebenarnya telah menghancurkan hartanya sendiri, memposisikan dirinya dalam bahaya, dan membahayakan dirinya sendiri. Selain itu orang yang enggan menginfakkan haratanya di jalan Allah akan tersisihkan. Pasalnya, agama ini akan tetap jaya dan ditolong Allah. Ini merupakan suatu kepastian. Sehingga apabila suatu generasi, kelompok, individu kikir berinfak menolong agama Allah, maka Allah akan menggantikannya dengan generasi yang membela agama Allah dengan menginfakkan agamanya. Jadi kerugianlah bagi orangorang yang kikir. Allah berfirman :
Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”(QS. Al-baqaroh : 195)
Ibnu Abbas menafsirkan ayat ini, beliau berkata : “Jangan ada diantara kalian yang mengatakan saya tidak punya harta untuk diinfakkan. Sekiranya dia hanya mempunyai sebuah anak panah, hendaknya tetap mempersiapkan diri untuk berjuang di jalan Allah.
Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan.” (QS. Al-Anfal : 36)
Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (QS. As-Shoff : 10-11)
Artikel:
www.inilahfikih.com