KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
SHALAT ID (HARI RAYA) BERTEPATAN DENGAN HARI JUM’AT, WAJIBKAH MELAKSANAKAN SHALAT JUM’AT BAGI YANG SUDAH SHALAT ID?
Dalam masalah ini ada perbedaan di kalangan para ulama ahli fikih. Berikut beberapa pendapatnya;
Pertama: Yang diberi keringanan untuk tidak shalat jum’at hanyalah orang yang tinggal di pedalaman (suku badui), yang mana mereka turun ke kota hanya untuk keperluan darurat seperti shalat jum’at atau id. Pendapat ini diriwayatkan Imam Malik dalam kitab Al-Muwatho’ dan riwayat dari Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Dan ini adalah pendapat dalam Madzhab Syafii.
Kedua: Apabila shalat id di hari jum’at, seorang muslim tetap diwajibkan shalat jum’at meski ia sudah shalat id. Shalat id baginya sunnah dan shalat jum’at baginya wajib. Pelaksanaan shalat id tidak menggugurkan kewajiban shalat jum’at. Ini adalah pendapat Imam Abu Hanifah dan Imam Malik.
Ketiga: Apabila sudah melaksanakan shalat id maka baginya tidak diwajibkan shalat jum’at. Namun ia tetap wajib melaksanakan shalat duhur. Ini adalah pendapat ulama-ulama madzhab Hambali. Dan mayoritas ulama-ulama Hambali terutama di Arab Saudi mengambil pendapat ini seperti Syaikh Ibnu Utsaimin dan Syaikh Ibnu Baz.
Imam Ibnu Qudamah Al-Hambali berkata dalam kitabnya Al-Mughni, “Apabila shalat id bertepatan dengan hari jum’at, maka gugur kewajiban shalat jum’at bagi yang telah shalat id kecuali imam (karena ia tetap dianjurkan mengadakan shalat jum’at)”.
Keempat: Imam Ibnu Rusyd rahimahullah menyebutkan dalam kitabnya Bidayatul Mujtahid Wanihayatul Muqtashid, sebagian kecil dari ulama menyatakan bahwa orang yang telah shalat id di hari jum’at, tidak diwajibkan baginya shalat jum’at dan shalat dzuhur. Jadi, di siang hari itu ia hanya shalat ashar. Pendapat ini disandarkan kepada Imam Atho’, dan riwayat dari sahabat Ibnu Az-Zubair dan Ali. Namun pendapat ini dianggap janggal oleh ulama-ulama Hambali kontemporer seperti Syaikh Ibnu Utsaimin dan Syaikh Ibn Baz. Dianggap menyelesihi sunnah dan dalil yang ada.
Imam Ibnu Taimiyah Al-Hambali rahimahullah berkata: “Pendapat yang shahih, bagi yang telah melaksanakan shalat id, tidak diwajibkan baginya shalat jum’at. Akan tetapi bagi imam tetap menyelenggarakan shalat jum’at, menyediakan untuk orang yang hendak menunaikan shalat jum’at, juga untuk orang yang tidak mendapatkan kesempatan shalat id. Perkara ini telah ada pada kehidupan Rasulullah dan sahabatnya seperti Umar, Utsman, Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud, Zubair dan sahabat lainnya. Tidak ada perbedaan pendapat di antara para sahabat dalam hal ini. Wallahu A’lam
Referensi:
1. Kitab Bidayatul Mujtahid Wa Nihayatul Muqtashid Karya Imam Al-Qodhi Ibnu Rusyd rahimahullah
2. Website Islam;
https://www.google.com/amp/s/www.islamweb.net/amp/ar/fatwa/15442/
https://www.islamweb.net/ar/fatwa/130496/
https://www.google.com/amp/s/www.islamweb.net/amp/ar/fatwa/15442/
https://binbaz.org.sa/fatwas/2621/
@Abul Fata Miftah Murod, Lc; S. Ud