KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
TIPS KETIKA RAMADHAN TELAH PERGI
Pak ustadz, adakah tips atau hendaknya apa yang harus disiapkan seorang hamba ketika meninggalkan ramadhan?
Jawaban:
Ada banyak hal yang harus dilakukan seorang hamba ketika meninggalkan bulan ramadhan, 3 di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Istiqamah dan Berdoa
Kita terkadang harus berpisah dengan bulan Ramadhan yang penuh dengan berkah dan keutamaan. Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang celaka karena tidak mendapatkan pengampunan dari Allah selama bulan Ramadhan, sebagaimana tersebut dalam doa malaikat Jibril dan diamini Rasulullah :
رَغِمَ أَنْفُ عَبْدٍ – أَوْ بَعُدَ – دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ
“Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni oleh Allah .” (HR. Ahmad)
Salah seorang ulama salaf berkata,
من لم يغفر له في رمضان فلن يغفر له فيما سواه
“Barangsiapa yang tidak diampuni dosa-dosanya di bulan Ramadhan, maka tidak akan diampuni dosa-dosanya di bulan-bulan lainnya.” [dinukil oleh imam Ibnu Rajab dalam Kitab Latha-iful ma’aarif, hal. 297]
Oleh karena itu, mohonlah dengan sungguh-sungguh kepada Allah agar Dia menerima amal kebaikan kita di bulan yang penuh berkah ini dan mengabulkan segala doa dan permohonan ampun kita kepada-Nya, sebagaimana sebelum datangnya bulan Ramadhan kita berdoa kepada-Nya agar Dia mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan dalam keadaan hati kita kita dipenuhi dengan keimanan dan pengharapan akan ridho-Nya.
Imam Mu’alla bin al-Fadhl berkata, “Dulunya para salaf berdoa kepada Allah selama enam bulan agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan, kemudian mereka berdoa kepada-Nya selama enam bulan berikutnya agar Dia menerima amal-amal sholeh yang mereka kerjakan.” [dinukil oleh imam Ibnu Rajab al-Hambali dalam Kitab Latha-iful ma’aarif halaman 174]
2. Bersyukur
Seorang hamba Allah yang baik, tentulah berusaha senantiasa mengingat nikmat-nikmat-Nya agar ia senantiasa bersyukur kepada-Nya sehingga meningkatlah kecintaan kita kepada-Nya. Kita tertuntut untuk bersyukur akan limpahan nikmat Allah bisa berjumpa dengan bulan Ramadhan.
Kita semua butuh untuk memperbanyak hamdalah atau pujian kepada Allah yang telah memberi taufik-Nya kepada kita, sehingga kita bisa menyelesaikan berbagai macam ibadah pada bulan Ramadhan yang baru saja kita tinggalkan. Hati seorang hamba yang muwaffaq atau yang mendapatkan taufik benar-benar menghayati bahwa karunia kemudahan beramal shalih selama Ramadhan itu berasal dari Allah, maka layaklah kita berucap sebagaimana ucapan Nabi Sulaiman ‘alaihis salam,
قَالَ هَٰذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ ۖ وَمَنْ شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيٌّ كَرِيمٌ
“Iapun yaitu Nabi Sulaiman berkata: “Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia” (QS. An-Naml: 40).
Di sinilah nampak dengan jelas letak kewajiban bersyukur kepada Allah dalam setiap kebaikan yang didapatkan oleh seorang hamba dan dalam setiap amal salih yang berhasil dilakukan oleh seorang hamba.
3. Istighfar
Tips yang perlu kita lakukan agar setiap kita menjadi hamba Allah yang semakin bertakwa dan semakin dicintai oleh-Nya usai Ramadhan adalah beristigfar, memohon ampun kepada Allah Ta’ala. Seorang hamba butuh memperbanyak istigfar atas kurang sempurnanya ia dalam melakukan semua bentuk peribadatan karena bagaimanapun baiknya peribadatan yang kita lakukan pasti ada kekurangan. Demikianlah selayaknya kondisi seorang hamba setiap selesai melaksanakan ibadah, agar beristigfar kepada Allah atas segala kekurangan yang terjadi.
Allah memerintahkan Rasul-Nya untuk beristigfar setelah menyelesaikan mayoritas tugas akbarnya menyampaikan risalah dakwah,sebagaimana dalam surat An-Nashr. Allah berfirman,
إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ
(1). Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,
وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا
(2). Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,
فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا
(3). Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.
Wallahu a`lam