KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
ANDIL DALAM PEMILU, MENCARI CALON PEMIMPIN TERBAIK
Ketika Persia berperang melawan Romawi, Allah -Azza wajalla- menjelaskan di dalam Al-Qur’an bahwa kaum muslimin berpihak pada Romawi. Tidak tanggung-tanggung, Abu Bakar Ash-Shiddiq -radhiyallahu ‘anhu- sampai melakukan taruhan, siapa yang akan menang antara keduanya.
Keberpihakan ini, bukan karena mereka mengetahui bahwa bangsa Romawi akan menegakkan syariat Allah di muka bumi. Tidak. Mereka tahu, bangsa Romawi adalah satu bangsa dengan nashrani sebagai agama resmi mereka. Mereka kaum musyrikin.
Tapi, mereka ahli kitab, lebih dekat dengan kaum muslimin dibanding Persia yang beragama resmi majusi, kaum penyembah api. Bangsa Romawi lebih sedikit keburukannya dibanding bangsa Persia.
Kedua kubu yang berperang sama-sama kaum musyrikin, sama-sama tidak akan menegakkan syariat Allah, tapi diantara keduanya ada yang lebih ringan mudharatnya dibandingkan yang lainnya.
Syaikh Abdul Aziz bin Marzuq ath-Thorifi -Hafizhahullah- berkata:
وقد كان النبي صلى الله عليه وسلم وأصحابه يرون أن أهل الكتاب أقل شرا من المجوس
“Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- dan para sahabat memandang bahwa ahli kitab lebih sedikit keburukannya dibanding Majusi.” (At-Tafsir Wa al-Bayan: 4/1935)
Pada dua kubu yang berperang itu, kaum muslimin berpihak pada Romawi yang mudharatnya lebih kecil dibanding Persia. Hingga, tatkala Romawi menang, kaum muslimin bergembira atas pertolongan Allah ini.
Allah -Azza wajalla- berfirman:
وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ (4) بِنَصْرِ اللَّهِ يَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ
“Dan di hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang.” (QS. Rum: 4-5)
Perhatikan ayat ini. Allah -Azza wajalla- menolong Romawi yang kafir, yang musyrik, dan tidak menegakkan syariatNya. Lalu kaum muslimin bergembira atas pertolongan Allah, berupa kemenangan ini.
Ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua, khususnya di negri kita. Bahwa, tatkala terjadi perang politik, sudah menjadi fitrah manusia bahwa mereka akan berpihak pada salah satu yang dirasa akan memberi maslahat untuk mereka atau mengurangi keburukan untuk mereka.
Bukan karena harus menegakkan syariat baru ditolong. Bukan, bukan karena itu, itu masalah lain. Yang menjadi tujuan kaum muslimin saat ini adalah mendapat maslahat untuk kaum muslimin dan mengurangi mafsadat untuk mereka.
Anis Baswedan sebagai salah satu Paslon Presiden RI, dianggap oleh ulama negri ini sebagai seorang yang lebih kecil mafsadatnya dan lebih besar maslahatnya untuk rakyat Indonesia pada umumnya, dan kaum muslimin khusunya, setalah melihat rekam jejaknya dalam memimpin Ibu kota jakarta. Karena itu, para ulama negri ini mengarahkan kaum muslimin untuk memilihnya.
Tidak tepat mengatakan bahwa ikut pemilu itu merupakan kesyirikan, karena tidak ada perbuatan syirik yang dilakukan disitu. Kalau dikatakan bahwa syiriknya karena nanti pemimpin yang terpilih akan menegakkan syariat selain syariat Allah, ini masalah lain lagi yang dipaksakan dihubung-hubungkan.
Apakah Allah -Azza wajalla- salah, jika Dia menolong orang-orang musyrik Romawi atas Persia? Sementara Allah tahu mereka tidak menegakkan syariatNya? Jika dikatakan tidak, maka itu pula yang dilakukan kaum muslimin saat ini. Makanya, tidak nyambung mengaitkan kesyirikan dengan apa yang dilakukan kaum muslim dalam rangka mengurangi mudharat dan mengharap maslahat.
Terlebih Anis Baswedan seorang muslim yang jujur dan berupaya untuk selalu adil. Itu yang kita lihat saat ini pada diri beliau. Setidaknya, mari berpikir yang jernih, bisa melihat masalah dengan baik agar tidak salah dalam menentukan arah.
Wallahu a’lam.
@Ustadz Abu Usaid Al Munawy