Mempercayai Nama-Nama Alloh dan Sifat-Sifat-Nya

Mempercayai Nama-Nama Alloh dan Sifat-Sifat-Nya

Telah kita ketahui bahwa Rukun iman ada enam, yang pertama Iman kepada Alloh.  Iman kepada Alloh mengandung empat hal:

  1. Mempercayai keberadaan (wujud) Alloh
  2. Mempercayai bahwa Alloh adalah satu-satunya Robb
  3. Mempercayai bahwa Alloh adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah.
  4. Keempat: Mempercayai nama-nama Alloh dan sifat-sifatNya.

Yang dimaksud mempercayai nama-nama Alloh dan sifat-sifatNya adalah:

  • Memahami maknanya, menghafalnya, mengakuinya, menggunakannya untuk beribadah kepadaNya dan melaksanakan apa yang menjadi tuntutan dan konsekuensinya. Karena dengan mengetahui sifat-sifat keagungan, kebesaran, kemuliaan dan kemegahan Alloh, itu akan membuat hati kita dipenuhi oleh rasa patuh dan hormat kepada-Nya
  • Mengetahui sifat-sifat keperkasaan, kemampuan dan kekuasaanNya akan membuat hati dipenuhi oleh rasa hina, rendah dan tunduk di hadapan Tuhannya.

Mengetahui sifat-sifat kasih sayang, kebaikan, kedermawanan dan kemurahanNya akan membuat hati dipenuhi oleh keinginan dan harapan untuk mendapatkan karunia, anugerah dan kemurahanNya.

Mengetahui ilmu dan pengawasanNya akan membat manusia merasa senantiasa diawasi oleh Tuhannya, anugerah dan kemurahanNya.

Dan, keseluruhan sifat-sifat tersebut menuntut manusia untuk cinta, rindu dan mendekatkan diri kepada Alloh, dengan cara beribadah kepadaNya semata dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu.

  • Kita menetapkan nama-nama dan sifat-sifat Alloh yang telah ditetapkan sendiri oleh Alloh dan RosulNya. Kita mempercayainya dan mempercayai makna serta pengaruhnya. Kita percaya bahwa Alloh adalah Ar-Rahiim; bahwa Dia memiliki rahmat (kasih saying). Dan di antara pengaruh nya adalah bahwa Dia menyayangi orang yang Dia kehendaki. Demikianlah seterusnya pada nama-nama Alloh yang lainnya.
  • Kita menetapkan nama-nama dan sifat-sifat itu menurut makna yang sesuai dengan keagungan Alloh taala tanpa tahrif (mengubah redaksinya), tanpa ta’thil (menganggapnya tidak bermakna), tanpa takyif (menjelaskan bentuk konkritnya) dan tanpa tamsil (menyerupakan Alloh dengan makhluk). Ini sejalan dengan firman Alloh taala:

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

“Tidakadasesuatu pun yang serupadenganDiadanDialah Yang MahaMendengarlagiMahaMelihat” (QS. Asy-Syuura:11)

  • Kita tahu dan yakin bahwa Alloh adalah satu-satunya yang memiliki Asma’ Al-Husna (nama-nama yang bagus) dan sifat-sifat yang luhur, yang kita gunakan untuk memanjatkan doa kepadaNya.

Alloh taala berfirman:

وَلِلَّهِ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Hanya milik Allah asmaa-ul husna Maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. nanti mereka akan mendapat Balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al-A’raaf:180)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasululloh shallalahu alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Alloh memiliki sembilan puluh Sembilan nama, seratus kurang satu; barang siapa menjaganya maka iaakan masuk surga.”

 

Semoga bermanfaat

Artikel:

www.inilahfikih.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *