KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
Apa Yang Dimaksud Dari Shalat Wustha?
Allah Ta’ala berfirman:
حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلاةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ
“Peliharalah semua shalat kalian dan peliharalah shalat wustha. Berdirilah untuk Allah dalam salatmu dengan khusyuk. ” (QS. Al-Baqarah: 238)
Para sahabat, tabiin dan ulama berbeda pendapat tentang makna shalat wustha.
Imam Asy-Syaukani rahimahullah menyebutkan ada sekitar 17 pendapat dalam masalah ini.
Ada yang berpendapat bahwa shalat wustha itu shalat subuh seperti riwayat dari Imam Malik melalui sahabat Ali dan Ibnu Abbas.
Ada yang berpendapat bahwa shalat wustha itu shalat magrib, karena letak waktunya di antara dua shalat jahriyyah di malam hari dan dua shalat siang yang sirri atau perlahan bacaannya.
Ada yang berpendapat bahwa shalat wustha itu shalat dhuhur, di antara yang berpendapat seperti ini adalah Ibnu Umar, Abu Sa’id, dan Aisyah, sekalipun masih diperselisihkan keabsahannya pendapat ini dari mereka. Pendapat ini juga termasuk salah satu riwayat dari Imam Abu Hanifah.
Menurut pendapat yang lain, shalat wustha itu adalah salat Ashar. Imam at-Tirmizi dan Imam al- Baghawi mengatakan bahwa hal inilah yang dikatakan oleh kebanyakan ulama dari kalangan sahabat dan lain-lainnya.
Al-Qadi Al-Mawardi mengatakan bahwa pendapat inilah yang dikatakan oleh mayoritas ulama dari kalangan tabi’in.
Dan pendapat inilah yang paling nampak kebenarannya berdasarkan hadits shahih.
Dari Imam Muslim, dari Syittir ibnu Syakl, dari Ali radhiyallahu anhu yang menceritakan bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda dalam Perang Ahzab:
شَغَلُونَا عَنِ الصَّلَاةِ الْوُسْطَى، صَلَاةِ الْعَصْرِ، مَلَأَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ وَبُيُوتَهُمْ نَارًا”. ثُمَّ صَلَّاهَا بَيْنَ الْعِشَاءَيْنِ: الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ
“Mereka menyibukkan kami dari shalat wustha, yaitu shalat Ashar. Semoga Allah memenuhi hati dan rumah mereka dengan api. Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam mengerjakannya di antara shalat Magrib dan Isya’.
Wallahu a’lam
@Abul Fata Murod, Lc
www.inilahfikih.com