Apabila hilal tidak terlihat, bilangan bulan disempurnakan atau dipersempit?

Apabila hilal tidak terlihat, bilangan bulan disempurnakan atau dipersempit?

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَصُومُوا وَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَأَفْطِرُوا فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ

“Jika kalian melihat hilal maka berpuasalah dan jika melihatnya kembali maka berbukalah (ber hari raya ‘ied), lalu jika kalian terhalangi (tidak dapat melihatnya) maka perkirakanlah bulan tersebut”. (HR. Al-Bukhari)

1. Lafadz;

فَاقْدُرُوا

Oleh jumhur atau mayoritas ulama dimaknai;

فَأَكْمِلُوْا

“Sempurnakanlah”

Sebagaimana dalam hadits yang berbunyi:

فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا ثَلَاثِينَ

“Jika hilal itu tertutup dari pandangan kalian, sempurnakanlah (bulan sya’ban) menjadi tiga puluh hari” (HR. An-Nasai)

Dalam riwayat lain;

فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِينَ

“Genapkanlah bulan Sya’ban menjadi 30 hari”. (Hr. Al-Bukhari)

2. lafadz;

فَاقْدُرُوا

Oleh sebagian ulama di antaranya yang masyhur dalam madzhab Imam Ahmad dimaknai;

اَلتَّضْيِيْقُ

“Mempersempit”

Artinya bilangan bulan sya’ban dipersempit atau dicukupkan 29 hari dan keesokan harinya sudah puasa.

Makna ini merujuk pada ayat:

 وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّهُ

“Dan orang yang disempitkan rezekinya, hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya” (QS. At-talaq:7)

Wallahu A’lam

@Abul Fata Murod

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *