DITINGGAL IBU SEJAK KELAS 5 SD, TETAPKAH BERBAKTI?

DITINGGAL IBU SEJAK KELAS 5 SD, TETAPKAH BERBAKTI?

Dari Hamba Allah. Assalamualaikum ustad, saya seorang perempuan di tinggal ibu saya sejak kelas 5 SD, sekararang saya sudah menikah, apakah saya harus hormat ke dia seperti ke ibu saya? mohon penjelasannya

Jawaban: Apapun perlakuannya kepada anda dia tetap ibu anda sampai kapanpun dan anda wajib berbuat baik kepadanya. Sedangkan ia hanya berbuat dzalim, kalaupun sendainya ibu anda dalam kondisi kafir, anda pun tetap harus berbuat baik kepadanya.

Kisah Sahabat Sa’ad bin Abi Waqqas dan ibunya dapat dijadikan sebagai pelajaran.
Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, diceritakan bahwa Ummu Sa’ad yaitu ibunya Sa’ad bersumpah tidak akan berbicara kepada anaknya dan tidak mau makan dan minum karena menginginkan Sa’ad murtad dari ajaran Islam. Ummu Sa’ad mengetahui bahwa Allah menyuruh seorang anak berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya berkata, “Aku tahu Allah menyuruhmu berbuat baik kepada ibumu dan aku menyuruhmu untuk keluar dari ajaran Islam ini”. Kemudian selama tiga hari Ummu Sa’ad tidak makan dan minum. Bahkan memerintahkan Sa’ad untuk kufur. Sebagai seorang anak Sa’ad tidak tega dan merasa iba kepada ibunya. berkaitan dengan kisah Sa’ad ini Allah menurunkan wahyu seperti yang terdapat pada surat Al-Ankabut ayat 8 .

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْنًا ۖ وَإِنْ جَاهَدَاكَ لِتُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۚ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Dan Kami berwasiat kepada manusia agar berbakti kepada orang tuanya dengan baik, dan apabila keduanya memaksa untuk menyekutukan Aku yang kamu tidak ada ilmu, maka janganlah taat kepada keduanya”
Juga dalam surat Luqman ayat 15.

وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Dan apabila keduanya memaksamu untuk menyekutukan Aku dengan apa-apa yang tidak ada ilmu padanya, jangan taati keduanya dan bergaul lah dalam kehidupan dunia dengan perbuatan yang ma’ruf atau baik dan ikutilah jalan orang-orang yang kembali kepada-Ku kemudian hanya kepada-Ku lah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa-apa yang telah kamu kerjakan”.

Turunnya ayat ini membuat Sa’ad semakin bertambah mantap keyakinannya dan akhirnya Sa’ad membuka mulut ibunya dan memaksa ibunya untuk makan. Dengan demikian Sa’ad tidak berbuat kufur kepada Allah dan juga bisa berbuat baik kepada ibunya.
Para Ulama mengambil dalil dari ayat ini tentang wajibnya berbakti dan bersilaturahmi kepada kedua orang tua meskipun keduanya masih kafir.
Adapun perlakuan ibu anda yaitu meninggalkan anda saat usia SD, sebaiknya anda memafkannya dan lupakan kejadian tersebut. Bangun kembali komunikasi dengannya dan berbaktilah kepadanya dengan maksimal, karena bakti kepada orang tua adalah salah satu sarana anda untuk mendapatkan ridho Allah dan surga-Nya. Apabila kita diperintahkan untuk memaafkan kesalahan orang lain, lebih-lebih kepada orang tua kita. Sifat memafkan adalah sifat yang terpuji bagi seorang muslim. Allah ,

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Artinya: Orang bertakwa yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS. Ali-Imran: 134). Wallahu a`lam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *