Jimak di siang hari bulan ramadhan dan berzina

Jimak di siang hari bulan ramadhan dan berzina

-Seseorang yang sedang puasa, tiba-tiba membatalkan puasanya dengan jimak (hubungan badan) bersama istrinya, maka ia berdosa. Wajib taubat, mengqadha’ puasa dan membayar kafarat.

-Apabila seseorang membatalkan puasa dengan makan atau minum, selepas itu ia jimak dengan istrinya, maka ia berdosa. Wajib taubat, dan wajib mengqadha’ puasa. Ia wajib membayar kafarat menurut mayoritas ulama (Hanafi, Hambali dan Maliki), sedangkan menurut Syafii ia tidak wajib membayar kafarat.

-Orang yang zina di bulan puasa sedangkan ia berpuasa, maka ia melakukan dosa besar zina dan dosa membatalkan puasa. Maka ia wajib dirajam sampai meninggal (jika zina muhshon) atau dicambuk 100 kali lalu dibuang di tempat terpencil selama setahun (jika ghairu muhshon), ini jika diterapkan syariat Islam padanya. Bila tidak, ia wajib taubat dari zina dan dosa membatalkan puasa, ia juga wajib mengqadha’ puasa dan membayar kafarat.

 

-Kafarat yaitu yaitu memerdekakan budak, jika tidak mampu maka berpuasa dua bulan berturut-turut, jika tidak mampu maka memberi makan 60 orang fakir miskin (untuk satu hari membatalkan puasa dengan jimak).

 

-Seseorang yang sedang safar (bepergian), ia termasuk orang yang dibolehkan untuk berbuka, sehingga boleh makan, minum dan jimak. Dia tidak terkena kafarat dan tidak ada dosa baginya, namun dia harus mengqada’ untuk hari itu.

@Abul Fata Miftah Murod

@www.inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *