KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
HUKUM PUASA PADA HARI SYAK
Saya mengetahui bahwa Nabi melarang puasa pada hari syak atau meragukan, yaitu akhir bulan Sya’ban, atau sehari dua hari sebelum Ramadan. Beliau melarang puasa pada dua hari sebelum Ramadan. Tapi, apakah boleh bagi saya melakukan qadha puasa Ramadan yang lalu pada hari-hari tersebut?
Jawaban:
Ya, dibolehkan mengqadha puasa Ramadhan yang lalu pada hari syak atau meragukan sehari atau dua hari sebelum Ramadan.
Terdapat riwayat shahih bahwa Nabi melarang puasa pada hari syak dan beliau melarang berpuasa pada sehari dan dua hari sebelum Ramadhan. Akan tetapi, larangan tersebut berlaku jika hari itu bukan hari yang menjadi kebiasaan seseorang berpuasa. Berdasarkan hadits Rasulullah ,
لا تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلا يَوْمَيْنِ إِلا رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمًا فَلْيَصُمْهُ
“Jangan dahulukan Ramadan dengan berpuasa sehari atau dua hari sebelumnya, kecuali seseorang yang pada hari itu dia biasanya berpuasa. Maka berpuasalah pada hari itu.” (HR. Bukhari, no. 1914 dan Muslim, no. 1082)
Apabila dibolehkan baginya puasa sunnah yang biasa dia lakukan, maka kebolehan puasa qadha Ramadhan lebih utama lagi, karena dia wajib, dan tidak boleh baginya menunda mengqadha puasanya hingga setelah Ramadan berikutnya.
Imam Nawawi berkata dalam kitab Al-Majmu’ (jilid 6/halaman 399),: “Ulama di kalangan mazhab kami berkata, ‘Tidak sah berpuasa pada hari syak atau meragukan sebelum Ramadhan. Tapi jika dia berpuasa pada hari itu untuk membayar qadha, atau nazar, atau kaffarat, maka semua puasa itu sah. Karena, kalau diperbolehkan baginya berpuasa sunnah pada hari itu jika memiliki sebabnya, maka puasa wajib lebih utama dibolehkan. Seperti waktu yang dilarang untuk shalat. Demikian juga, apabila dia memiliki hutang puasa Ramadan lalu, maka justeru diwajibkan baginya ketika itu, karena waktu pelaksanaan qadha puasa baginya telah sempit.”
Wallahu a`lam