MENYEGERAKAN BERBUKA PUASA

MENYEGERAKAN BERBUKA PUASA

Pak ustadz, katanya kalo puasa kita dianjurkan menyegerakan buka puasa, maksudnya gimana ya?

Jawaban:

Yang dimaksud menyegerakan berbuka puasa, bukan berarti kita berbuka sebelum waktunya. Namun yang dimaksud adalah ketika matahari telah tenggelam atau ditandai dengan dikumandangkannya adzan Maghrib, maka segeralah berbuka. Dan tidak perlu sampai selesai adzan atau selesai shalat Maghrib. Rasulullah  bersabda,

لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari)

Dalam hadits yang lain disebutkan,

لَا تَزَالُ أُمَّتِى عَلَى سُنَّتِى مَا لَمْ تَنْتَظِرْ بِفِطْرِهَا النُجُوْمَ

“Umatku akan senantiasa berada di atas sunnahku atau ajaranku selama tidak menunggu munculnya bintang untuk berbuka puasa.” (HR. Ibnu Hibban). Inilah yang ditiru oleh aliran Syiah Rafidhah, mereka meniru Yahudi dan Nashrani dalam berbuka puasa. Mereka baru berbuka ketika munculnya bintang. Semoga Allah melindungi kita dari kesesatan mereka. (Lihat Kitab Shifat Shoum Nabi)

Nabi kita  biasa berbuka puasa sebelum menunaikan shalat Maghrib dan bukanlah menunggu hingga shalat Maghrib selesai dikerjakan. Inilah contoh dan akhlaq dari suri tauladan kita . Sebagaimana Anas bin Malik  berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّىَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

“Rasulullah  biasanya berbuka dengan beberapa biji rothb atau kurma basah sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada rothb, maka beliau berbuka dengan tamr atau kurma kering. Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan beberapa teguk air.” (HR. Abu Daud).

Wallahu’alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *