Amar Ma’ruf

Amar Ma’ruf

إِنَّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ باللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا .مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

 

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ

فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ ، وَشَرَّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ، وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

Hadirin jama’ah shalat jum’at rahimakumulloh…

Begitu cepat waktu berlalu, hari-hari yang kita lalui berlari sangat cepat. Serasa baru kemarin kita melaksanakan ibadah shalat jum’at, sekarang kita kembali bersimpuh di masjid yang mulia ini untuk kembali melaksanakan perintah-Nya. Bulan demi bulan melenggang meninggalkan kita, waktu yang terus mengalir mengantarkan kita kepada tahun baru Islam 1434 Hijriah.

Sebagian kaum muslimin sangat antusias dan bersemangat dalam menyambutnya, di antara mereka ada yang pawai obor keliling kampung, ada yang mengisinya dengan muhasabah diri di masjid-masjid, ada yang mengisinya dengan berbagai perlombaan, mulai dari lomba adzan sampai dengan lomba cerdas cermat agama Islam. Ada kegembiraan di dalam diri mereka karena telah diberi nikmat untuk bertemu dengan tahun baru hijriah ini.

Kaum muslimin rahimakumulloh..

Bersyukur atas nikmat yang telah Alloh berikan kepada kita adalah suatu kemestian. Betapa tidak..? Alloh  masih memberikan kita kesempatan untuk hidup, kesempatan untuk memperbaiki diri, kesempatan untuk beramal shalih dan kesempatan-kesempatan yang lainnya yang bernilai positif bagi diri-diri kita sekalian. Dan yang terpenting adalah Alloh  masih  menetapkan kita dalam lingkaran iman dan Islam. Semoga kita kelak diwafatkan dalam keadaan iman dan Islam.

Saudaraku kaum muslimin rahimakumulloh..

Mari kita flash back, kembali menengok ke belakang. Tahun demi tahun berganti baru, perayaan dalam menyambutnya begitu meriah mengiringinya, tapi tidak ada substansi hakiki dalam mengisi hari-hari sepanjang tahun yang ada di dalamnya. Ummat Islam tetap saja dalam keterpurukan yang dahsyat, betapa banyak orang yang mengaku beragam Islam tapi enggan untuk melaksanakan shalat, padahal shalat adalah tiang agama, berapa banyak orang yang mengaku muslim, tapi pada siang hari ini masih berada di pasar-pasar, di jalan-jalan dan di kantor-kantornya, malas melaksanakan perintah Alloh , yaitu shalat jum’at. Berapa banyak muslimah-muslimah, wanita-wanita yang beragama Islam tapi berakhlak dan berperilaku separti orang-orang barat yang notabene adalah kafir terhadap Alloh . Mereka menjadikan budaya barat sebagai tuntunan dalam hidupnya, mereka melupakan al-Qur’an, mereka meninggalkan petunjuk yang haq yang akan menyelamatkannya dari kobaran Api Neraka. Sihir dan perdukunan menjadi pelabuhan utama untuk menyelesaikan berbagai problematika kehidupan. Suatu keterpurukan yang sangat nyata di hadapan mata-mata kita.

Saudaraku kaum muslimin rahimakumulloh..

Ada satu kewajiban besar yang terlupakan, kewajiban ini belum mendapat posisi yang ideal di dalam diri-diri kaum muslimin. Kewajiban amar ma’ruf nahi munkar yang telah Alloh perintahkan di dalam al-Qur’an dan as-Sunnah telah dilupakan oleh sebagian kaum muslimin. Bukankah Alloh  berfirman di dalam surat Ali Imran: 104

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung.”

Bukankah Rasululloh  juga menegaskan dalam sabadanya:

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإنْلَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيْمَان

“Barang siapa melihat kemungkaran, maka hendaknya ia merubah dengan tangannya. Apabila tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika tidak mampu, maka dengan hatinya dan itulah selemah lemahnya iman.” (HR. Muslim)

Jama’ah shalat jum’at rahimakumulloh..

Kewjiban amar ma’ruf nahi munkar ini sering dipandang sebelah mata, karena kita menganggap bahwa itu semua adalah kewajiban para ustadz, para kiyai, para ajengan, para syaikh dan para ulama’. Sementara kita adalah orang awam yang tidak berhak mendahului mereka.

Kaum muslimin rahimakumulloh..

Mari kita renungkan.. berapa ratus juta jumlah penduduk Indonesia..? berapa jumlah ustadz, kiyai, ajengan Syaikh dan ulama yang ada di Indonesia..? Terlalu berat jika tugas besar ini hanya dibebankan kepada mereka. Jumlah ustadz, kiyai, ajengan syaikh dan ulama yang ada di tengah-tengah kita jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan kerusakan yang sedang terjadi. Ketika jumlah para da’i (orang yang berdakwah) sedikit/minoritas, sedangkan jumlah kerusakan sangat besar/mendominasi dan kebodohan tentang agama merajalela, maka hukum amar ma’ruf nahi munkar atau dakwah menjadi wajib ‘ain bagi setiap individu muslim sesuai dengan kemampuannya. Itulah ketetapan Syaikh bin Bazz .

Saudaraku kaum muslimin rahimakumulloh..

Berilmu sebelum beramal adalah sebab keselamatan. Sebelum kita beramar ma’ruf nahi munkar, sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa itu ma’ruf dan apa itu munkar sehingga tidak keliru dalam menerapkannya. Amar ma’ruf artinya menyuruh kepada yang ma’ruf (kebaikan atau kebajikan), sedangkan nahi munkar artinya mencegah atau melarang dari yang munkar. Arti ma’ruf adalah apa saja yang dikenal dan diperintahkan oleh syari’at, serta orang yang melakukannya akan terpuji. Sedangkan munkar adalah perkara-perkara yang diingkari dan dilarang oleh syari’at, serta orang yang melakukannya akan tercela.

Jama’ah shalat jum’at rahimakumulloh..

Amar ma’ruf nahi munkar atau dakwah adalah tugas yang sangat mulia, seluruh Nabi dan Rasul diutus untuk proyek yang agung ini. Dari sini cukuplah menjadi bukti kemuliaan amal dakwah atau amar ma’ruf nahi munkar. Kemuliaan tersebut bertolak dari substansi seruan dakwah, yaitu menyeru manusia kepada tugas yang hakiki, pelaksanaan pengabdian hanya kepada Alloh . Alloh  berfirman:

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)

Kemuliaan dan keagungan amal dakwah juga banyak sekali disebutkan di dalam al-Qur’an ataupun di dalam hadits-hadits Rasululloh . Di samping keselamatan untuk semua manusia dari kobaran api jahannam, pahala dan balasan yang besar juga akan didapat bagi para penyeru dan penegak panji-panji dakwah. Marilah kita renungkan beberapa keutamaan amal dakawah sehingga dapat memotivasi diri kita untuk segera beramal shalih:

  1. Alloh akan memberi pahala yang sangat besar bagi orang yang beramar ma’ruf nahi munkar.

 لَا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau Mengadakan perdamaian di antara manusia. dan Barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Allah, Maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.” (QS. An-Nisa: 114). Alloh  yang Maha Besar menjanjikan pahala yang besar, maka pastilah ini adalah pahala yang sangat besar.

  1. Bagi orang yang berdakwah/beramar ma’ruf nahi munkar, akan mendapat pahala yang melimpah dari orang yang kita dakwahkan.

Rasululloh  bersabda:

مَنْ دَعَا إِلَي هُدَى كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُوْرِ مَنْ تَبِعَهُ لاَيَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا

“Barang siapa mengajak orang lain menuju petunjuk, maka dia akan mendapat pahala seperti orang yang mengikutinya. Pahala itu tidak akan berkurang sedikitpun..” (HR. Muslim)

  1. Pahala dakwah yang menyebabkan hidayah adalah lebih baik daripada harta yang paling berharga sekalipun.

Rasululloh  berpesan kepada Ali bin Abi Tholib .

فَوَاللهِ لأَنْ يَهْدِيَ اللهُ بِكَ رَجُلًا وَحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ يَكُوْنَ لَكَ حُمْرٌ النَّعَمْ

“Demi Alloh, sesungguhnya Alloh memberi hidayah kepada satu orang melalauimu, adalah lebih baik daripada kamu memiliki unta merah.” (HR. Bukhari) Unta merah pada saat itu adalah merupakan harta yang paling berharga.

  1. Perkataan orang yang berdakwah adalah merupakan sebaik-baik ucapan. Alloh berfirman:

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?”” (QS. Fushilat: 33). Jika perkataannya saja adalah sebaik-baik ucapan, maka setiap gerak dan aktifitas orang yang berdakwah pun merupakan sebaik-baik aktifitas.

  1. Dengan berdakwah/beramar ma’ruf nahi munkar, kita akan menjadi ummat yang terbaik. Alloh berfirman

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ ۚ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah..” (QS. Ali  Imran: 110) Untuk menjadi ummat terbaik, maka syaratnya adalah beramar ma’ruf nahi munkar.

  1. Berdakwah/beramar ma’ruf nahi munkar adalah sebab keberuntungan. Alloh berfirman:

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran: 104)

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْﺁنِ الْعَظِيْمِ وَ نَفَعَنِي وَ إِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلاۤيَاتِ وَ الذِّكْرِ الْحَكِيْمِ .أَقُوْلُ قَوْلِي هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَ لِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ،

إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ، نَحْمَدَهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئاَتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

Saudaraku kaum muslimin rahimakumulloh…

Bergitu banyak keutamaan yang akan didapat dari pelaksanaan amar ma’ruf nahi munkar. Akan tetapi perlu kita ketahui, ketika amar ma’ruf nahi munkar kita tinggalkan, maka adzab dan bencana akan berdatangan menimpa kita. Adzab dan bencana itu akan menimpa semua orang yang ada di dalamnya tanpa harus memilah dan memilih siapa yang zhalim dan siapa yang bertaqwa. Semuanya akan tertimpa adzab yang pedih. Alloh  berfirman dalam surat al anfal: 25

“Dan takutlah kalian dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kalian. dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (QS. Al-Anfal: 25). Bencana massal akan menimpa suatu kaum yang di dalamnya terjadi berbagai kerusakan dan kemungkaran.

Saudaraku kaum muslimin rahimakumulloh..

Terlalu banyak nash-nash yang sangat tegas baik dari al-Qur’an ataupun as-Sunnah telah mengingatkan kepada kita akan ancaman yang sangat dahsyat ketika kita meninggalkan amar ma’ruf nahi munkar ini. Rasululloh  bersabda:

مَا مِنْ قَوْمٍ يَعْمَلُ فِيْهِمْ بِالمَعَصِى ثُمَّ يَكْدِرُوْنَ أَنْ يُغَيِّرُ، وَلاّيُغَيِّرُوْنَ إلاَّ يُشَاكُّ أَنْ يَعُمَّهُ اللهُ بِالعِقَابِ

“Tidak ada satu komunitas masyarakat yang di dalam kehidupan mereka berbagai maksiat dikerjakan, padahal mereka sanggup untuk merubahnya, tetapi mereka tidak merubahnya, kecuali pasti Alloh akan memberikan hukuman yang merata terhadap mereka semua.” (HR. Ibnu Majjah dengan sanad hasan)

Di dalam riwayat yang lain Rasululloh  bersabda:

مَا مِنْ قَوْمٍ يَكُوْنُ بَيْنَ أَظْهُرِهِمْ مَنْ يَعْمَلُ المَعَاصِي، هُمْ أَعَزُّ مِنْهُ وَأَمْنَعْ، وَلَمْ يُغَيِّرُوْا، إلاَ أَصَبَهُمُ اللهُ بِعَذَابِ

“Tidak ada satu kaum pun yang di tengah-tengah mereka ada orang yang berbuat maksiat padahal mereka lebih terhormat dan lebih kuat akan tetapi mereka tidak merubah maksiat tersebut kecuali Alloh  akan menimpakan adzab kepada mereka.” (HR. Abu Daud dengan sanad shahih)

Saudaraku kaum  muslimin rahimakumulloh..

Begitu pentingnya amar ma’ruf nahi munkar ini, sampai-sampai Rasululloh  bersumpah agar kita melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar di tengah-tengah kehidupan kita. Rasululloh  bersabda:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَتَأْمُرَنَّ بِالمَعْرُوْفِ وَلَتَنْهَوَنَّ عَنِ المُنْكَارِ أَوْ لَيُوشِكَنَّ اللهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَابًا مِنْهُ’ ثُمَّ تَدْعُونَهُ فَلاَ يُسْتَجَابُ لَكُمْ
 

“ Demi Alloh yang nyawaku ada ditangan-Nya, hendaklah kalian menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, jika tidak niscaya Alloh akan mengirimkan adzab kepada kalian, kemudian kalian berdo’a kepada-Nya tetapi tidak dikabulkan.” (HR At-Tirmidzi)

Ummul Mukminin Zainab  bertanya keapada Rasululloh :

يَا رَسُولَ اللهُ، أَنُهْلَكُ وَفِيْنَا الصَّالِحُونَ…؟

“Ya Rasululloh.. Apakah kami akan tetap dibinasakan, padahal di tengah-tengah kami ada orang-orang yang shalih..?

Rasululloh  menjawab:

نَعَمْ،  إِذَا كَثُرَ الخَبَثُ

“Yaa, betul kalian akan tetap ditimpa bencana meskipun ada orang-orang shalih di antara kalian, ketika keburukan, kemaksiatan telah mendominasi di masyarakat..”

Bilal bin Sa’ad  (seorang tabi’in) juga mengatakan:

إِنَّ المَعْصِيَةَ إِذَاخَافِيَتْ، لَمْ تَضُرَّ إِلاَّ صَاحِبُهَا

“Sesungguhnya kemaksiatan apa bila tersembunyi dia tidak akan mencelakakan siapa-siapa kecuali pelakunya saja”

وَإِذَا أُعْلِنَتْ وَلَمْ تُغَيَّرُ ضَرَّةِ العَمَّةِ

“akan tetapi apa bila kemaksiatan dilakukan secara terang-terangan, tampak secara tegas dan tidak ada upaya untuk merubahnya, maka celakanya akan menimpa keseluruh manusia/masyarakat”

Saudaraku kaum Muslimin rahimakumulloh..

Begitu dahsyat ancaman meninggalkan amar ma’ruf nahi munkar, maka dari itu saya menghimbau kepada diri saya pribadi dan kepada seluruh kaum muslimin untuk segera berperan aktif, melaksanakan perintah Alloh dan Rasul-Nya dengan beramar ma’ruf nahi munkar, berdakwah kepada saudara-saudara kita, semoga kita semua terhindar dari adzab dan bencana yang mengerikan tersebut..

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍّ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي اْلأُمُوْرِ، وَنَسْأَلُكَ عَزِيْمَةَ الرُّشْدِ، وَنَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اَللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي اْلأُمُوْرِكُلَّهَا وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ اْلآخِرَةِ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Artikel:

www.inilahfikih.com

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *