KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
Cinta Rosululloh Mengikuti Tanpa Menyelisihinya
Alloh mengingatkan kepada hamba-Nya, bahwa barangsiapa yang bertaqwa kepada-Nya, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya dari setiap kesedihan dan kesempitan, memudahkan urusannya, menyinari hatinya, dan mengampuni dosa-dosanya.
Rosululloh adalah orang yang paling teguh dalam memerin-tahkan yang ma’ruf dan mencegah yang munkar. Apa yang beliau perintahkan di dalamnya mengandung kebaikan dan apa yang beliau larang di dalam-nya mengandung keburukan.lloh mengingatkan kepada hamba-Nya, bahwa barangsiapa yang bertaqwa kepada-Nya, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya dari setiap kesedihan dan kesempitan, memudahkan urusannya, menyinari hatinya, dan mengampuni dosa-dosanya.
Umat Islam semenjak generasi awal hingga masa kini telah se-pakat bahwa al-Qur’an dan as-Sunnah merupakan pedoman ber-agama mereka. Keduanya memuat perintah untuk mentaati Rosululloh dan larangan menyelisihinya. Alloh mengancam api neraka bagi siapa saja yang menentang dan menyelisihi Rosululloh . Alloh berfirman: “Dan barangsiapa yang menentang Rosul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. an-Nisa’ [4]: 115)
Alloh pun mengabarkan kepada kita tentang sebab utama perpe-cahan adalah menyelisihi dan menyimpang dari ajaran Nabi , dan me-merintahkan kepada kita agar berpegang teguh dengan ajaran Rosulu-lloh dari berbagai aspek, baik ibadah, muamalah, aqidah, adab, akhlaq, dan lain-lain, juga melarang mengikuti selain ajaran Rosululloh dari berbagai ajaran, aliran, sekte keagamaan. Barangsiapa mengikuti Rosululloh niscaya ia akan memperoleh kebahagiaan dan ke-menangan. Barangsiapa berpaling, niscaya ia akan sesat dan terpecah dari jalan kebenaran.
Alloh berfirman: “Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kalian dari jalan-Nya, yang demikian itu diperintahkan Alloh agar kalian bertaqwa.” (QS. al-An’am [6]: 153)
“Katakanlah: “Jika kalian (benar-benar) mencintai Alloh, ikutilah aku, nis-caya Alloh mengasihi dan mengampuni dosa-dosa kalian”. Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali-‘Imran [3]: 31)
Ayat ini menerangkan bahwa tanda dari kecintaan kita kepada Alloh adalah mengikuti Rosululloh , dan bahwa meng-ikuti Rosululloh adalah sarana untuk mendapatkan kecintaan dan ampunan dari Alloh .
Rosululloh adalah manusia yang sangat penyayang dan begitu perhatian kepada umatnya. Beliau senantiasa menga-rahkan umatnya kepada jalan menuju Jannah Alloh , yang penuh dengan ke-nikmatan, dan memperingatkan mereka ja-lan menuju api neraka, yang penuh ke-sengsaraan serta kepedihan
Rosululloh pernah berbincang-bin-cang bersama para sahabatnya, seraya bersabda: “Setiap umatku masuk Surga kecuali orang yang enggan, para Sahabat bertanya: ‘Wahai Rosululloh, siapa yang enggan?’ Beliau menjawab, “Barangsiapa menaatiku, sungguh ia masuk surga. Ba-rangsiapa bermaksiat kepadaku, sungguh ia termasuk orang yang enggan.” (HR. Bukhori)
Dan Rosululloh bersabda : “Seseo-rang di antara kalian belum beriman se-hingga aku lebih dicintainya daripada ke-dua orang-tua, anaknya dan seluruh ma-nusia.” (HR. Bukhori dan Muslim)
Dalam diri Rosululloh terdapat akh-lak yang mulia, keberanian dan kemuliaan. Barangsiapa melihatnya secara tiba-tiba akan takut kepadanya, dan barangsiapa yang bergaul dengannya maka dia akan mencintainya. Rosululloh telah me-nyampaikan risalahnya, memberi nasihat kepada umat, mempersatukan kalimah, membuka beberapa hati manusia bersama para sahabatnya dengan mempersatukan mereka dan membuka banyak negeri de-ngan perjuangan mereka untuk membe-baskan manusia dari penyembahan sesama manusia menuju penyembahan terhadap Robb manusia.
Rosululloh dan para sahabatnya te-lah menyampaikan kepada kita agama Islam secara sempurna tanpa tercampur dengan bid’ah dan khurafat, dan tidak perlu ditambah atau dikurangi.
Alloh berfirman : “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian dan telah Ku-cukupkan kepada kalian nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhoi Islam ini jadi agama kalian”. (QS. al-Maidah [5]: 3)
Oleh karenanya, ikutilah Rosululloh secara menyeluruh sesuai dengan kemam-puan yang kita miliki dan janganlah me-nambah-nambah atau menyelisihinya de-ngan membuat-buat syari’at yang tidak pernah dicontohkan oleh Rosululloh dan tidak pula pernah dikerjakan oleh para sahabatnya, dengan demikian mudah-muda-han Alloh memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang benar dalam keimanan mereka kepada-Nya sehingga Alloh memenuhi janji-Nya kepada mereka.
Alloh berfirman : “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rosululloh itu suri teladan yang baik bagi kalian (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Alloh dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Alloh.” (QS. al Ahzab [33]:21).
Dan ketahuilah bahwa cinta yang benar kepada Alloh dan Rosul-Nya mempunyai konsekuensi untuk melak-sanakan kitab Alloh (al-Qur’an) dan hadits-hadits Rosululloh yang shohih, melaksa-nakan hukum dengan berpegang teguh ke-pada keduanya dan tidak boleh menda-hulukan pendapat orang atas ke-duanya.
Alloh berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mendahului Alloh dan Rosul-Nya dan bertaqwalah kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. al-Hujurat [49]:1)
Salah satu sifat orang beriman adalah mengikuti dan tunduk kepada syari’at Alloh dan Rosul-Nya. Sebagaimana firman-Nya: “Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Alloh dan Rosul-Nya agar Rosul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan: ‘Kami mendengar, dan kami patuh’. Dan mereka itulah orang-orang yang berun-tung. Dan barangsiapa yang taat kepada Alloh dan Rosul-Nya dan takut kepada Alloh dan bertaqwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang men-dapat kemenangan.” (QS. an-Nur [24]: 51-52)
“Barangsiapa mentaati Alloh dan Rosul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (QS. al-Ahzab [33]: 71)
Jadi, bila kita mengikuti apa yang di-ajarkan Rosululloh baik dalam aqidah, ibadah, mu’amalah, dan akhlaq, niscaya kita memperoleh kecintaan dan ampunan dari Alloh . Menggapai cinta dari Alloh merupakan kemuliaan dan keagungan. Alangkah bahagianya bila seseorang di-cintai oleh Robb alam semesta. Tak ada kebahagiaan atau kenikmatan yang setara de-ngannya. Mengikuti Rosululloh akan meraih kecintaan dan ampunan dari Alloh , dan tunduk kepada ajaran agama-Nya merupakan syarat meraih Jannah-Nya.
Marilah kita mengikuti ajaran Rosulu-lloh secara lapang dada dalam mema-hami ajaran agama. Kita bangun aqidah yang kokoh dan kuat berdasarkan aqidah Rosululah . Kita beribadah kepada Alloh sesuai dan sejalan dengan pedoman peribadahan Rosululloh . Kita berakhlaq yang baik berasaskan akhlaq dan moral Nabi . Bila kita telah mewujudkan hal demikian berarti kita telah menunaikan Syahadat Muhammad Rosululloh . Kita berdo’a memohon hidayah kepada Alloh agar kita istiqomah dalam melaksanakan ajaran Rosululloh .
Ya Alloh, karuniailah kami untuk men-cintai dan mengikuti Rosul-Mu, berakhlaq dengan akhlaqnya dan memperoleh sya-fa’atnya.
Sumber:
(Diambil dari Buletin As-Silmi Bogor)
Artikel:
www.inilahfikih.com