KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
Sahkah Shalat Di Masjid Yang Di Dalamnya Ada Kuburan?
Apabila kuburannya berada di luar masjid yang sekiranya ada pembatas atau penghalang antara masjid dan kuburan berupa tembok atau jalan maka tidak mengapa shalat di masjid tersebut dan shalatnya sah.
Syaikh Ibnu Baz Rahimahullah berkata:
إذا كان في قبلة المسجد شيء من القبور فالأحوط أن يكون بين المسجد وبين المقبرة جدار آخر غير جدار المسجد أو طريق يفصل بينهما، هذا هو الأحوط والأولى؛ ليكون ذلك أبعد عن استقبالهم للقبور.
أما إن كانت عن يمين المسجد أو عن شماله، أي عن يمين المصلين، أو عن شمالهم فلا يضرهم شيئا “
“Apabila di arah kiblat suatu masjid ada kuburan, yang lebih hati-hati hendaknya antara masjid dan kuburan ada penyekat berupa tembok lain yakni bukan tembok dari bangunan masjid, atau jalan yang memisahkan antara masjid dan kuburan, inilah yang lebih hati-hati dan lebih utama, agar saat shalat tidak terlalu terlihat menghadap kuburan.
Adapun jika kuburan berada di samping kanan dan samping kiri masjid, atau di samping kanan atau kirinya orang yang shalat maka hal ini tidak ada masalah”. [https://www.google.com/amp/s/islamqa.info/amp/ar/answers/161548]
Sedangkan jika kuburan berada di dalam masjid, bolehkah shalat di masjid tersebut? Dalam hal ini ada beberapa pendapat ulama;
Pertama: Hukumnya Makruh, ini adalah pendapat mayoritas ulama, juga merupakan pendapat dalam Madzhab Hanafiyah, Madzhab Syafiiyah, juga salah satu riwayat dalam madzhab Imam Ahmad dan Imam Malik.
Kedua: Hukumnya boleh dan tidak makruh. Ini adalah pendapat madzhab Malikiyah.
Ketiga: Hukumnya haram dan shalatnya batal. Ini adalah madzhab Hanabilah. Akan tetapi ada salah satu riwayat dari Imam Ahmad yang mengatakan hukumnya haram namun shalatnya tetap sah. [www.islamweb.net]
Intinya, bagi setiap muslim berusaha untuk menjauhkan kuburan dari masjid, dengan tidak membangun masjid di area kuburan atau mengubur mayat di area masjid.
Jika sekiranya ada kuburan di samping kanan, kiri atau arah kiblat masjid, hendaknya diletakkan pembatas atau penghalang berupa tembok atau jalan. Semua ini dalam rangka syaddudz dzari’ah atau upaya mencegah atau menghindari hal-hal yang bisa merusak akidah kaum muslimin seperti penghormatan atau pengagungan terhadap kuburan, yang merupakan sarana menuju kesyirikan sebagaimana disampaikan oleh para ulama.
Dalam situs Islamweb.net disebutkan;
فالصلاة لا تجوز في مسجد به قبر، سواء بني القبر على المسجد أو أدخل القبر في المسجد لما في ذلك من ذريعة عظيمة للشرك، وللنهي الوارد عن ذلك في أحاديث كثيرة.
“Shalat di masjid yang di dalamnya ada kuburan tidak diperbolehkan, baik membangun masjid di area kuburan maupun mengubur mayat di area masjid, hal ini dalam rangka mencegah sesuatu yang besar yaitu kesyirikan, juga terdapat banyak hadis yang melarang perbuatan ini”
Terdapat hadits Dari Jundab, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda;
أَلاَ وَإِنَّ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ كَانُوا يَتَّخِذُونَ قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ وَصَالِحِيهِمْ مَسَاجِدَ أَلاَ فَلاَ تَتَّخِذُوا الْقُبُورَ مَسَاجِدَ إِنِّى أَنْهَاكُمْ عَنْ ذَلِكَ
“Ingatlah bahwa orang sebelum kalian, mereka telah menjadikan kubur nabi dan orang sholeh mereka sebagai masjid. Ingatlah, janganlah jadikan kubur menjadi masjid. Sungguh aku benar-benar melarang dari yang demikian” (HR. Muslim)
Wallahu A’lam
www.inilahfikih.com
Syukran ustadz..tapi bagaimana kita menjelaskan kepada mereka yg notabennya sebagai DKM tersebut
makam berada di samping tempat imam tersebut
sampaikan saja sesuai artikel. namun sampaikan bahwa mencegah terjadinya kesyirikan atau mengkeramatkan kuburan harus diperhatikan