KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
HIPNOTIS ENTERTAINMEN
Hipnotis entertainmen (hiburan) sangat marak di Indonesia. Acara hipnotis jenis ini sering ditampilkan televisi atau panggung hiburan. Banyak pemirsa atau penonton yang menyaksikan acara hipnotis ini. Rating acara yang berbau kesyirikanpun ini tergolong tinggi dan sangat diminati oleh masyarakat Indonesia.
Bentuk hipnotis entertainmen ini beraneka ragam. Ada pertunjukan hipnotis dimana para penonton dihipnotis untuk melakukan perbuatan aneh-aneh misalnya, berkotek seperti ayam atau berjoged-joged dengan konyol. Ada hipnotis bertujuan untuk menngungkapkan semua rahasia yang ada diri seseorang. Ada hipnotis yang mengungkapkan sisi kebohongan suami atau istri. Ada hipnotis berupa berubahnya tali menjadi ular. Dan masih banyak hipnotis yang lain yang sering tipertujukkan oleh ahli hipnotis di televisi atau panggung hiburan.
Hipnotis entertaimen dilarang dalam hukum Islam. Sebab hipnotis ini jelas-jelas mengandung unsur kesyirikan. Pada hipnotis entertaimen pasti mengandung sihir sedangkan sihir dilarang dalam hokum Islam. Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassalam bersabda, “Jauihilah tujuh perkara yang membinasakan.” Para sahabat bertanya, “Apakah ketujuh perkara itu, wahai Rosululloh?” Beliau menjawab, “Syirik kepada Alloh, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Alloh kecuali dengan sebab yang dibenarkan agama, memakan riba, memakan harta anak yatim, melarikan diri dari medan perang, melontarkan tuduhan zina terhadap wanita mukminah yang terjaga dari perbuatan dosa lagi tidak terbesit keinginan zina dalam hatinya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Hipnotis entertaimen diperoleh dengan berbagai metode yang sarat dengan upacara klenik, misalnya sesajian, membakar kemenyan, ramu-ramuan tertentu dan lainnya. Tidak diragukan perbuatan semacam ini bertentangan dengan syari’at islam, bahkan dapat menghantarkan pelakukan kepada jurang kesyirikan kepada Allah Ta’ala. Karena mungkin saja di antara ritual yang ia lakukan ialah dengan mengajukan korban atau sesajian kepada setan. Tentu perbuatan ini adalah syirik yang mengancam keislaman pelakunya.
Dan (ingatlah) hari di waktu Allah menghimpunkan mereka semuanya, (dan Allah berfirman): “Hai golongan jin (syaitan), sesungguhnya kamu telah banyak (menyesatkan) manusia.” Lalu berkatalah kawan-kawan mereka dari golongan manusia: “Ya Rabb kami, sesungguhnya sebahagian dari pada kami telah dapat kesenangan dari sebahagian (yang lain) dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami.” Allah berfirman:
ۗقَالَ النَّارُ مَثْوٰىكُمْ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اِلَّا مَا شَاۤءَ اللّٰهُ ۗاِنَّ رَبَّكَ حَكِيْمٌ عَلِيْمٌ ١٢٨
“Neraka itulah tempat diam kamu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)” Sesungguhnya Rabbmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” (Qs. Al An’am: 128)
Ulama’ ahli tafsir menjelaskan bahwa jin dan manusia saling memanfaatkan. Jin memanfaat manusia dengan sesajian yang dipersembahkan oleh manusia untuk mereka. Sebaliknya manusia memanfaatkan jin dengan mendapatkan berbagai layanan istimewa yang diberikan oleh jin kepada para penyembahnya. (At Tamhid Syarah Kitab At Tauhid 374)
Saudaraku…setelah kita mengetahui bahwa hipnotis entertaimen teremasuk bagian sihir, maka janganlah kita menyaksikan acara tersebut, karena di dalamnya terkandung unsur mengolok-olok ayat al-Qur’an.
Alloh Ta’ala berfirman,
وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِى الْكِتٰبِ اَنْ اِذَا سَمِعْتُمْ اٰيٰتِ اللّٰهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَاُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوْا مَعَهُمْ حَتّٰى يَخُوْضُوْا فِيْ حَدِيْثٍ غَيْرِهٖٓ ۖ اِنَّكُمْ اِذًا مِّثْلُهُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ جَامِعُ الْمُنٰفِقِيْنَ وَالْكٰفِرِيْنَ فِيْ جَهَنَّمَ جَمِيْعًاۙ ١٤٠
“Dan sungguh Alloh telah menurunkan kekuatan kepada kalian di dalam al-Qur’an bahwa apabila kalian mendengar ayat-ayat Alloh dikufurkan dan diperolok-olokkan, maka janganlah kalian duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kalian berbuat demikian), tentulah kalian serupa dengan mereka.” (QS. an-Nisa’ : 140)