DOA BUKU PUASA YANG SHAHIH

DOA BUKU PUASA YANG SHAHIH

Dari hamba Allah. Adakah doa yang shahih yang diriwayatkan dalam hadits ketika berbuka puasa?

Jawaban: Diantara perkara yang dianjurkan bagi orang yang berpuasa adalah berdoa ketika iftor atau berbuka puasa, namun yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana bacaan doa yang benar untuk di amalkan?
Dalam hal ini Kami telah mendapati 2 bacaan doa berbuka puasa yang dicantumkan dalam kitab-kitab ulama, maka perlu kiranya kita melihat keterangan ulama mengenai 2 bacaan doa tersebut, apakah dua-duanya diperbolehkan untuk diamalkan atau hanya satu dari kedua doa tersebut yang bisa diamalkan.
Berikut 2 bacaan doa berbuka puasa yang masyhur dilakangan para ulama beserta komentar ulama tentang masalah ini:

PERTAMA:

روينا في سنن أبي داود والنسائي عن ابن عمر رضي الله عنهما قال: كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا أفطر قال: ذَهَبَ الظَّمَأُ وَ ابْتَلَّتِ اْلعُرُوْقُ وَ ثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

KEDUA:

ورينا في كتاب ابن سني عن ابن عباس رضي الله عنهما قال: كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا أفطر قال: اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْناَ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْناَ فَتَقَبَّلْ مِنّاَ إِنَّكَ أَنٔتَ السَّمِيْعُ

Atau

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنِّي إِنَّكَ أَنٔتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Lalu bagaimana komentar ulama tentang doa tersebut? Simak keterangan berikut ini;

1. Kedua doa tersebut dicantumkan oleh Imam An-Nawawi Asy-Syafii dalam kitabnya Al-Adzkar dalam bab “Bacaan Doa Ketika Berbuka”. Tentang status dua hadits tersebut, syaikh DR. Muhammad Muhammad Tamir dalam kitab Al-Adzkar terbitan Daruttaqwa menilai pada hadis pertama di riwayatkan oleh Imam Abu Daud (2.357), An-Nasai dalam Al-Kubro (255/2), Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (584/1) dan mengatakan hadis sahih atas syarat syaikhoin yaitu Al-Bukhari dan Muslim. Statusnya “Hadis Hasan”.

Adapun hadis kedua disebutkan oleh Imam Ibnu Sunny dalam kitab ‘Amalul yaumi wallailati halaman 227, hadis nomor 481 dari sahabat Anas secara marfu’. Statusnya “Hadis Dhoif”.

2. Tentang kedua doa tersebut yang tercantum dalam dua hadis tadi, terdapat keterangan dari syaikh Muhammad dalam buku Shahih Fikih Wanita terbitan pustaka Akbar Media beliau mengatakan: Ketika berbuka wajib membaca basmalah dan ketika selesai membaca hamdalah. Disunnahkan membaca doa-doa yang termuat dalam atsar-atsar, walaupun padanya terdapat catatan, akan tetapi jika dibaca tidak ada salahnya, kemudian beliau menyebut kedua bacaan doa yang terdapat dalam kedua hadis diatas. Tentang status kedua hadis tersebut menurut ahli hadits kontemporer bahwa hadis yang pertama adalah hasan, dalam Al-Irwa’ (4/39) dan Shahihul Jami’ (4678), HR. Abu daud (2357), Ad-Daruquthni (240), dan Al-Hakim (1/422). Adapun hadis yang kedua menurutnya adalah dhoif, dalam Shahihul Jami’ (4.350).

3. Syaikh Abdul ‘Adzim bin Badawi Al-Khalafi dalam kitabnya Al-Wajiz mengatakan: Membaca doa ketika akan berbuka sebagaimana yang dijelaskan dalam hadis berikut:

عن ابن عمر رضي اللّه عنهما قال: كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا أفطر قال: ذَهَبَ الظَّمَأُ وَ ابْتَلَّتِ اْلعُرُوْقُ وَ ثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

(Hadis hasan shahih, Abu Daud no. 2066, ‘Aunul Ma’bud VI:482 no. 2440)
Kesimpulannya adalah sebagai berikut;

1. Imam An-Nawawi Asy-Syafii menganjurkan kedua bacaan doa tersebut, demikian juga syaikh Muhammad mengatakan tidak mengapa membaca kedua bacaan doa tersebut.

2. Sedangkan seorang ulama ahli hadits kontemporer dan Syaikh Abdul Adzim bin Badawi Al-Khalafi dalam kitab Al-Wajiz hanya memilih bacaan ini, dan inilah yang kami sarankan untuk diamalkan oleh kaum muslimin, yaitu bacaan;

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَ ابْتَلَّتِ اْلعُرُوْقُ وَ ثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

Karena hadisnya Hasan Shahih sedangkan bacaan “Allohumma laka Shumtu….dan seterusnya” adalah dhoif.

3. Secara teks doa, kebanyakan masyarakat Indonesia justru tidak membaca kedua bacaan doa di atas, akan tetapi mereka membaca doa dengan redaksi berikut:

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Dan redaksi doa yang mirip seperti ini belum kami temui referensinya serta sumbernya dari manapun. Didalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi Asy-Syafii pun tidak ada redaksi yang seperti itu. Jadi yang lebih tepat dan shahih untuk dibaca saat berbuka adalah;

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَ ابْتَلَّتِ اْلعُرُوْقُ وَ ثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

Wallahu `lam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *