MENGAPA HARUS BERDAKWAH? INGAT, BERDAKWAH TIDAK HARUS BERCERAMAH..!!

MENGAPA HARUS BERDAKWAH? INGAT, BERDAKWAH TIDAK HARUS BERCERAMAH..!!

Saudaraku…ketika kita membaca ayat ayat al-Quran dan hadis-hadis rasul, maka disana kita dapati sederetan ayat dan hadis  yang berisi tentang motivasi dan anjuran berdakwah. Hal ini menunjukkan pentingnya berdakwah dan sekaligus sebagai perintah langsung dari Alloh dan rasul-Nya untuk berdakwah. Dengan demikian, timbul sebuah pertanyaan, MENGAPA HARUS BERDAKWAH?, sebuah pertanyaan namun seolah olah berisi sebuah pesan penting didalamnya. Ternyata, untuk mampu menjawab pertanyaan tersebut kita perlu mengetahui  sejauh mana keutamaan dari berdakwah itu sendiri. Berikut ini beberapa keutamaan berdakwah:

  1. Dakwah adalah Muhimmatur Rusul (Tugas Utama Para Rasul alaihimussalam)

Para rasul alaihimussalam adalah orang yang diutus oleh Allah untuk melakukan tugas utama mereka, yakni berdakwah kepada Allah. Keutamaan dakwah terletak  pada disandarkannya kerja dakwah ini kepada manusia yang paling utama dan mulia yakni Rasulullah dan saudara-saudara beliau para nabi & rasul alaihimussalam. Alloh berfirman: “Katakanlah (Hai Muhammad): “Inilah jalanku: aku dan orang-orang yang mengikutiku berdakwah (mengajak kamu)  kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik“. (Yusuf (12): 108).

  1. Dakwah adalah Ahsanul A’mal (Amal yang Terbaik)

Dakwah adalah amal yang terbaik, karena da’wah memelihara amal Islami di dalam pribadi dan masyarakat. Membangun potensi dan memelihara amal sholeh adalah amal da’wah, sehingga da’wah merupakan aktivitas dan amal yang mempunyai peranan penting di dalam menegakkan Islam. Tanpa da’wah ini maka amal sholeh tidak akan berlangsung. Alloh berfirman: ”Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang berdakwah (menyeru) kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (Fushilat (41): 33).

  1. Para da’i akan memperoleh balasan yang besar dan berlipat ganda (al-hushulu ‘ala al-ajri al-‘azhim)

Perhatikanlah sabda Rasulullah kepada Ali bin Abi Thalib: “Demi Allah, sesungguhnya Allah  memberikanhidayah kepada seseorang dengan (da’wah)mu, maka itu lebih baik bagimu dari unta merah.” (HR. Bukhari, Muslim & Ahmad).

  1. Da’wah dapat menjadi penyelamat dari azab Allah (An-Najatu minal ‘Azab)

Rasulullah bersabda:Dari Hudzaifah bin Yaman ra dari Nabi Muhammad beliau bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalian harus melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar, atau Allah akan menurunkan hukuman dari-Nya kemudian kalian berdoa kepada-Nya dan Dia tidak mengabulkan doa kalian.” (HR Tirmidzi, beliau berkata: hadits ini hasan).

  1. Da’wah adalah Jalan Menuju Khairu Ummah

Sesungguhnya Rasulullah berhasil mengubah masyarakat jahiliyah menjadi umat terbaik sepanjang zaman dengan dakwah beliau.

BERDAKWAH TIDAK HARUS BERCERAMAH..!!

Kata “dakwah” jika terdengar, maka yang pertama muncul dibenak diri kita adalah merangkai kata -kata atau dalil untuk disampaikan kepada seseorang atau kelompok. Itulah arti dakwah yang dianggap oleh kebanyakan diri kita, sehingga sedikit sekali diantara kita yang tertarik dengan dakwah, bagaimana tidak, karena merangkai kata kata atau dalil untuk disampaikan kepada orang lain bukanlah hal yang mudah, disamping membutuhkan keilmuan yang mapan, kepandaian beretorika dan sekaligus persiapan mental baja yang harus kita persiapkan.

Jika pemahaman kita tentang dakwah demikian, tentu tugas dakwah akan hanya dibebankan kepada seorang ustad, kyai atau penceramah saja. Padahal kalo kita teliti kembali lebih mendalam, di dalam al-Quran dan hadis banyak tercantum berbagai ayat dan hadis yang memotivasi Untuk berdakwah, tanpa dibatasi dengan ucapan atau lisan saja, walaupun memang terdapat beberapa ayat atau hadis yang mengisyaratkan bahwa berdakwah membutuhkan lisan atau ucapan namun bukanlah satu satunya lisan atau ucapan sebagai sarana akwah. Berdakwah adalah sebuah perintah agama yang agung, namun suatu metode dalam dakwah, bisa dikembalikan kepada sang dai itu sendiri dengan menyesuaikan kemampuan, keadaan serta kebutuhan.

Saya ulangai lagi, BERDAKWAH TIDAK HARUS BERCERAMAH, tetapi berdakwah sangat memungkinkan melalui sebuah tulisan, karena sebuah tulisan itu bisa mewakili sebuah ucapan, disamping itu tidak semua pribadi kita mampu berceramah dikarenakan berbagai alasan, maka dengan tulisan itulah pribadi kita mampu ikut andil berdakwah menyampaikan pesan-pesan kebaikan.

Dengan tulisan tersebut diharapkan bisa disampaikan atau dibagikan dan kemudian dibaca oleh sasaran dakwah kita. Saatnya kita berdakwah, karena berdakwah bukan hanya tugas sang ustad, kyai atau penceramah. Dakwah adalah tugas seluruh umat islam, dakwah adalah estafet kenabian yang harus kita lanjutkan, tidak perlu bersusah payah dan gundah jika tidak mampu berceramah, KARENA BERDAKWAH TIDAK HARUS BERCERAMAH..!!

Oleh:

Abul Fata Miftah Murod, Lc

Artikel:

www.inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *