KHUTBAH JUM’AT: HUKUMAN BAGI H0MOSEKSUAL

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ
وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ
فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ

KHUTBAH PERTAMA

Hadirin jama’ah Jum’at yang dirahmati Alloh

Marilah kita tingkatkan takwa dengan sebenar benar takwa dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya. Semoga Allah jadikan kita sebagai hamba yang bertakwa.

Kaum Muslimin Yang Dirahmati Allah. Allah Ta’ala berfirman menceritakan kaum Nabi Luth alaihissalam:

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ (28) أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ وَتَقْطَعُونَ السَّبِيلَ وَتَأْتُونَ فِي نَادِيكُمُ الْمُنْكَرَ فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلا أَنْ قَالُوا ائْتِنَا بِعَذَابِ اللَّهِ إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ (29)

“Dan ingatlah ketika Lut berkata kepada kaumnya, “Sesungguhnya kamu benar-benar mengerjakan perbuatan yang amat keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun dari umat-umat sebelum kamu.” Apakah sesungguhnya kamu patut mendatangi laki-laki, menyamun dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu? Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan, “Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.” (QS. Al-Ankabut: 28-29)

Kaum Muslimin Yang Dirahmati Allah. Sesungguhnya kesalahan mereka adalah melakukan perbuatan keji yaitu homoseksual. Allah Ta’ala menghukum para pelakunya dengan empat macam deraan yang tidak pernah diterima oleh kaum sebelum mereka, yaitu ; 1. Allah Ta’ala membutakan mata mereka, 2. membalikkan bumi tempat tinggal mereka, 3. menghujani mereka dengan batu-batu dari neraka, 4. dan mengirimkan suara menggelegar yang memutuskan jantung mereka.

Kaum Muslimin Yang Dirahmati Allah. Hukuman yang harus diberikan kepada pelaku aktif (al-fa’il) dan pelaku pasif (al-maf’ul) -jika dia dengan sukarela- adalah hukuman mati.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

من وجدتموه يعمل عملَ قومِ لوطٍ فاقتلوا الفاعلَ والمفعولَ به

“Barangsiapa di antara kalian yang menangkap pelaku homoseksual, maka bunuhlah pelaku dan korbannya.” (HR. Ahmad, Abu daud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Kaum Muslimin Yang Dirahmati Allah. Lalu bagaimana pendapat ulama ahli fikih tentang tata-cara pelaksanan hukuman mati bagi pelaku homoseksual?

Pertama: Imam Asy Syafi’i, Ahmad bin Hanbal dan sejumlah imam lainnya berpendapat bahwa pelaku homoseksual dihukum rajam, baik sudah pernah menikah ataupun belum. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Siapa yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Luth (homoseksual), maka bunuhlah si pelaku dan yang diperlakukan.” (HR. Ahmad)

Kedua: Imam Abu Hanifah berpendapat, pelaku homoseksual dilemparkan dari puncak gunung dan dilempari batu seperti siksaan yang menimpa kaum Luth, berdasarkan firman Allah, “Dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang yang zalim.” (QS. Hud :83)

Kaum muslimin yang dirahmati Allah, Mari kita hindari perbuatan bejat dan keji ini, jangan pula mendekati segala sarananya. Jauhilah hal-hal yang dapat menarikmu ke dalam perbuatan itu. Takutlah murka dan siksaan Allah Ta’ala.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

*KHUTBAH KEDUA*

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين نبينا محمد صلى الله عليه وسلم وآله وصحبه أجمعين. أَمّا بَعْدُ

Kaum Muslimin Yang Dirahmati Allah.

Imam Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan: “Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan tentang Nabi Luth alaihissalam bahwa Luth mengingkari perbuatan kaumnya yang jahat, mereka biasa mengerjakan perbuatan-perbuatan yang buruk, antara lain mendatangi lelaki (homo seks), perbuatan tersebut belum pernah ada seorang pun dari anak Adam yang melakukannya sebelum mereka. Selain dari itu mereka kafir kepada Allah, mendustakan dan menentang rasul-Nya, juga gemar menyamun. Yakni mereka menghadang orang-orang yang melewati jalan kampung mereka, lalu membunuhnya dan merampas hartanya. ”

Kaum Muslimin Yang Dirahmati Allah. Bagi kita yang memang sudah terjebak dalam perbuatan keji ini bersegeralah bertaubat kepada Allah, niatkan secara kuat untuk sembuh dari penyakit ini, terapi jiwa dengan menyibukkan ilmu dan beribadah kepada Allah serta menghindari teman-teman atau komunitas yang melakukan perbuatan homoseksual.

Sedangkan bagi kita yang selamat dari perbuatan tersebut hendaknya sangat berhati-hati dengan perbuatan dan sarana-sarana yang bisa menyeret pada perbuatan tersebut. Semoga Allah menjaga diri kita dan saudara kita semua dari perbuatan keji dan perbuatan yang bisa mendatangkan adzab Allah yaitu homoseksual.

إنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآيـُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صّلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

أَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْياَءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، بِرَحْمَتِكَ يَآأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا فَإِنْ لمَ ْتَغْفِرْلَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عمل كما يعمله قومُ لوط

رَبَّنَا آتِنَا فيِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفيِ اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ اْلعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى اْلمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَلَمِيْن

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *