Meraih Kemuliaan

Meraih Kemuliaan

Dalam sebuah hadits Rasululloh  bersabda: “Rasa iman akan lezat bagi orang yang ridho Alloh sebagai Robbnya, Islam sebagai agamanya dan Muhammad sebagai rosulnya” (HR. Muslim: 150)

Iman bukan hanya berada di dalam hati, yang berisi ilmu yang diyakini atau irodah (niat, kehendak) kecintaan, ketundukan dan kepatuhan. Iman bukan pula hanya terbatas pada ikrar lisan dengan ucapan syahadatain. Iman berarti pula sikap yang ada dalam amal zhohir anggota tubuh manusia, seperti; Shalat, menerapkan hokum Alloh , jihad dan seluruh amal perbuatan lainnya secara global. Dalam ketiga unsur ini pula iman dapat bertambah dengan berbagai ketaatan dan berkurang dengan berbagai kemaksiatan.

Iman adalah pokok dan asas kemuliaan yang sesungguhnya bagi manusia, karena imanlah ukuran nilai yang ada disisi Alloh . Dengan iman, manusia akan meraih ‘izzah (kemuliaan) dan kehormatan. Sebaliknya, tanpa iman manusia hanya akan  mendapat kehinaan dan kerendahan.alam sebuah hadits Rasululloh  bersabda: “Rasa iman akan lezat bagi orang yang ridho Alloh sebagai Robbnya, Islam sebagai agamanya dan Muhammad sebagai rosulnya” (HR. Muslim: 150)

Disaat manusia telah membuktikan kejujuran iman dalam diri mereka, maka di saat itulah seluruh janji yang Alloh  tentukan akan menjadi kenyataan. Janji-janji Alloh  tersebut adalah:

  1. Mendapatkan wilayah (perlindungan dan karamah) dari Alloh .

Alloh  berfirman, “Ingatlah, Sesungguhnya wali-wali Alloh itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. Yunus: 62-63)

Dalam ayat ini ditegaskan bahwa wali-wali Alloh adalah orang-orang yang beriman dan bertakwa. Tidak ada satu ayat atau haditspun yang menegaskan bahwa yang di maksud dengan wali adalah mereka yang bisa terbang, yang bisa menyembuhkan penyakit, yang bisa sholat di dua tempat dalam waktu bersamaan dan karamah-karamah palsu lagi menipu lainnya.

  1. Meraih ridho Alloh dan tempat kemuliaan-Nya.

“Alloh menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga ‘Adn. dan keridhaan Alloh adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.” (QS. at-Taubah: 72)

  1. Mendapatkan dukungan pembelaan dari Alloh .

Alloh  berfirman, “Sesungguhnya Alloh membela orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari nikmat.” (QS. al-Hajj: 38)

  1. Meraih hayatan thoyyibah (kehidupan yang baik) di dunia dan akhirat.

Alloh  berfirman, “Barangsiapa yang mengerjakan amal sholeh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. an-Nahl: 97)

  1. Memperoleh kemuliaan dan kepemimpinan dalam agama.

Alloh  berfirman: “dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar dan adalah mereka meyakini ayat-ayat kami.” (QS. As-Sajdah: 24)

Sebuah buah iman yang dipaparkan di atas dapat diraih dan dicapai dengan manisnya rasa iman dalam diri kita masing-masing. Manisnya rasa iman akan dicapai menurut kedua hadits tersebut dengan tiga pondasi utama, yaitu:

Pertama: Ridho kepada Alloh , terhadap rububiyyah dan uluhiyyah-Nya. Meridhoi rububiyyah Alloh  (dimana kita berikrar hanya mengakui Alloh-lah satu-satunya Dzat pencipta, pemilik dan pengatur alam semesta) mengandung arti:

  • Ridho terhadap aturan yang dibuat-Nya untuk hamba-hamba-Nya
  • Mengesakan Alloh dalam bertawakal, meminta pertolongan, mempercayainya, dan berpegang teguh kepada-Nya.
  • Meridhoi apa saja yang diperbuat-Nya

Adapun meridhoi uluhiyyah Alloh   mengandung arti:

  • Meridhoi hukum Alloh sebagai satu-satunya tuntunan dan pedoman hidup hamba-Nya.
  • Menyerahkan dan mengerahkan semua praktek-praktek peribadatan (seperti sholat, nadzar, sumpah, menyembelih, doa dan lain-lain) hanya kepada Alloh dan hanya untuk-Nya
  • Mencintai dan loyal hanya kepada Alloh serta apa-apa yang dicintai dan diloyalitasi-Nya, baik agama, rosul-rosul, hal apa saja atau siapapun juga. Serta membenci dan menjauhi musuh-musuh  Alloh  dan apa saja yang dibenci dan dijauhi-Nya.

Kedua: Meridhoi Muhammad  sebagai Nabi dan Rosul Alloh .

  • Membenarkan secara utuh apa saja berita yang disampaikan Rosululloh , baik tentang hal ghoib, berita tentang masa lalu ataupun tentang masa depan, tanpa ragu tertancap di dalam hati, bahwa apapun yang keluar dari lisan beliau tak mungkin dusta ataupun palsu.
  • Menjunjung tinggi segala perintahnya dan menjauhkan diri dari apa yang dilarangnya. Secara total menerimanya dengan penuh ketundukan, tanpa pilah-pilih atau mengabaikan. Sempurna dalam ketaatan dan kepatuhan, karena itulah hakekat kecintaan kepadanya.
  • Saat melakukan pengabdian kepada Alloh yang maha rohman, maka  dengan hanya mengikuti aturan Rasululloh , tanpa pengurangan atau penambahan. Bukan bid’ah dan ajaran-ajaran menyesatkan, atau mengada-adakan yang belum beliau ajarkan.

Ketiga: Meridhoi Islam sebagai agama yang diridhoi Alloh .

Apa saja yang dikatakan Islam, di-hukumkan, diperintahkan dan dilarang, maka kita ridho dengan sepenuh kesungguhan. Tidak ada sesak dada menerima aturan, menyerah diri pada pedoman, walaupun bertentangan dengan keinginan jiwa yang melenakan atau pendapat orang yang mengagumkan. Semua itu harus di tinggalkan dan dijauhkan hanya untuk pembuktian keislaman kita semua.

Alloh  berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kalian turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagi kalian.” (QS. Al-Baqoroh : 208)

Alloh  berfirman, “Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Alloh, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allohlah mereka dikembalikan.” (QS. Ali-Imron: 83)

Oleh karenanya tidak ada kemuliaan hakiki bagi manusia yang tidak mau beriman dan beribadah kepada Robb semesta alam, dengan mengimani-Nya serta tunduk dan patuh hanya kepada-Nya mampu meninggikan derajatnya ke sisi Alloh  . Allohu a’lam

 

Sumber:

(Disalin dari Buletin As-Silmi Bogor)

Artikel:

www.inilahfikih.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *