KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutanΒ al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
Ucapan-Ucapan Dahsyat Al-Imam Asy-Syafii Rahimahullah
Berikut ucapan-ucapan dahsyat Al-Imam Asy-Syafii rahimahullah yang sangat indah dan dalam maknanya, semoga menginspirasi kita semua.
π± “Mencari ilmu itu lebih utama daripada shalat sunnah”
π± “Barangsiapa yang ingin bahagia di dunia maka wajib baginya mencari ilmu, dan barangsiapa yang ingin bahagia di akherat maka wajib baginya mencari ilmu”
π± “Tidak ada amalan-amalan yang lebih utama -setelah amalan wajib- yang bisa mendekatkan diri kepada Allah daripada amalan mencari ilmu”
π± “Tidak akan sukses seseorang mencari ilmu kecuali orang yang mencarinya secara bertahap (sedikit demi sedikit tetapi terus-menerus)”
π± “Manusia sering lalai dari surat ini, “Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar dalam keadaan merugi” (QS. Al-‘Ashr:1-2). ” Dahulu Imam Asy-Syafii membagi malamnya menjadi 3 bagian, sepertiga untuk menulis, sepertiga untuk shalat dan sepertiga untuk tidur.
π± “Aku senang jikalau semua ilmu yang aku pelajari dipelajari oleh manusia sehingga aku mendapatkan pahala dan manusia tidak memujiku”
π± “Kemulian itu akan bersama kebenaran di manapun berada”
π± “Aku sama sekali tidak pernah berbohong dan aku tidak pernah bersumpah baik sumpah dusta maupun sumpah kebenaran”
π± “Aku tidak pernah meninggalkan mandi jumat baik kondisi dingin, bepergian dan kondisi apapun”
π± “Aku tidak pernah kenyang selama 16 tahun kecuali satu kali kenyang”. Dalam riwayat lain “Tidak pernah kenyang selama 20 tahun. ”
π± “Siapa saja yang tidak bisa mulia dengan takwa maka tidak ada kemuliaan baginya”
π± “Aku tidak pernah takut faqir (miskin) sedikitpun”
π± “Mencari kelebihan nikmat-nikmat dunia adalah siksaan yang Allah timpakan kepada ahli tauhid”
π± Pernah dikatan kepada Imam Asy-Syafii: “Apa yang membuatmu selalu membawa tongkat padahal kamu tidak lemah?”, Beliau menjawab: “Agar aku selalu ingat bahwa aku adalah musafir di dunia”
π± “Barangsiapa yang merasa dirinya lemah (kurang), maka akan memperoleh istiqomah”
π± Barangsiapa yang dirinya dikalahkan oleh syahwat dunia maka dirinya akan menghamba kepada dunia dan barangsiapa yang qona’ah maka akan terhindar dari kehinaan”
π± “Kebaikan dunia dan akherat ada pada 5 perkara: Kaya hati, menahan diri berbuat jahat, mencari harta (profesi) yang halal, bertakwa dan yakin terhadap Allah dalam segala keadaan”
π± “Simpanan yang paling bermanfaat adalah ketakwaan dan simpanan yang paling membahayakan adalah permusuhan”
π± “Barangsiapa yang ingin dibukakan hatinya atau diberikan cahaya dalam hatinya maka baginya meninggalkan ucapan-ucapan yang tidak bermanfaat, meninggalkan maksiat, dan memiliki amalan-amalan rahasia yang hanya diketahui oleh dia dan Allah. ” Dalam riwayat lain: “Mengasingkan diri (dengan beribadah dan agar terhindar dari fitnah), sedikit makan, meninggalkan bercampur baur dengan orang-orang bodoh dan membenci ahli ilmu yang tidak memiliki keadilan dan adab”
π± “Kalaulah seandainya engkau berjuang untuk memperoleh ridho semua manusia maka tidak akan memperolehnya, maka ikhlaskan amalmu dan niatkan hanya untuk Allah”
π± “Orang yang ikhlas tidak mengenal riya’ (pamer)”
π± “Barangsiapa yang ingin mendapatkan kebaikan dari Allah maka berperasangka baiklah kepada manusia”
π± “Seseorang tidak akan sempurna di dunia kecuali dengan 4 perkara: Taat agama, amanah, benteng diri, dan kematangan akal”
π± “Aku mengamati selama 40 tahun dan bertanya kepada saudara-saudaraku yang telah menikah tentang keadaan pernikahannya, tidak ada diantara mereka kecuali mengatakan, sesungguhnya menikah adalah kebaikan”
π± “Barangsiapa yang jujur dalam berteman dengan para temannya maka ia akan menerima alasan-alasannya (udzurnya), menutupi kesalahannya dan memintakan ampun kepada Allah atas kesalahannya”
π± “Tidak ada kesenangan yang setara dengan persahabatan, tidak ada kegelisahan yang setara dengan perpisahan dengannya (sahabat baik). ”
π± “Janganlah mengurangi hak saudaramu lantaran kecintaannya kepadamu”
π± “Barangsiapa yang menasehati saudaranya secara sembunyi-sembunyi maka ia benar-benar menasehatinya, dan barangsiapa yang menasehati saudaranya secara terang-terangan maka ia telah menghinakannya”
π± “Barangsiapa yang meninggikan diri melebihi jati dirinya (yang sebenarnya), maka Allah akan kembalikan pada dirinya (yang sebenarnya)”
π± “Barangsiapa yang menghiasi dirinya dengan kebatilan maka Allah akan singkap jati dirinya (rahasianya)”
π± “Apabila di hadapanmu ada banyak urusan-urusan yang penting maka dahulukan urusan yang paling penting”
π± “Rendah hati mewariskan kecintaan dan qona’ah mewariskan ketenangan”
Semoga bermanfaat untuk kehidupan kita.
Referensi:
(Diambil Dari Muqoddimah Kitab Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab Karya Imam An-Nawawi Asy-Syafii Rahimahullah)
βAkhukum Fillah:
Abul Fata Miftah Murod, S. Ud, Lc (Pembina Web www.inilahfikih.com)
Artikel:
www.inilahfikih.com
πShare..!! Raih amal shaleh