KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
Bolehkah Shalat Fardhu Bermakmum Kepada Imam Yang Melaksanakan Shalat Sunnah?
Dalam masalah ini para ulama berbeda pendapat;
Pertama; Hukumnya tidak boleh. Ini adalah pendapat dalam Madzhab Malikiyah, Hanafiyah, dan yang masyhur dalam Madzhab Hanabilah. Dalilnya adalah hadits yang berbunyi;
إِنَّمَا جُعِلَ الْإِمَامُ لِيؤْتَمَّ بِهِ فَلَا تَخْتَلِفوا عَلَيْهِ
“Sesungguhnya imam itu untuk diikuti maka jangan menyelisihinya” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Sedangkan makmum yang melaksanakan shalat fardhu dan imam melakukan shalat sunnah maka keduanya berbeda dalam niat, dan ini tingkat perbedaan yang sangat tampak antara makmum dan imam.
Kedua: Hukumnya boleh. Ini adalah pendapat Imam Asy-Syafii, Al-Auzai, salah satu riwayat dari imam Ahmad, dan ini yang dipilih oleh Imam Ibnu Taimiyah, Imam Ibnul Qoyyim, Imam Ibnul Mundzir, Madzhab Dzohiri, Imam Asy-Syaukani, Imam Ash-Shon’ani, Syaikh Ibnu Utsaimin dan Syaikh Ibnu Baz. Dalilnya adalah sebagai berikut;
Muadz bin Jabal pernah melakukan shalat wajib bersama Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, kemudian melakukan shalat sunnah di tempat kaumnya dan anggota kaumnya melakukan shalat wajib bermakmum kepada Muadz, haditsnya berbunyi;
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِاللهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: إِنَّ مُعَاذًا كَانَ يُصَلِّى مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ غَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِشَاءَ الآخِرَةِ, ثُمَّ يَرْجِعُ إِلى قَوْمِهِ فَيُصَلِّى بِهِمْ تِلْكَ الصَّلَاةَ
“Dari Jabir bin ‘Abdullah radhiyallahu anhu ia berkata : “Sesungguhnya Muadz bin Jabal dahulu melakukan shalat isya, kemudian Kembali ke kaumnya dan melakukan shalat sunnah beserta kaumnya shalat isya.” (HR. Al-Bukhari). Shalatnya Muadz yang kedua dianggap sebagai shalat sunnah, sedangkan makmumnya melakukan shalat fardhu.
Diriwayatkan pula dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, bahwa dalam suatu perjalanan beliau shalat dengan sekelompok para sahabatnya, yaitu shalat khauf (kondisi takut) dua raka’at, kemudian beliau shalat lagi dua raka’at dengan sekelompok lainnya. (HR. Abu Daud). Tentu shalat beliau yang kedua adalah shalat sunnah. Ini menjadi dalil bolehnya seseorang yang shalat fardhu bermakmum kepada imam yang sedang shalat sunnah.
Wallahu A’lam
www.inilahfikih.com