KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
TAFSIR RINGKAS QS. AL-BAQARAH AYAT 184
Surat al-Baqarah ayat 184 tentang qadha puasa, mohon tafsirnya pak ustadz. Syukron
Jawaban:
Allah berfirman:
أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُون
“Yaitu dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan lalu ia berbuka, maka wajiblah baginya berpuasa sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya jika mereka tidak berpuasa membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 184).
Tafsirnya adalah sebagai berikut;
Allah mewajibkan kepada kalian berpuasa dalam bilangan hari tertentu sesuai hari-hari yang ada dalam bulan Ramadhan. Dan jika seorang mukallaf atau yang telah dibebani syariat yang sedang sakit atau bepergian minimal sejauh 89 KM sehingga berat baginya untuk berpuasa, maka boleh baginya tidak berpuasa; namun wajib baginya mengganti puasa itu di hari yang lain. Dan bagi orang yang mampu untuk berpuasa, dia boleh memilih antara berpuasa atau memberi makan orang miskin sebanyak satu Sha’ gandum atau kurma sebagai ganti setiap satu hari puasa yang dia tinggalkan, dan jika dia ingin memberi makan lebih dari satu orang atau memberi makan dengan kadar yang lebih banyak, maka hal itu lebih utama dan lebih berpahala. Namun berpuasa lebih baik baginya daripada tidak berpuasa dengan membayar fidyah jika kalian mengetahui keutamaan berpuasa. Akan tetapi hukum ini yaitu memilih berpuasa atau membayar fidyah telah dihapus dengan ayat selanjutnya, dan keringanan untuk tidak berpuasa hanya berlaku bagi orang yang sakit atau bepergian jauh. Salamah bin al-Akwa’ berkata: “ketika turun firman Allah: {وعلى الذين يطيقونه فدية طعام مسكين} “Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya jika mereka tidak berpuasa membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin.” Orang-orang jika ingin berpuasa atau membayar fidyah maka mereka bebas memilihnya, hingga turun ayat setelahnya untuk menghapus hukum ini.