KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
Hukum Membaca Al-Fatihah Bagi Makmum Dalam Shalat Jahriyyah (Dikeraskan Bacaannya)
Membaca Al-Fatihah termasuk salah satu rukun shalat yang wajib dibaca pada setiap rakaat oleh imam dan orang yang shalat sendirian. Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:
لا صَلاة لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ
“Tidak sah shalatnya seseorang yang tidak membaca surat Al-Fatihah (HR. Al-Bukhari)
Adapun hukum membaca Al-Fatihah bagi makmum yang berada di belakang imam pada shalat jahriyyah terdapat dua pendapat ulama:
Pertama: Hukumnya wajib. Hal ini berdasarkan keumuman hadits:
لا صَلاة لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ
“Tidak sah shalatnya seseorang yang tidak membaca surat Al-Fatihah (HR. Al-Bukhari)
Nabi saat mengajarkan pada kisah seseorang yang shalatnya tidak baik, beliau memerintahkan untuk membaca Al-Fatihah.
Dan disebutkan banyak riwayat bahwa Nabi membacanya pada setiap rakaat shalat.
Kedua: Bacaan Al-Fatihahnya imam telah mewakili bacaan makmum, jadi makmum tidak wajib membacanya. Ini adalah pendapat Madzhab Maliki.
Dalilnya:
1. Firman Allah;
وَاِذَا قُرِئَ الۡقُرۡاٰنُ فَاسۡتَمِعُوۡا لَهٗ وَاَنۡصِتُوۡا لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُوۡنَ
“Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-A’raf: 204)
2. Sabda Rasulullah:
وَإِذَا قَرَأَ فَأَنْصِتُوا
“Dan apabila imam membaca Al-Quran maka diamlah kalian. ” (HR. Abu Daud)
Tim Komisi Fatwa Arab Saudi menyebutkan;
الصحيح من أقوال أهل العلم وجوب قراءة الفاتحة في الصلاة على المنفرد والإمام والمأموم في الصلاة الجهرية والسرية لصحة الأدلة الدالة على ذلك وخصوصها
“Pendapat yang paling shahih dari pendapat-pendapat ulama adalah hukumnya wajib membaca Al-Fatihah pada setiap shalat bagi orang yang shalat sendirian, bagi imam, dan bagi makmum pada shalat jahriyyah (dikeraskan bacaannya) mapun shalat sirriyyah (dilirihkan bacaannya) berdasarkan dalil-dalil shahih secara khusus.” Wallahu a’lam